Purbaya Perintahkan Bea Cukai Jaga Pasar Domestik dari Barang Ilegal

Menteri Keuangan, Purbaya Yudhi Sadewa
Menteri Keuangan, Purbaya Yudhi Sadewa

Menteri Keuangan, Purbaya Yudhi Sadewa menegaskan, Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (DJBC) Kemenkeu harus menjaga pasar domestik dari masuknya barang selundupan, yang berpotensi merusak daya saing industri dalam negeri.

Dia menekankan, pertumbuhan permintaan domestik tidak akan optimal jika pasar dalam negeri dibanjiri barang ilegal. Barang selundupan menurutnya akan menciptakan persaingan yang tidak adil, karena berasal dari perusahaan luar negeri yang beroperasi secara ilegal.

"Kalau domestic demand dikuasai barang selundupan, perusahaan dalam negeri tidak punya ruang untuk bersaing secara fair," kata Purbaya di Kementerian Keuangan, Jakarta, Rabu, 28 Januari 2026.

Menteri Keuangan, Purbaya Yudhi Sadewa

Karenanya, Purbaya menyebut Bea Cukai berada di lini terdepan dalam menjaga pertumbuhan pasar domestik. Apabila pengawasan Bea Cukai lemah, maka akan berdampak langsung pada penerimaan negara baik dari sisi cukai maupun pajak.

"Kalau kita tidak bisa jaga pasar, cukai turun, pajak turun, saya rugi, kita semua dirugikan," ujar Purbaya.

Dia juga mengingatkan, meski dinilai stabil, namun pertumbuhan ekonomi Indonesia yang berada di kisaran 5 persen saat ini masih belum cukup untuk menyerap tambahan tenaga kerja usia produktif.

Karenanya, ekonomi perlu didorong tumbuh lebih cepat melalui pengamanan pasar domestik dan optimalisasi penerimaan negara.

Di sisi lain, Purbaya mengungkapkan bahwa penerimaan negara pada 2025 belum mencapai target, sementara belanja negara harus terus berjalan untuk menopang program prioritas pemerintah. Kondisi tersebut membuat ruang fiskal kian terbatas dan harus dikelola secara hati-hati.

Dia menegaskan akan memperketat pengawasan terhadap kinerja pejabat DJBC, dan mengingatkan agar tidak ada lagi kompromi terhadap pelanggaran terutama yang berkaitan dengan pengawasan di pelabuhan dan titik-titik strategis.

"Ke depan kita tidak boleh main-main lagi. Karena (pejabat) di posisi yang baru akan dimonitor dengan ketat, dan kalau ada hal yang mengecewakan. Saya akan atur ulang lagi," ujarnya.