Viral Lansia Tewas Dianiaya Pemuda di Bandung, Dedi Mulyadi Soroti Kepedulian Warga dan Beri Bantuan

Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, Viral Lansia Tewas Dianiaya Pemuda di Bandung, Dedi Mulyadi Soroti Kepedulian Warga dan Beri Bantuan, Apa respons Gubernur Jawa Barat terhadap peristiwa ini?, Bagaimana penanganan medis dan kendala biaya yang dialami korban?, Apa bentuk bantuan dan pesan Dedi Mulyadi kepada keluarga korban?, Bagaimana kronologi penganiayaan lansia di Bandung?

 Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi menyampaikan duka mendalam sekaligus keprihatinan atas kasus penganiayaan terhadap seorang lansia di Kota Bandung yang berujung meninggal dunia.

Kasus ini menyita perhatian publik setelah rekaman kejadian viral di media sosial dan memunculkan pertanyaan besar soal kepedulian sosial serta respons warga di ruang publik.

Peristiwa tragis tersebut menimpa AD (62), seorang lansia yang dianiaya oleh pemuda berinisial DRW (21). Kejadian berlangsung di depan sebuah minimarket di Jalan AH Nasution, Kecamatan Penyileukan, Kota Bandung, pada Selasa (6/1/2026) sekitar pukul 01.00 WIB dini hari.

Apa respons Gubernur Jawa Barat terhadap peristiwa ini?

Menanggapi peristiwa tersebut, Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi menyampaikan rasa duka dan keprihatinan mendalam.

Ia menilai peristiwa ini sebagai kejadian yang sangat memilukan dan mencerminkan persoalan sosial di tengah masyarakat.

"Sebuah peristiwa yang memilukan, orang tua menegur anak muda yang dicurigai mencuri, kemudian cekcok dan dianiaya, yang pada akhirnya orang tua ini meninggal," ujar Dedi Mulyadi.

Pernyataan itu disampaikan Dedi Mulyadi dalam sebuah video yang diunggah di kanal YouTube miliknya dan dikutip Tribunjabar.id, Rabu (14/1/2026).

Dalam video tersebut, Dedi Mulyadi juga tampak berkomunikasi langsung dengan istri korban, Wati, serta anak korban.

Dalam perbincangan itu, Wati mengungkapkan keprihatinannya karena banyak orang berada di lokasi kejadian, namun tidak ada yang memberikan pertolongan saat penganiayaan berlangsung.

"Banyak orang, tapi kalau lihat di video gak ada orang yang nolongin," ujar Wati.

Mendengar pernyataan tersebut, Dedi Mulyadi mengaku gusar dengan rendahnya kepedulian sosial masyarakat dalam situasi darurat.

"Di kita memang begitu," ujar Dedi.

Bagaimana penanganan medis dan kendala biaya yang dialami korban?

Dalam dialog tersebut, Dedi Mulyadi juga menanyakan terkait pembiayaan saat korban menjalani perawatan di rumah sakit.

Anak perempuan korban menjelaskan bahwa keluarga sempat menerima santunan dari pihak minimarket tempat kejadian perkara.

Saat pertama kali masuk RSUD Ujung Berung, korban harus menggunakan layanan umum dan menjalani perawatan ICU dengan biaya reguler.

"Waktu pertama di RSUD itu karena harus umum pak, alhamdulillah kita ada bantuan santunan dari pihak toko tersebut sehingga bapak bisa masuk ICU," ujar anak perempuan korban.

Korban sempat direncanakan menjalani operasi. Namun, karena terkendala biaya dan harus membayar deposit, keluarga membawa korban pulang ke rumah. Kondisi korban saat itu masih kritis dan tidak sadarkan diri.

Melihat kondisi tersebut, warga sekitar berinisiatif kembali membawa korban ke RSUD agar mendapatkan perawatan lanjutan.

Sayangnya, meski telah kembali dirawat, nyawa AD tetap tidak tertolong dan akhirnya meninggal dunia.

Anak korban menjelaskan bahwa dalam kondisi darurat tersebut, pihak keluarga tidak mengetahui adanya mekanisme pelayanan kesehatan yang bisa langsung ditanggung oleh Pemerintah Provinsi Jawa Barat.

"Kita awam pak, jadi kita tak tahu soal yang begitu, jadi kita inisiatif untuk membawa pulang dulu bapak, semalam tinggal di rumah," ujar anak perempuan korban.

Apa bentuk bantuan dan pesan Dedi Mulyadi kepada keluarga korban?

Mendengar penjelasan tersebut, Dedi Mulyadi mengaku sangat prihatin. Ia menyampaikan apresiasi kepada korban yang dinilainya telah menunjukkan tanggung jawab sosial dengan berani menegur pelaku demi menjaga lingkungan.

"Saya menyampaikan duka sebagai Gubernur Jawa Barat, saya mengucap terima kasih ada warga Jawa Barat yang bertanggung jawab terhadap lingkungan," ujar Dedi Mulyadi.

Sebagai bentuk empati dan kepedulian, Dedi Mulyadi memberikan bantuan total sebesar Rp 50 juta kepada keluarga korban, yang terdiri dari:

  • Rp 25 juta untuk membantu biaya tahlilan dan kebutuhan pascakejadian.
  • Rp 25 juta untuk membantu kebutuhan istri korban ke depan.

Mendengar bantuan tersebut, istri dan anak korban tak kuasa menahan tangis dan menyampaikan terima kasih atas perhatian Gubernur Jawa Barat.

Di akhir pernyataannya, Dedi Mulyadi berharap peristiwa ini menjadi pelajaran bersama. Ia mengimbau agar perangkat lingkungan seperti RT dan RW lebih aktif mendata warga atau tamu yang datang ke lingkungan masing-masing guna mencegah terjadinya peristiwa serupa di kemudian hari.

Bagaimana kronologi penganiayaan lansia di Bandung?

Kabid Humas Polda Jawa Barat Kombes Hendra Rochmawan menjelaskan bahwa peristiwa bermula saat pelaku berbelanja di minimarket.

Dalam proses tersebut, pelaku kepergok memasukkan sejumlah barang ke dalam jaket tanpa membayar.

"Berdasarkan hasil penyelidikan, kejadian bermula saat pelaku berbelanja di Alfamart dengan memasukkan sejumlah barang ke dalam jaketnya tanpa menggunakan keranjang belanja," ujar Kombes Hendra Rochmawan.

Aksi tersebut diketahui oleh pegawai minimarket yang kemudian menegur pelaku. Pada saat yang sama, korban AD yang berada di lokasi turut membantu menegur pelaku. Namun, niat baik korban justru berujung pada peristiwa kekerasan.

Pelaku tidak terima ditegur dan perselisihan berlanjut di depan minimarket. Dalam cekcok tersebut, pelaku melakukan penganiayaan berat terhadap korban hingga menyebabkan korban terjatuh dan tidak sadarkan diri.

Menurut keterangan kepolisian, pelaku memukul bagian rahang korban hingga terjatuh. Tidak berhenti di situ, pelaku juga menginjak leher dan dada korban, serta menampar pipi korban sebanyak dua kali.

"Pelaku memukul rahang korban hingga terjatuh, menginjak bagian leher dan dada korban, serta menampar pipi korban sebanyak dua kali hingga korban tidak sadarkan diri," ujar Kombes Hendra Rochmawan.

Korban sempat dilarikan ke RSUD Ujung Berung untuk mendapatkan perawatan intensif dan dirawat di ruang ICU. Namun, setelah menjalani perawatan, nyawa korban tidak tertolong dan dinyatakan meninggal dunia.

Sebagian artikel ini telah tayang di TribunJabar.id dan Kompas.com dengan judul "Tak Terima Ditegur, Pria di Bandung Pukul Lansia hingga Tak Sadarkan Diri".

Dalam segala situasi, KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih dari lapangan. Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme. Berikan apresiasi sekarang