Siapa Sangka, Masa Kecil Ternyata Bisa Memengaruhi Kejantanan Pria Saat Dewasa

ilustrasi pria berjanggut, cegukan, sendawa
ilustrasi pria berjanggut, cegukan, sendawa

 Sebuah studi terbaru menemukan kaitan yang cukup mengejutkan antara masa kecil seseorang dan kejantanan mereka. Ya, para pria, meski terdengar aneh, cara kamu dibesarkan saat kecil ternyata bisa berpengaruh pada ukuran organ intimnya saat dewasa.

Mungkin sekarang kamu sedang mencoba memahami, apa sebenarnya yang kamu lakukan di masa remaja hingga bisa membuat ’senjata’ kamu jadi lebih panjang atau justru lebih pendek. Bisa jadi pikiranmu langsung melayang ke kenangan masa kecil saat mandi sambil iseng menarik-narik Mr. P.

Taukah kamu, sebuah studi yang dipublikasikan dalam Journal of Sexual Medicine ini menemukan bahwa pola asuh dan kondisi tubuh saat kecil memang bisa memengaruhi ukuran penis, dan sayangnya bukan ke arah yang positif. Penelitian ini dilakukan oleh para ilmuwan asal Vietnam yang meneliti ukuran penis pria yang datang ke Rumah Sakit Universitas Kedokteran Hanoi.

Menjelaskan alasan penelitian ini dilakukan, para penulis menyebutkan, ukuran penis telah lama menjadi topik yang menarik secara medis dan budaya. Penelitian sebelumnya sebagian besar hanya menyoroti hubungan faktor-faktor terbatas saat dewasa dengan parameter penis.

”Saat membahas obesitas sebagai faktor penting yang memengaruhi penis, penelitian biasanya hanya melihat indeks massa tubuh (BMI), tanpa mempertimbangkan indikator lain. Selain itu, dampak obesitas pada masa kanak-kanak terhadap ukuran penis belum banyak diteliti, sehingga masih terdapat celah pengetahuan,” demikian bunyi penelitian tersebut dikutip dari laman Unilad, Jumat 19 Desember 2025.

Ya, para peneliti Vietnam ini memang ingin mengetahui apakah obesitas di masa kanak-kanak bisa menghambat pertumbuhan penis. Dan jika kamu dulu termasuk bocah yang gemuk, hasil penelitian ini mungkin cukup bikin kecewa. Mereka menemukan adanya hubungan antara perut buncit saat kecil dengan ukuran penis yang lebih pendek saat dewasa.

Peneliti mengamati 290 pria yang menjalani pemeriksaan kesehatan reproduksi antara Juni 2023 hingga Juli 2024. Mereka menggunakan foto-foto lama masa kecil untuk memperkirakan tingkat kelebihan berat badan saat anak-anak, lalu mengukur berbagai bagian penis para peserta ketika sudah dewasa.

Rata-rata, panjang penis dalam kondisi lemas adalah 8,9 cm, dan bertambah menjadi 14,4 cm saat diregangkan. Hasilnya menunjukkan bahwa pria yang mengalami obesitas saat kecil cenderung memiliki ukuran penis yang lebih pendek saat dewasa, baik dalam kondisi lemas maupun diregangkan.

Menariknya, kelebihan berat badan saat dewasa tidak terbukti memengaruhi ukuran penis secara nyata. Namun, hal itu memengaruhi tampilan visualnya. Salah satu contohnya adalah penumpukan lemak di area kemaluan, yang membuat penis terlihat lebih pendek.

Para dokter juga mencatat bahwa lingkar pinggang dan pinggul yang lebih besar berkaitan dengan sedikit perbedaan ukuran. Selain itu, pria yang disunat sejak kecil juga menunjukkan sedikit penurunan panjang penis saat diregangkan.

“Obesitas pada masa kanak-kanak berkaitan dengan pertumbuhan penis, sedangkan obesitas saat dewasa lebih memengaruhi tampilan penis, bukan ukuran sebenarnya. Karena itu, diperlukan intervensi sejak dini untuk mengurangi dampak jangka panjang obesitas masa kanak-kanak terhadap perkembangan penis,” demikian kesimpulan penelitian tersebut.

Meski hubungan tersebut ditemukan, para peneliti menegaskan bahwa penelitian lanjutan masih diperlukan. Pasalnya, metode utama yang digunakan mengandalkan model 3D dari foto-foto masa kecil, yang berpotensi menimbulkan bias ingatan dan kesalahan sistematis.