Viral 4 Karya Warga Desa di 2025, dari Patung Macan "Lucu" di Kediri hingga Tugu Biawak Realistis

Media sosial tahun 2025 diramaikan dengan fenomena unik yang melibatkan berbagai karya seni ikonik di pedesaan Indonesia.
Mulai dari patung macan lucu di Kediri, tugu biawak realistis di Wonosobo, hingga instalasi bambu misterius di Cianjur menjadi perbincangan hangat warganet sepanjang tahun 2025.
Berikut adalah rangkuman empat karya warga desa yang viral dan menarik perhatian publik:
1. Patung Macan Putih "Lucu" di Balongjeruk, Kediri
Sebuah foto patung macan putih di Desa Balongjeruk, Kecamatan Kunjang, Kabupaten Kediri, Jawa Timur, mendadak viral karena bentuknya yang dianggap jauh dari kesan sangar.
Bukannya terlihat gagah sebagai ikon desa, warga justru menilai patung tersebut lebih mirip zebra atau kuda nil.
Kepala Desa Balongjeruk, Safi'i, mengungkapkan bahwa pembangunan patung ini murni menggunakan dana pribadi, bukan dari dana desa.
"Anggarannya bersumber dari kantong pribadi saya sendiri. Sebab, saya yang menginisiasi pembuatan patungnya," ujar Safi'i, Minggu (28/12/2025).
Data teknis patung macan putih Kediri:
- Biaya pembangunan: Rp 3,5 juta.
- Waktu pengerjaan: 18 hari.
- Dimensi: Panjang 1,5 meter, lebar 1 meter, dan tinggi total 2,5 meter (termasuk fondasi).
- Bahan: Besi dan semen.
Safi'i menjelaskan bahwa dana desa tahun ini difokuskan untuk ketahanan pangan, sehingga ia memilih merogoh kocek sendiri untuk mengangkat legenda macan putih sebagai ikon desa.
Meski hasilnya memicu tawa, ia tetap mengapresiasi masukan warga.
“Tapi hasil jadinya seperti yang sedang viral itu. Semuanya kita tampung karena kritik dan saran itu sangat penting bagi kemajuan bersama,” tandasnya.
2. Tugu Biawak Realistis di Wonosobo
Tugu Biawak di Wonosobo viral karena terlihat realistis dan hanya dibangung dengan anggaran Rp50 juta.
Berbanding terbalik dengan di Kediri, sebuah tugu biawak di Desa Krasak, Kabupaten Wonosobo, Jawa Tengah, justru menuai pujian selangit. Tugu ini dianggap sangat realistis, menyerupai biawak asli yang sedang memanjat.Karya yang rampung pada April 2025 ini merupakan buah tangan seniman lokal bernama Arianto. Tak main-main, pembangunan tugu ini menelan biaya yang cukup besar.
"Saya klarifikasi itu bukan dari anggaran desa, itu dari anggaran CSR dari kabupaten dan dibantu swadaya dari masyarakat seperti gotong-royongnya dan konsumsi selama pembangunannya," ungkap pihak pengelola, dikutip dari TribunJateng.com.
Detail tugu biawak Wonosobo:
- Anggaran: Rp 50 juta.
- Dimensi: Tinggi 7 meter dan lebar 4 meter.
- Sumber Dana: CSR Kabupaten dan swadaya masyarakat.
Keberhasilan proyek ini bahkan mendapatkan apresiasi langsung dari Bupati Wonosobo, Afif Nurhidayat, karena dianggap mampu menonjolkan nilai seni tinggi di tingkat desa.
3. Instalasi Bambu "Mistis" di Cianjur Berakhir Dibongkar
Bambu pethuk yang mampu menyeluarkan air di Cianjur, Jawa Barat ternyata hanya kreativiras seni warga
Kisah unik lainnya datang dari Kampung Limbangan, Desa Cikaroya, Kecamatan Warungkondang, Kabupaten Cianjur, Jawa Barat.Niat hati ingin mempercantik halaman rumah, seorang warga bernama Rudi (58) justru harus berhadapan dengan kerumunan massa yang menganggap karyanya memiliki kekuatan gaib.
Rudi menciptakan sebuah instalasi bambu yang mampu mengeluarkan air secara konstan dari batangnya. Hal ini memicu keyakinan warga bahwa air tersebut bersifat keramat, sehingga ratusan orang rela mengantre selama dua hari.
"Padahal semuanya serba logis, tidak ada mistis, ini hanya seni. Saya ingin karya saya dilihat, kemudian orang pulang dan berpikir," tegas Rudi.
Meski Rudi menegaskan mekanisme air tersebut adalah murni teknik kreativitas dan logika, situasi di lapangan menjadi tidak terkendali.
Kepala Desa Cikaroya, Encep Mahmudin, membenarkan bahwa keajaiban teknis tersebut membuat orang awam bingung.
“Memang bagi orang awam ini terlihat aneh, tidak ada pasokan air tetapi bisa mengalir terus-menerus,” katanya.
Demi menghindari kegaduhan dan potensi kesalahpahaman yang lebih luas di masyarakat, pemerintah desa akhirnya memutuskan untuk membongkar instalasi bambu tersebut.
4. Patung Noyo Gimbal
Penampakan Patung Noyo Gimbal yang berada di Desa Bangsri, Kecamatan Jepon, Kabupaten Blora, Jawa Tengah, pada Senin (28/4/2025)
Patung Noyo Gimbal ini berada di Desa Bangsri, Kecamatan Jepon, Kabupaten Blora, Jawa Tengah.Patung yang dibuat dengan anggaran bantuan provinsi (Banprov) senilai Rp 100 juta itu mampu menyedot perhatian sekitar 600.000 pengunjung pada tahun 2024 lalu.
"Wisatawan di tahun 2024 kemarin mencapai 600.000," ucap Kepala Desa Bangsri, Yannanta Laga Kusuma, saat ditemui wartawan di objek wisata Noyo Gimbal View, Senin (28/4/2025).
Laga menyebut anggaran Rp 100 juta itu tidak semuanya digunakan untuk membuat patung tokoh asal wilayah tersebut.
"Jadi, ini adalah anggarannya dari bantuan provinsi senilai Rp 100 juta. Jadi, itu belum kepotong pajak PPN PPh," kata dia.
Patung setinggi sekitar 8 meter itu dibuat oleh seniman lokal bernama Derry Gudha Dharma dan dibantu para pemuda kreatif pada tahun 2023 lalu. Bahkan, dirinya menyebut patung itu merupakan yang paling besar di Kabupaten Blora.
"Jadi termasuk paling terbesar di Kabupaten dan kalau konstruksinya bisa bertahan sampai ratusan tahun karena kita menggunakan konstruksi yang benar-benar sesuai speknya," terang dia.
Di sekitar patung Noyo Gimbal atau Noyo Sentiko terdapat puluhan spot wisata ataupun kuliner yang menjadi tujuan para wisatawan.
Dalam segala situasi, KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih dari lapangan. Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme. Berikan apresiasi sekarang