Efek Domino Regulasi, Tenaga Kerja di Industri Rokok Elektrik Berpotensi Melonjak atau Terpangkas?
Industri rokok elektrik Indonesia kembali berada dalam perbincangan setelah dinamika regulasi memperkuat ketidakpastian di sektor ini. Dalam beberapa tahun terakhir, industri ini tumbuh pesat, namun tekanan kebijakan serta melemahnya daya beli membuat arah bisnis berubah cepat.
Perubahan tersebut tak hanya berdampak pada produksi dan distribusi, tetapi juga potensi serapan tenaga kerja yang selama ini menjadi salah satu indikator penting perkembangan industri.
Menurut Asosiasi Personal Vaporizer Indonesia (APVI), perlambatan mulai terlihat. Meski begitu, prospek jangka menengah dianggap belum sepenuhnya suram.
Penerimaan cukai 2024 mencapai Rp2,65 triliun, tumbuh 43,7 persen dari tahun sebelumnya. Sementara itu, Perkumpulan Produsen E-Liquid Indonesia (PPEI) menaksir ekosistem industri telah menyerap 150–200 ribu pekerja, dengan proyeksi bisa menyentuh 280 ribu orang pada 2030 apabila stabilitas regulasi terjaga.
Angka ini menunjukkan bahwa kebijakan pemerintah dapat menjadi faktor kunci penentu apakah industri akan memperluas lapangan kerja atau terpaksa melakukan penyesuaian.
Kajian laboratorium Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) yang dirilis November 2025 ikut menjadi referensi awal dalam penyusunan kebijakan pengendalian tembakau yang lebih proporsional. Kajian tersebut menekankan pentingnya pengawasan mutu, pelabelan yang lebih jelas, serta metode pengujian yang mengacu pada standar internasional.
Temuan ini memperlihatkan bahwa pengetatan regulasi bukan semata membatasi industri, tetapi diarahkan untuk mendorong praktik usaha yang lebih terukur. Dalam konteks itu, PT Delta Sukses Teknologi menjadi salah satu produsen yang menjalankan penyesuaian melalui penguatan standar dan kepatuhan.
“Pengawasan berlapis, standarisasi pengujian, transparansi komposisi, serta disiplin terhadap protokol merupakan fondasi kerja perusahaan kami dalam mengembangkan setiap produk,” kata Ira Octaviera, Commercial and Corporate Director PT Delta Sukses Teknologi, sebagai dikutip dari siaran pers, Jumat, 28 November 2025.
Ira menegaskan bahwa perkembangan industri tidak lagi cukup hanya mengandalkan perluasan pasar. “Industri ke depan bukan hanya soal ekspansi, tetapi juga bagaimana bertumbuh dengan standar yang lebih tinggi, menghadirkan produk yang sesuai regulasi, serta mengedepankan edukasi dan komunikasi yang lebih dekat dengan konsumen,” paparnya.
Perusahaan ini sendiri merilis dua produk, DWAY Ultra dan DJOY BEAM Series, di mana diklaim memiliki formulasi yang sudah melalui proses uji mutu ketat, dan telah memenuhi regulasi dalam negeri serta standar internasional Tobacco Products Directive (TPD – 2014/40/EU) dari Uni Eropa.
Menurut perusahaan, upaya menjaga mutu dan memastikan proses tetap mengikuti protokol menjadi bagian dari strategi adaptasi terhadap arah pasar. “Kami ingin menjadi contoh bahwa inovasi dan kepatuhan bisa berjalan beriringan. Ke depan, kami akan terus memperkuat riset, pengembangan, serta penerapan standar untuk memberikan kontribusi lebih luas bagi industri nasional,” kata Ira.