Polres Jakut Ungkap Ayu Puspita Tak Punya Dana untuk Gelar Pesta Klien Sepanjang Desember
Kasus dugaan penipuan wedding organizer (WO) Ayu Puspita terus melebar. Polres Metro Jakarta Utara menyampaikan bahwa Ayu Puspita tidak sanggup memenuhi seluruh pesanan acara yang sudah dibooking para kliennya untuk periode Desember 2025. Informasi tersebut disampaikan setelah pihak kepolisian memanggil dan memeriksa yang bersangkutan.
Pihak Polres Jakarta Utara menjelaskan bahwa ketidakmampuan Ayu dalam menyelenggarakan sisa kegiatan para pelanggan menjadi salah satu alasan para korban didorong untuk segera membuat laporan resmi. Polisi juga membuka ruang seluas-luasnya bagi seluruh klien yang merasa dirugikan, dengan syarat menyertakan bukti transfer atau dokumen pembayaran lainnya.
Kepolisian memastikan dalam waktu dekat akan menggelar konferensi pers guna menjelaskan perkembangan penanganan perkara. Para korban berharap proses hukum tidak berhenti pada pengakuan ketidakmampuan Ayu semata, tetapi juga ada mekanisme pengembalian dana sesuai pembayaran yang telah mereka serahkan.
Kepala Satuan Reserse Kriminal Polres Metro Jakarta Utara, AKBP Onkoseno G Sukahar, membenarkan 5 orang dari pihak WO Ayu Puspita telah diamankan untuk pemeriksaan lanjutan. Ia menyebut Ayu Puspita turut diamankan bersama beberapa stafnya. Onkoseno menjelaskan bahwa laporan yang masuk telah mencapai puluhan, dengan nilai kerugian ditaksir ratusan juta rupiah. Ia mengatakan bahwa modus yang diadukan pelanggan berkaitan dengan paket pernikahan yang dijanjikan tetapi tidak dipenuhi.
Penggerebekan rumah Bos Wedding Organizer (WO) Ayu Puspita
"Ada 5 orang dari pihak WO itu sekarang lagi kita periksa. Iya termasuk (Ayu Puspita) dan staf-stafnya," kata AKBP Onkoseno.
Penggerebekan terhadap Ayu Puspita sebelumnya terjadi pada Minggu, 7 Desember 2025. Peristiwa itu berlangsung setelah sejumlah klien mendatangi rumahnya di kawasan Kayu Putih, Jakarta Timur, karena merasa dirugikan. Kepala Unit Reserse Kriminal Polsek Cipayung, Iptu Edy Handoko, menyampaikan bahwa korban berdatangan dari berbagai daerah seperti Cileungsi, Bogor, Cimanggis, hingga Bekasi. Ia menambahkan bahwa para korban telah diarahkan langsung ke Polda Metro Jaya karena laporan resmi sudah tercatat di tingkat Polda.
Situasi sempat memanas di lokasi hingga kepolisian harus turun tangan. Kapolres Metro Jakarta Timur, Komisaris Besar Polisi Alfian Nurrizal, mengatakan bahwa sekitar dua ratus orang berkumpul di kediaman Ayu Puspita untuk menuntut pertanggungjawaban. Ia menyebut polisi bergerak cepat untuk mengendalikan situasi yang mulai tidak kondusif.
Dana Dipakai untuk DP Rumah Ayu Puspita.
Di sisi lain, kasus ini semakin menjadi perhatian setelah rekaman video penjelasan Ayu Puspita beredar luas di media sosial. Dalam video tersebut, Ayu mengakui adanya persoalan serius dalam manajemen keuangan internal usahanya. Ia menyampaikan bahwa dana dari klien baru digunakan untuk menutup kebutuhan acara sebelumnya, sehingga menimbulkan kekacauan arus kas dan berdampak pada keterlambatan hingga kegagalan layanan.
Ayu juga mengakui bahwa sebagian dana yang diberikan klien sempat dipakai untuk kepentingan pribadi. Ia menyebut salah satunya adalah pembayaran uang muka rumah. Dalam pernyataannya, Ayu mengatakan sedang berupaya menjual rumah tersebut sebagai bentuk upaya mengembalikan kerugian para klien.
“Saya pakai sebagian dana untuk bayar DP rumah tapi sekarang sedang berusaha menjual rumah itu untuk mengembalikan uang klien,” ujar Ayu Puspita dalam video yang beredar, dikutip Selasa 9 Desember 2025.