Viral Warga Terpaksa Memakai Air Banjir untuk Masak dan Mencuci, Ini Risiko Kesehatannya
Belakangan ini, viral video yang memperlihatkan warga korban banjir memasak menggunakan air banjir. Akses air bersih yang minim membuat mereka terpaksa menggunakan air banjir demi bertahan hidup.
Tidak hanya digunakan untuk memasak saja, air banjir juga dimanfaatkan korban untuk mencuci hingga kegiatan MCK. Dari sisi kesehatan, langkah ini sangat berisiko, namun para korban tidak memiliki alternatif lain.
Lantas jika menelisik dari sisi kesehatan apa saja risiko yang bisa dialami ketika menggunakan air banjir untuk memasak dan kegiatan MCK? Terkait hal itu, Epidemiolog dari Griffith University, Dicky Budiman angkat bicara. Dijelaskannya bahwa air banjir itu tidak aman untuk dikonsumsi.
”Air banjir itu tidak aman untuk minum, untuk masak, untuk cuci peralatan makan, untuk sikat gigi, untuk mandi, apalagi jika ada luka ya, untuk cuci bahan makanan,” kata dia saat dihubungi VIVA.co.id, Selasa 9 Desember 2025.
Air banjir diketahui tidak layak lantaran air banjir pasti tercemar oleh kotoran manusia, hewan hingga kuman penyakit, bahkan limbah kimia hingga bangkai. Air yang tercemar jika dikonsumsi bisa berisiko menyebabkan penyakit saluran perncernaan akibat air dan makanan yang tercemar. Beberapa penyakit tersebut seperti diare akut hingga tyhpoid.
Di sisi lain, Dicky mengungkap jika terpaksa menggunakan air banjir ada prosedur yang harus dilakukan. Air banjir yang digunakan untuk minum kata Dicky, pastikan untuk menyaringnya terlebih dahulu setelahnya rebus air hingga mendidih dikisaran waktu 1 sampai 3 menit.
”Sebelum direbus itu harus tambahkan tablet penjernih air atau kolorin. Rebusnya betul-betul harus mendidih betul setelah itu, dan tanpa direbus sangat berbahaya,” kata dia.
Di sisi lain, Dicky menegaskan tidak menggunakan air banjir untuk membersihkan luka. Hal ini bisa menyebabkan masalah infeksi.
”Kalau ada luka, sebaiknya dihindarilah menggunakan air banjir itu,” kata dia.
Sementara itu, penggunaan air banjir untuk mencuci peralatan dan memasak, Dicky menyarankan untuk merebus ulang setelah dicuci.
”Untuk cuci peralatan, makan, tetap saya kira harus direbus ulang setelah dicuci. Jadi ini menurut saya hindari saja. Kolorin ini menjadi sangat penting untuk digunakan. Sekali lagi pesan pentingnya, air banjir itu air kotor dan berbahaya,” kata dia.
Menyusul dengan masalah banjir, Dicky selalu menekankan kepada pemerintah pusat dan daerah tentang pentingnya pendistribusian air bersih untuk korban bencana banjir.
”Dan itulah sebabnya saya selalu sampaikan kepada pemerintah pusat dan daerah bahwa distribusi air bersih dalam konteks bencana seperti apapun itu adalah prioritas nomor satu. Distribusi air bersih, makanan, aman sehat, dan juga MCK. Fasilitas MCK dan pos kesehatan yang aktif 24 jam. Selain itu juga tentu pentingnya pemantauan kesehatan,” kata dia.