Reni Diiming-imingi Gaji Rp15 Juta per Bulan di China, Ternyata Dijual Jadi Pengantin Pesanan
- Kasus Reni Rahmawati jadi korban Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO) di China mulai terungkap. Polda Jawa Barat (Jabar) berhasil memulangkan Reni ke Tanah Air. Suasana haru menyelimuti Mapolda Jabar saat Reni Rahmawati (24), warga Sukabumi, akhirnya berhasil dipulangkan ke Indonesia setelah menjadi korban kasus pengantin pesanan di China. Reni sebelumnya dilaporkan keluarganya karena diduga menjadi korban TPPO.
Hasil penyelidikan Ditreskrimum Polda Jawa Barat mengungkap bahwa Reni dijual oleh dua agen ilegal asal Indonesia yang telah ditangkap dan ditahan. Keduanya diduga menipu Reni dengan iming-iming pekerjaan dan gaji hingga Rp15 juta per bulan.
Kapolda Jawa Barat Irjen Pol Rudi Setiawan
Polda Jabar bekerja sama dengan Imigrasi dan KJRI Guangzhou berkoordinasi dengan kepolisian China. Dari hasil penelusuran, Reni ditemukan dalam kondisi sudah dinikahkan secara resmi dengan seorang pria di China.
Setelah melalui proses hukum, termasuk pengurusan perceraian, Reni akhirnya berhasil dipulangkan ke tanah air.
Kapolda Jawa Barat Irjen Pol Rudi Setiawan membenarkan bahwa Reni dijebak dua tersangka yang menawarinya pekerjaan fiktif.
"Korban dijanjikan pekerjaan dengan gaji Rp15 juta per bulan. Namun sesampainya di China, korban dinikahkan. Kami dalami apakah ada korban lain,”kata Kapolda, Jabar Irjen Pol Rudi Setiawan, Selasa (18/11/2025/.
Reni mengaku sangat bersyukur telah kembali ke Indonesia dan berkumpul dengan keluarganya.
"Di sana tidak ada pelecehan maupun kekerasan fisik. Saya bersyukur bisa kembali,”** katanya singkat.
Perwakilan KJRI Guangzhou, ndah Megawati, menambahkan bahwa pemulangan Reni dilakukan setelah proses koordinasi intens dengan otoritas setempat.
Polda Jawa Barat dan Kementerian Luar Negeri mengimbau masyarakat agar tidak mudah percaya dengan tawaran pekerjaan bergaji besar apalagi yang disebarkan melalui media sosial. Warga juga diminta segera melapor jika ada anggota keluarga atau kerabat yang mengalami kejadian serupa. (Laporan Cepi Kurnia, tvOne, Bandung)