Terancam Dibekukan Purbaya, Bea Cukai Benahi Diri dan Luncurkan Tampilan Website Terbaru

Direktur Komunikasi dan Bimbingan Pengguna Jasa Bea Cukai Kemenkeu, Nirwala Dwi
Direktur Komunikasi dan Bimbingan Pengguna Jasa Bea Cukai Kemenkeu, Nirwala Dwi

Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (DJBC) Kementerian Keuangan rupayanya tak main-main dalam menanggapi ancaman Menteri Keuangan, Purbaya Yudhi Sadewa, yang bakal membekukan instansi tersebut apabila tidak berbenah diri dan memperbaiki layanannya kepada masyarakat.

Direktur Komunikasi dan Bimbingan Pengguna Jasa Bea Cukai Kemenkeu, Nirwala Dwi Heryanto mengatakan, saat ini pihaknya secara resmi memperkenalkan tampilan baru situs web www.beacukai.go.id, sebagai bagian dari upaya mempercepat transformasi digital layanan kepabeanan dan cukai.

Dia memastikan, pembaruan tersebut akan menghadirkan pengalaman akses yang lebih cepat, ringan, dan responsif. Terlebih, upaya perombakan situs ini dilakukan untuk memastikan informasi dan layanan publik bisa lebih mudah dijangkau oleh masyarakat.

Direktur Komunikasi dan Bimbingan Pengguna Jasa Bea Cukai Kemenkeu, Nirwala Dwi Heryanto

Apalagi, Nirwala juga tidak menampik bahwa pembaruan platform digital ini juga menjadi salah satu langkah awal DJBC dalam membenahi diri, setelah mendapat peringatan keras dari Menteri Keuangan, Purbaya Yudhi Sadewa.

Sebelumnya, Menkeu sempat menyoroti kinerja DJBC serta berbagai praktik penyimpangan di lapangan, termasuk undervoicing yang dinilai merugikan negara. Purbaya bahkan memberikan ultimatum bahwa jika dalam satu tahun perbaikan internal tidak menunjukkan hasil, seluruh pegawai Bea Cukai berpotensi dirumahkan.

"Bisa dikatakan seperti itu (perbaikan internal), jadi kita mengubah wajah yang baru. Dan, kita dukung karena peringatan dari Pak Purbaya itu merupakan tantangan dan cambuk bagi kami untuk menjadi lebih baik," ujar Nirwala.

Dalam pembaruan situs web kali ini, seluruh fitur pada situs web Bea Cukai didesain ulang agar lebih mobile-friendly, menyesuaikan dengan kebiasaan masyarakat yang semakin bergantung pada perangkat seluler.

Integrasi berbagai layanan kepabeanan dan cukai juga dipusatkan dalam satu portal untuk memudahkan navigasi pengguna, mulai dari regulasi, prosedur pelayanan, fasilitas kepabeanan, hingga kanal pengaduan.

"Akses layanan kepabeanan dan cukai kini lebih praktis, cepat, dan mobile-friendly. Semua layanan resmi Bea Cukai dalam satu portal digital," ujarnya.

Selain penyempurnaan antarmuka, DJBC juga memperkuat struktur konten dengan penerapan search engine optimization (SEO) agar informasi terkait kepabeanan dan cukai lebih mudah ditemukan melalui mesin pencari.