Kopdes Merah Putih Bisa Serap 1,4 Juta Tenaga Kerja
Program Koperasi Desa (Kopdes) Merah Putih tidak hanya ditujukan untuk memperkuat ekonomi desa, tetapi juga membuka lapangan kerja dalam skala besar.
Program tersebut diperkirakan mampu menyerap lebih dari 1,4 juta tenaga kerja di seluruh Indonesia apabila target pembangunan 80.000 unit Kopdes Merah Putih tercapai pada 2029.
Kepala Badan Komunikasi Pemerintah (Bakom RI) Muhammad Qodari mengatakan bahwa hal tersebut menjadi salah satu aspek penting dalam pembangunan Kopdes Merah Putih selain menyediakan kebutuhan masyarakat dengan harga yang terjangkau.
Menurutnya, kehadiran Kopdes Merah Putih juga membuka peluang bagi masyarakat setempat untuk memperoleh pekerjaan. Sebab, selain seorang manajer yang direkrut melalui proses seleksi nasional, setiap unit juga mempekerjakan 17 warga lokal untuk menjalankan operasional koperasi.
"Setiap gerai Kopdes Merah Putih melibatkan satu manajer yang telah mengikuti rekrutmen nasional, serta 17 pekerja lokal yang seluruhnya diprioritaskan berasal dari desa setempat," ujar Qodari dalam konferensi pers, Rabu, 10 Juni 2026.
Ia menjelaskan bahwa para pekerja lokal tersebut mengisi berbagai posisi, mulai dari asisten manajer, kasir, pramuniaga, petugas simpan pinjam, petugas gudang, sopir, hingga petugas keamanan.
Menurut Qodari, skema tersebut dirancang agar manfaat ekonomi Kopdes Merah Putih tidak hanya dirasakan melalui aktivitas usaha koperasi, tetapi juga melalui penciptaan lapangan kerja di desa-desa.
"Melalui Kopdes Merah Putih, negara hadir membangun sistem dan ekosistem yang kuat untuk ekonomi masyarakat desa agar petani tersenyum, usaha warga desa tumbuh, dan anak muda desa memiliki pekerjaan serta harapan untuk sukses," jelasnya.
Saat ini, lanjutnya, pemerintah terus mempercepat pembangunan Kopdes Merah Putih. Hingga 8 Juni 2026, sebanyak 1.061 unit telah beroperasi, terdiri atas 530 unit di Jawa Timur dan 531 unit di Jawa Tengah. Seluruhnya diresmikan secara simbolis oleh Presiden Prabowo Subianto di Desa Nglawak, Kabupaten Nganjuk, Jawa Timur, pada 16 Mei lalu.
Berdasarkan data PT Agrinas Pangan Nusantara, sebanyak 23.010 titik Kopdes Merah Putih saat ini sedang dalam proses pembangunan. Dari jumlah tersebut, sebanyak 12.232 titik telah rampung secara fisik dan tengah memasuki tahap persiapan operasional.
Pemerintah menargetkan pembangunan Kopdes Merah Putih terus dipercepat. Sekitar 20.000 unit ditargetkan dapat diresmikan pada Agustus mendatang, sementara keseluruhan target 80.000 unit diharapkan dapat diselesaikan secara bertahap hingga 2029.
"Dari informasi dari PT Agrinas Pangan Nusantara, sebanyak 20.000 titik ditargetkan dapat diresmikan pada Agustus mendatang," pungkasnya.
Selain itu, Qodari menambahkan bahwa pemerintah melalui Panitia Seleksi Pengadaan Sumber Daya Manusia Kopdes Merah Putih dan Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP) masih memproses rekrutmen 30.000 calon manajer Kopdes Merah Putih yang akan berada di bawah naungan PT Agrinas Pangan Nusantara.
Mengutip data tim seleksi, sebanyak 639.732 pelamar telah mendaftar untuk posisi manajer Kopdes Merah Putih dan pegawai KNMP pada periode pendaftaran 15–24 April 2026. Dari jumlah tersebut, sebanyak 483.648 peserta dinyatakan lolos seleksi administrasi dan berhak mengikuti seleksi kompetensi.
Adapun hingga 17 Mei 2026, sebanyak 101.158 peserta berhasil lolos seleksi kompetensi dan telah mengikuti seleksi kompetensi tambahan pada 20–31 Mei 2026, yang meliputi Tes Mental Ideologi dan Uji Pemeriksaan Kesehatan.
"Para pelamar yang lolos berstatus pegawai BUMN di bawah PT Agrinas Pangan Nusantara dengan skema Perjanjian Kerja Waktu Tertentu (PKWT) selama dua tahun, sesuai dengan perencanaan program pada masa penguatan awal koperasi. Mereka bukan berstatus ASN, PPPK, maupun CPNS," pungkas dia.