Cerita Pasangan Korban WO Ayu Puspita yang Raib Rp150 Juta, Begini Modusnya
Kasus dugaan penipuan yang menyeret pemilik Wedding Organizer (WO) Ayu Puspita terus meluas. Hingga Senin 8 Desember 2025, Polres Metro Jakarta Utara dan sejumlah kepolisian daerah lain telah menerima banyak laporan dari pasangan yang mengaku dirugikan.
Kapolres Metro Jakarta Utara, Kombes Pol Erick Frendriz mengatakan laporan sudah masuk sejak dua hari lalu. Ia menjelaskan bahwa beberapa orang yang diduga terkait telah diamankan. Erick menerangkan bahwa WO tersebut menerima pembayaran penuh untuk mengurus pernikahan para klien, namun pada hari pelaksanaan acara layanan itu tidak diberikan sebagaimana disepakati.
Menurut Erick, WO Ayu Puspita diketahui telah menerima uang untuk mengurus seluruh rangkaian pesta pernikahan atau resepsi tetapi pada hari H tidak terlaksana sesuai perjanjian. Ia menegaskan bahwa seluruh pihak yang terlibat tengah diperiksa lebih lanjut.
wedding organizer (WO) Ayu Puspita
Pengakuan Korban: Semua Layanan Tidak Hadir di Hari H
Pasangan Reza Sulistiano dan Meizia Ananda Rizki menjadi salah satu korban dengan kerugian yang mencapai sekitar Rp150 juta. Reza menuturkan bahwa sehari sebelum pernikahan, pihak WO menginformasikan bahwa katering tidak tersedia karena adanya klien lain yang belum melunasi pembayaran. Namun, ia mengatakan pada hari H bukan hanya katering yang tidak muncul, melainkan seluruh layanan hilang sama sekali.
“Dan pada saat hari H benar-benar semuanya blas enggak datang sama sekali. Bukan catering aja semuanya, semuanya enggak ada,” ujar Reza dikutip tvOne.
Meizia menambahkan bahwa dekorasi dan janur yang dijanjikan juga tidak ada. Padahal, mereka telah mengambil paket lengkap yang mencakup dekorasi, catering, entertainment, fotografer, MUA, hingga busana. Meizia mengatakan seluruh layanan itu seharusnya diurus oleh pihak WO secara menyeluruh.
Reza mengungkapkan total pembayaran yang ia keluarkan mencapai Rp114.100.000 dengan tambahan promo dari WO yang membuat nilai kerugian sebenarnya berada di kisaran Rp150 juta. Ia menuturkan bahwa laporan resmi telah ia masukkan ke Polres Tangerang Selatan dan kini dalam proses penanganan.
WO Ayu Puspita
Cerita Awal: Pertemuan Profesional dan Tanpa Kecurigaan
Pasangan ini mengaku tidak pernah menaruh kecurigaan sejak pertemuan awal. Reza menjelaskan bahwa pada 19 November mereka mengikuti technical meeting di kantor WO. Ia menyebut seluruh vendor hadir, mulai dari pihak IT, katering, dekorasi, crew on the day, hingga MC dari luar. Semua terlihat normal dan meyakinkan.
Meizia mengatakan Ayu Puspita tidak hadir dalam pertemuan itu, tetapi ia pernah bertemu Ayu saat Wedding Expo di Balai Kartini. Menurutnya, keberadaan WO di ajang exibition besar itu membuatnya merasa aman dan tidak menyangka akan ada potensi penipuan.
Dari riset yang mereka lakukan sebelumnya juga tidak terlihat tanda-tanda mencurigakan. Reza menyebut hampir setiap pekan WO tersebut tampak mengerjakan acara klien lain. Ia menduga pola gali lubang tutup lubang menjadi strategi yang digunakan hingga akhirnya meledak pada tanggal acara mereka, 6 hingga 7 Desember.
Kesaksian MUA: Pengantin Menangis di Hotel
Cerita menyedihkan juga datang dari seorang Makeup Artist (MUA) dengan akun Instagram @makeupby_ciane. Dalam unggahannya, ia menyebut klien pengantinnya menjadi korban penipuan WO. Ia menjelaskan bahwa seluruh komunikasi booking dilakukan oleh WO sehingga ia tidak berhubungan langsung dengan pengantin.
MUA itu mengatakan ia baru mengetahui adanya masalah ketika mendapat kabar dari tim WO pada pukul dua pagi bahwa pemilik WO telah ditangkap polisi dan banyak vendor lain yang belum dibayar. Ia mengaku hanya menerima uang DP.
Dalam kondisi setengah sadar usai bangun tidur, ia mengaku bingung apakah harus tetap berangkat ke venue karena ada risiko tidak dibayar. Namun ia memikirkan kondisi pengantin. Sesampainya di lokasi acara, ia mendapati area tersebut kosong tanpa tanda dekorasi atau persiapan apa pun. Pihak WO kemudian memintanya menuju hotel.
Di hotel, ia melihat pengantin dalam kondisi menangis dan sembab. Ia mengaku iba dan berusaha menenangkan kliennya sambil tetap menjalankan pekerjaannya.
Jumlah Korban Tembus 230 Pasangan
Setelah cerita para korban viral di media sosial, laporan demi laporan berdatangan. Warganet menemukan pola serupa, yakni klien diminta melunasi pembayaran penuh namun layanan tidak disediakan. Sedikitnya 230 pasangan dilaporkan menjadi korban dengan total kerugian ditaksir mencapai Rp16 miliar.
Para korban menilai pola yang dilakukan WO Ayu Puspita terbilang seragam, yaitu menawarkan paket pernikahan lengkap tetapi tidak merealisasikan layanan pada hari pelaksanaan. Beberapa layanan hadir sebagian, namun banyak yang tidak hadir sama sekali.
Modus WO Ayu Puspita
Dari pengakuan korban dan vendor, modus yang teridentifikasi antara lain:
WO meminta pembayaran penuh di awal dengan iming-iming paket lengkap. Namun, ketika acara berlangsung, layanan tidak diberikan atau hanya sebagian kecil yang hadir. Alasan yang disampaikan pihak WO kerap berubah-ubah, termasuk alasan mengenai klien lain yang belum melunasi biaya, sehingga mereka disebut kesulitan menyediakan layanan.
Kasus ini kini terus didalami pihak kepolisian, sementara para korban berharap uang mereka dapat kembali dan pelaku mendapat pertanggungjawaban hukum.