Megawati Telekonferensi Kader di Lokasi Bencana Aceh, Minta Bantuan Logistik Dipercepat

Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri saat telekonferensi dengan kader PDIP
Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri saat telekonferensi dengan kader PDIP

 Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri melakukan telekonferensi dengan sejumlah kader PDIP yang bertugas di wilayah terdampak bencana di Lhokseumawe, Aceh. Dalam komunikasi tersebut, Megawati mengecek kebutuhan logistik yang masih kurang serta meminta agar bantuan segera dikirim ke lokasi.

Telekonferensi itu dilakukan Megawati setelah menghadiri Rapat Kerja Nasional (Rakernas) I Tahun 2026 PDIP hari kedua di Beach City International Stadium (BCIS) Ancol, Jakarta, Minggu (11/1/2026).

Dalam percakapan tersebut, Megawati berbicara langsung dengan Wakil Sekretaris Jenderal PDI Perjuangan Sri Rahayu yang berada di Lhokseumawe untuk memantau kondisi di lapangan sekaligus memastikan distribusi bantuan berjalan optimal.

“Jadi, nanti ini segera betul-betul melalui WA atau apa saja, untuk minta mungkin kepada Mbak Ning (Ketua DPP PDIP Bidang Kesehatan Ribka Tjiptaning), apa saja lagi yang diperlukan. Dan mungkin ada lagi yang seharusnya juga harus diperlukan,” kata Megawati.

Kader-kader PDIP yang bertugas di wilayah tersebut membawa Kapal Rumah Sakit Apung (RSA) Laksamana Malahayati yang mengangkut bantuan logistik serta ambulans. Kapal itu bersandar di pelabuhan yang lokasinya berdekatan dengan posko PDIP di daerah terdampak bencana.

Dari Jakarta, Megawati meminta para kader, termasuk yang tergabung dalam Badan Penanggulangan Bencana (Baguna) PDIP, untuk segera melakukan pendataan kebutuhan warga secara rinci. Menurut dia, kecepatan menjadi faktor krusial dalam penanganan bencana karena proses pengiriman bantuan membutuhkan waktu.

Dalam penanganan bencana, Megawati menegaskan bahwa kecepatan respons menjadi kebutuhan paling utama bagi masyarakat terdampak.

Selain itu, Megawati juga meminta agar kebutuhan bayi dan balita, seperti pampers dan susu, dipastikan tersedia. Ia turut menanyakan kebutuhan tambahan lainnya untuk pembersihan material pascabencana, seperti pacul dan sekop.

“Kalau masih ada kekurangan apa lagi, segera disampaikan. Supaya jangan bolak-balik. Jadi, selagi berhubungan ini langsung dengan saya, tanyakan sama warga, apa saja sehingga saya bisa segera juga menyediakannya dan mengirimkannya dengan cepat,” kata Presiden ke-5 Republik Indonesia itu.

Sementara itu, Sri Rahayu menjelaskan Kapal RSA Laksamana Malahayati tidak hanya difungsikan sebagai sarana distribusi bantuan, tetapi juga sebagai fasilitas layanan kesehatan bagi warga terdampak. Dalam kegiatan tersebut, PDIP turut melibatkan dokter dan tenaga medis.

Selain untuk pengobatan, menurut Sri Rahayu, sebagian masyarakat juga memanfaatkan keberadaan kapal tersebut untuk berkunjung dan berfoto sebagai hiburan di tengah situasi pascabencana.

Pada Senin (12/1/2026), pihaknya memperkirakan sekitar 200 anak sekolah akan datang ke Kapal RSA Laksamana Malahayati untuk mendapatkan layanan pengobatan.

“Kami sesuai dengan perintah Ibu (Megawati), yang berobat kita siapkan bingkisan dan sekaligus juga kita membuka dapur umum,” kata Sri Rahayu. (Sumber ANTARA)