3 Hari BBM Langka di Sintang, Warga Terpaksa Antre Satu Jam di SPBU

bahan bakar, Pertamina, Sintang, Pertamina Patra Niaga, 3 Hari BBM Langka di Sintang, Warga Terpaksa Antre Satu Jam di SPBU

Warga Kabupaten Sintang mengeluhkan sulitnya mendapatkan Bahan Bakar Minyak (BBM) dalam tiga hari terakhir di beberapa SPBU.

Jenis Pertalite menjadi yang paling terdampak sehingga masyarakat harus berpindah dari satu SPBU ke SPBU lain demi memperoleh bahan bakar.

Pantauan TribunPontianak, Rabu (11/2/2026), di lapangan menunjukkan bahwa antrean kendaraan roda dua dan roda empat memanjang sejak pagi, bahkan untuk BBM nonsubsidi seperti Pertamax, antrean bisa mencapai sekitar satu jam.

Tinus Viktoria, warga Sungai Tebelian, menceritakan pengalamannya kesulitan memperoleh BBM sejak pagi. 

Ia harus mengunjungi beberapa SPBU sebelum akhirnya mendapatkan bahan bakar di SPBU Tugu Beji.

Beberapa SPBU yang ia datangi tidak melayani pembelian karena stok habis atau antrean sudah terlalu panjang.

“Saya antre satu jam di SPBU Tugu Beji, padahal yang dibeli Pertamax. Pertalite sudah habis,” ujarnya.

Pertamina Lakukan Optimalisasi Distribusi

PT Pertamina Patra Niaga Regional Kalimantan tengah melakukan penyesuaian distribusi BBM di wilayah Kabupaten Sintang dan sekitarnya. 

Penyesuaian ini dilakukan karena ada perubahan operasional pada jalur pengiriman dari titik suplai ke SPBU Reguler, Non Reguler, dan Pertashop.

Edi Mangun, Area Manager Communication, Relations & CSR Regional Kalimantan PT Pertamina Patra Niaga, menjelaskan, salah satu penyebab distribusi terganggu adalah pendangkalan alur sungai akibat penurunan tinggi muka air.

“Per pagi ini, ketinggian Sungai Melawi tercatat sekitar 2,7 meter dan mengalami penurunan kurang lebih 30 sentimeter," ujar Edi dalam keterangan resmi yang diterima Kompas.com, Rabu (11/2/2026).

"Kondisi ini menyebabkan kapal pengangkut BBM belum dapat melakukan sandar dan bongkar muat di Fuel Terminal (FT) Sintang karena faktor keselamatan pelayaran,” sambungnya.

Selain itu, pengalihan suplai dari IT Pontianak dan FT Sintang menambah jarak tempuh distribusi. 

Wilayah terdampak meliputi Sintang, Kapuas Hulu, Sekadau, Melawi, dan Sanggau. 

Pertamina terus mengatur ritase mobil tangki agar distribusi tetap berjalan.

Sebagai langkah antisipatif, Pertamina mengatur ulang jadwal pengiriman, mempercepat suplai dari titik terdekat, serta mengoptimalkan armada distribusi. 

Kajian alternatif skema bongkar muat di Kecamatan Tayan Hilir, Kabupaten Sanggau, melalui metode langsung dari kapal ke mobil tangki, tengah dilakukan.

“Alternatif ini masih dalam tahap kajian teknis dan review aspek keselamatan (HSSE) untuk memastikan seluruh proses berjalan aman dan sesuai prosedur. Kami berharap langkah ini dapat semakin memperkuat kelancaran distribusi BBM di wilayah Sanggau hingga Sintang,” jelas Edi.

Pertamina juga terus memonitor penyaluran, terutama di jalur strategis, untuk memastikan layanan kepada masyarakat tetap lancar.

Masyarakat diimbau membeli BBM di lembaga resmi dan melaporkan indikasi penyimpangan melalui Pertamina Contact Center 135, email [email protected], atau media sosial @pertamina135.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang