Viral! Bos WO Ayu Puspita Tipu Klien Ratusan Juta, Ternyata Uangnya Buat DP Rumah
Kasus dugaan penipuan layanan pernikahan yang melibatkan pemilik wedding organizer (WO) Ayu Puspita terus menjadi sorotan publik. Insiden penggerebekan oleh puluhan klien pada Minggu sore, 7 Desember 2025, kini berbuntut panjang hingga resmi ditangani oleh Polda Metro Jaya.
Berdasarkan keterangan polisi, total 87 klien melapor mengalami kerugian akibat layanan yang tidak sesuai dengan paket pernikahan yang dijanjikan. Scroll lebih lanjut yuk!
Dalam video yang beredar luas di media sosial, Ayu Puspita terlihat memberikan penjelasan mengenai persoalan yang terjadi di internal usahanya.
Ia menyebut bahwa manajemen keuangan perusahaannya mengalami kekacauan setelah menggunakan dana dari klien baru untuk menutup kebutuhan acara sebelumnya.
Kondisi itu disebutnya sebagai penyebab utama keterlambatan hingga kegagalan dalam penyediaan layanan.
Bahkan, Ayu secara langsung mengakui bahwa sebagian dana klien digunakan untuk kepentingan pribadi, termasuk pembayaran uang muka rumah.
“Saya pakai sebagian dana untuk bayar DP rumah tapi sekarang sedang berusaha menjual rumah itu untuk mengembalikan uang klien,” kata Ayu Puspita, dikutip Selasa 9 Desember 2025.
Ayu juga berjanji akan mengembalikan seluruh dana klien 100 persen dalam waktu tiga minggu. Ia mengklaim saat ini tengah berupaya menjual asetnya demi menutup kerugian yang muncul.
WO milik Ayu Puspita dikenal sebagai vendor yang menawarkan paket pernikahan lengkap, mulai dari venue, dekorasi, katering, hingga dokumentasi.
Selama beberapa tahun terakhir, vendor ini kerap tampil dalam berbagai wedding fair di sejumlah pusat perbelanjaan besar di Jakarta.
Popularitasnya membuat banyak calon pengantin tertarik memesan paket yang terlihat profesional dan lengkap.
Namun, di balik reputasi tersebut, para klien mengaku tidak mendapatkan layanan sesuai janji. Mereka menyebut acara yang dijanjikan tidak terlaksana atau dipenuhi dengan berbagai kendala besar.
Kepala Unit Reserse Kriminal Polsek Cipayung, Iptu Edy Handoko, membenarkan adanya penggerebekan oleh para klien. Ia menyampaikan bahwa korban berasal dari berbagai daerah seperti Cileungsi, Bogor, Cimanggis, hingga Bekasi.
"Memang betul kejadian itu. Tapi korbannya banyak, ada yang dari Cileungsi, Bogor, Cimanggis, Bekasi, dan ada juga yang datang ke sini (Polsek Cipayung). Karena sudah ada laporan di Polda, korban-korban itu langsung diarahkan ke Polda Metro," kata Edy.
Sementara itu, Kepala Satuan Reserse Kriminal Polres Metro Jakarta Utara, Ajun Komisaris Besar Polisi Onkoseno G Sukahar, menegaskan bahwa lima orang dari pihak WO, termasuk Ayu Puspita, telah diamankan.
"Ada lima orang dari pihak WO itu sekarang lagi kita periksa. Iya termasuk (Ayu Puspita) dan staf-stafnya," ujar Onkoseno.
Ia menambahkan, jumlah korban yang sudah melapor mencapai puluhan orang.
"Laporan ke kami 87 orang yang terjadi di berbagai tempat. (Bentuk penipuan) dia menawarkan paket pernikahan, pada kenyataannya dia tidak memenuhi ketentuan itu," kata dia.
Dengan jumlah kerugian yang ditaksir mencapai ratusan juta rupiah, polisi kini mendalami dugaan penipuan berantai yang dilakukan oleh WO tersebut. Fokus penyelidikan diarahkan pada aliran dana klien serta penggunaan dana perusahaan yang diduga dikelola secara tidak profesional.
Sementara itu, para korban berharap uang mereka dapat segera dikembalikan dan kasus ini dapat menjadi pelajaran agar calon pengantin lebih berhati-hati dalam memilih vendor pernikahan.