Batistuta Sebut Sepak Bola Berubah, "Nomor 9" Sudah Punah

Gabriel Batistuta, Argentina, drawing Piala Dunia 2026, Lautaro Martinez, Julian Alvarez, Timnas Argentina, drawing piala dunia 2026, Batistuta Sebut Sepak Bola Berubah,

Bomber legendaris, Gabriel Batistuta, menyebut nomor 9 sudah punah di era sepak bola modern.

Gabriel Batistuta dikenal sebagai striker ganas di kotak penalti. Pria bernama lengkap Gabriel Omar Batistuta itu jago mencari ruang dan punya tembakan keras yang kerap jadi momok menakutkan para penjaga gawang.

Nama Batistuta kian melegenda mengingat tipe striker seperti dirinya kini susah dicari di lanskap sepak bola modern.

Penyerang bertipe bomber macam Batistuta dan para kolega di eranya aktif bermain seperti Christian Vieri, Filippo Inzaghi, Oliver Bierhoff, dan Hernan Crespo seperti telah hilang di sepak bola masa kini.

"Sepak bola terus berkembang. Seorang No.9 seperti Batistuta atau (Christian) Vieri sudah tidak ada lagi," ujar Batistuta dilansir dari Football Italia.

"Penyerang yang berada di sana dan mendominasi area kotak penalti dengan cara tertentu, yang membuktikan layak mengenakan seragam dengan tetap berada di dalam kotak penalti dan memanfaatkan setiap sentimeter, sekarang sudah berbeda."

"Mereka bergerak ke mana-mana, mereka banyak bergerak," ucap pria yang mencetak 183 gol dalam 318 pertandingan di Serie A itu.

Gabriel Batistuta melegenda bersama Fiorentina yang pernah dibelanya selama sembilan tahun. Bahkan, ia sempat dibuatkan patung di Stadion Artemio Franchi.

Ia juga dicintai fan AS Roma. Sebab, Batistuta merupakan mesin gol andalan Roma ketika jadi juara Liga Italia pada 2000-2001.

Di level tim nasional, jejak Batistuta adalah torehan 54 gol dalam 78 pertandingan. Ia merupakan merupakan pencetak gol terbanyak kedua dalam sejarah Argentina, cuma kalah dari Lionel Messi (115 gol dalam 196 penampilan).

Batistuta baru-baru ini menghadiri acara drawing Piala Dunia 2026 di Kennedy Center, Washington DC, Amerika Serikat, Jumat (5/12/2025).

Dalam kesempatan itu, Batistuta turut mengomentari tentang situasi terkini tim nasional Argentina.

Gabriel Batistuta, Argentina, drawing Piala Dunia 2026, Lautaro Martinez, Julian Alvarez, Timnas Argentina, drawing piala dunia 2026, Batistuta Sebut Sepak Bola Berubah,

Gabriel Batistuta merayakan gol Argentina ke gawang Belanda pada partai Piala Dunia 1998 di Stadion Velodrome, 4 Juli 1998.

Batistuta Sorot Masalah Bagus Argentina

Ia tentu menyinggung dua penyerang berkualitas yang berebut status inti di skuad Argentina asuhan Lionel Scalone.

Dua penyerang yang dibahas Batistuta adalah Lautaro Martinez dan Julian Alvarez.

"Saya suka mereka berdua. Ini masalah yang bagus untuk Scaloni. Saya tidak tahu bagaimana dia akan membuat pilihan," kata Batistuta kepada TyC Sports.

"Mereka berdua bermain, mencetak gol, menekan, menguasai bola, dan mengoper bola. Saya tidak melihat perbedaan apa pun. Terlebih lagi, mereka berdua adalah pemimpin bagi tim masing-masing dan, sendirian, bisa menyulitkan pertahanan lawan," ucap pria kelahiran Reconquista, Santa Fe, 56 tahun silam itu.

Alih-alih memiih satu, Batistuta melihat Lautaro dan Julian Alvarez bisa berpartner di lini depan.

"Mereka mungkin bisa bermain bersama, tetapi mereka seharusnya diminta. Dari luar, sepertinya begitu. Tetapi dalam kasus ini, salah satu harus berkorban lebih banyak daripada yang lain, dituntut untuk meninggalkan zona nyamannya dan bermain untuk yang lain, tetapi dari luar, tampaknya mereka bisa bermain bersama," ucap Batistuta yang pernah membawa Argentina juara Copa America 1991 dan 1993.

Dalam segala situasi, KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih dari lapangan. Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme. Berikan apresiasi sekarang