Kunjungi Tiongkok, Rektor UI Prof. Heri Hermansyah Jalin Kerja Sama dengan 7 Universitas dan 1 Mitra Raksasa Industri

Rektor UI Prof. Heri dan rombongn bertemu dengan Presdir Huayou Group Chen Xuehua
Rektor UI Prof. Heri dan rombongn bertemu dengan Presdir Huayou Group Chen Xuehua

 Universitas Indonesia (UI) terus berupaya mengejar target untuk masuk dalam jajaran 100 besar dunia sesuai dengan arahan Presiden Prabowo Subianto. Salah satunya dengan cara memperkuat jalinan kolaborasi berbagai perguruan tinggi unggul di tingkat internasional.

Saat ini, UI tembus peringkat 200 besar dunia dan menempati posisi 189 versi QS World University Rankings. Ini menjadi tonggak penting dalam perjalanan menuju universitas berkelas dunia. 

Rektor UI, Prof. Heri Hermansyah beberapa waktu lalu melakukan kunjungan ke Tiongkok dan menjadi (keynote speech) dalam 2025 World University President’s Forum (WUPF). Banyak kerja sama yang dijalin Rektor UI dalam masa kunjungannya selama 7 hari, antara lain dengan 7 universitas dan 1 mitra raksasa industri. 

Berbagai kesepakatan bersama (MoU) dan perjanjian kerja sama (LoI) dengan universitas terbaik dunia di Tiongkok telah dibuat, di antaranya dengan Peking University (peringkat 14 dunia), Tsinghua University (peringkat 17), Shanghai Jiaotong University (peringkat 47), Zhejiang University (peringkat 49), dan Tongji University (peringkat 177).

Pertemuan rektor seluruh dunia tersebut dibuka oleh Ren Youqun selaku Wakil Menteri Pendidikan Tiongkok, dan diikuti oleh para rektor dan presiden universitas seluruh dunia. Acara ini dihadiri pimpinan lembaga internasional yang memiliki perhatian terhadap dunia pendidikan seperti UNESCO dan World Bank.

Dalam pertemuan tersebut, Prof. Heri menyampaikan pidato berjudul “Navigating the Age of Intelligence: Universitas Indonesia’s Path Toward Human-Centred, Ethical and Responsible AI in Higher Education”. Pidato ini mengukuhkan kemajuan penerapan kecerdasan buatan yang tidak mengabaikan etika dan tanggung jawab akademik di UI.

Rektor UI Prof. Heri dan rombongan berkunjung ke Tsinghua University

“Kecerdasan buatan kita manfaatkan dalam pengajaran, penelitian, dan pemeriksaan kejujuran akademik karya ilmiah oleh mahasiswa UI. Selain itu, UI aktif mengembangkan model-model baru AI untuk keperluan pendidikan, seleksi mahasiswa, sistem pemantauan kesehatan, dan bahkan pengembangan teknologi yang mendorong pertumbuhan industri baru perusahaan rintisan (startup) di UI,” kata Prof. Heri dalam keterangannya yang diterima VIVA, Jakarta, Selasa (18/11/2025).

Di momen yang sama, Prof. Heri mengirimkan para dekan untuk menjalin kerja sama dengan China Foreign Affairs University, Tianjin University dan Fudan University.

Kerja sama UI dengan para mitra menghasilkan segitiga emas pengembangan teknologi berupa laboratorium smelter di UI. Nantinya, UI akan menyediakan lahan dan bangunan, Tsinghua University menyediakan konsultan ahli, dan Huayou Group membangun infrastruktur dan peralatan. Kerja sama ini melatih para ahli Indonesia untuk transfer teknologi hilirisasi industri pertambangan serta mendorong Indonesia membangun ekosistem pengembangan baterai secara mandiri.

Kerja Sama dengan Peking University

Rektor UI Prof. Heri dan rombongan berkunjung ke Peking University

Rektor UI Prof. Heri dan rombongan berkunjung ke Peking University

Prof. Heri sempat melakukan kunjungan ke Peking University dan menandatangani Nota Kesepahaman (MoU) bersama President of Peking University, Gong Qihuang. MoU ini akan melingkupi kerja sama di bidang akademik dan penelitian, termasuk program pertukaran dosen dan mahasiswa, kolaborasi ilmiah, serta penguatan kapasitas institusi menuju universitas berkelas dunia. Melalui kerja sama ini, UI mengundang dosen-dosen terbaik dari Peking University untuk mengajar selama periode tertentu di kelas internasional di berbagai program studi UI.

 

Melalui program visiting professorship, Prof. Heri berharap dosen-dosen di Peking University dapat menjalin hubungan baik dengan dosen-dosen di UI, untuk bersama-sama membimbing mahasiswa sarjana dan pascasarjana, serta melakukan penelitian dan publikasi ilmiah.

“Kami mengundang Peking University untuk bersama-sama dengan UI menjadi katalis pertumbuhan ekonomi Indonesia, melalui upaya kerja sama penelitian antara akademisi di kedua universitas dengan berbagai perusahaan Tiongkok yang menanamkan investasinya di Indonesia,” ujar Prof. Heri.

Kerja Sama dengan Tsinghua University

Rektor UI Prof. Heri menandatangani MoU dengan Tsinghua University di Beijing

Rektor UI Prof. Heri menandatangani MoU dengan Tsinghua University di Beijing

Prof. Heri juga menjalin kerja sama dengan Tsinghua University melalui penandatanganan nota kesepahaman bersama (MoU) di Beijing. Langkah ini menandai awal kolaborasi perguruan tinggi di Indonesia dengan kampus berperingkat dua puluh besar dunia. Kerja sama ini bukan sebatas pertukaran pelajar dan dosen, melainkan mencakup penelitian dan pengembangan teknologi bersama yang sangat konkret. Penandatanganan MoU dengan Tsinghua University menegaskan komitmen UI untuk terus memperkuat perannya dalam diplomasi pendidikan dan riset global. 

“Langkah ini bukan hanya membawa manfaat akademik, melainkan juga strategi bagi pengembangan ekonomi berbasis pengetahuan di Indonesia. UI ingin menjadi katalis kemajuan bangsa melalui inovasi riset, kolaborasi teknologi, dan kemitraan global yang konkret,” ungkap Prof. Heri.

Kemitraan ini memperkuat hubungan kedua universitas yang telah terjalin lama. Dalam lima tahun terakhir, tercatat 39 artikel ilmiah internasional lahir dari kolaborasi riset UI dan Tsinghua. Dengan adanya MoU ini, akan memperdalam kolaborasi dan membuka peluang kerja sama baru, terutama di bidang riset unggulan dan inovasi berorientasi masa depan.

Dalam kerja sama ini, Tsinghua akan menjadi mitra strategis UI dalam program gelar ganda (double degree). Untuk itu, Prof. Heri mengundang dosen dan peneliti dari Tsinghua untuk menjadi dosen tamu di program studi kelas internasional UI.

“Untuk mendorong riset kolaboratif, UI menawarkan seed and matching research grant bagi peneliti yang bekerja sama dengan rekan sejawat dari Tsinghua,” kata Prof. Heri. 

Teken MoU dengan Huayou Group

Rektor UI Prof. Heri dan rombongn bertemu dengan Presdir Huayou Group Chen Xuehua

Rektor UI Prof. Heri dan rombongn bertemu dengan Presdir Huayou Group Chen Xuehua

Prof. Heri melakukan penandatanganan Nota Kesepakatan (MoU) dengan Huayou Group, salah satu pemain industri nikel dan kobalt terbesar di dunia. Ini merupakan satu langkah visioner yang dilakukan Prof. Heri dalam melakukan kerja sama dengan industri karena menjadi era baru kemitraan universitas di Indonesia. 

“Untuk pertama kalinya, perguruan tinggi tidak hanya bekerja sama dalam lingkup Tri Dharma Perguruan Tinggi, yaitu pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat, tetapi juga menjadi tuan rumah bagi pengembangan fasilitas riset industri strategis berskala besar secara fisik di dalam kampus,” kata Prof. Heri.

Dalam kesepakatan ini, UI akan menyediakan lahan dan fasilitas untuk pembangunan pusat riset dan pengembangan terapan berupa laboratorium pembelajaran (teaching factory) dan laboratorium smelter canggih yang akan dikonstruksi oleh Huayou Group.

Kerja sama UI dan Huayou Group menunjukkan efektivitas Rektor UI dalam mengapitalisasi jejaring global. Kemitraan ini dimungkinkan karena UI baru saja menjalin aliansi dengan Tsinghua University (Top 17 Dunia), sehingga tercipta ekosistem “Segitiga Emas” (UI-Tsinghua-Huayou).

Dalam skema tersebut, para tenaga ahli Huayou akan dididik di Tsinghua, kemudian melakukan riset bersama di fasilitas canggih UI, sebelum mengaplikasikan ilmunya di pusat-pusat industri Huayou di Indonesia. Ini adalah cetak biru pengembangan sumber daya manusia (SDM) unggul yang konkret. 

Huayou Group sendiri telah memiliki kerja sama yang baik di Indonesia. Dalam lima tahun terakhir, Huayou Group telah berinvestasi 11 Miliar USD untuk pengembangan smelter kobalt, nikel, dan fasilitas daur ulang baterai, yang mampu mempekerjakan 20.000 WNI. Ke depannya, Huayou berkomitmen menyuntikkan lebih dari 20 Miliar USD untuk industri pemurnian di Indonesia.

Keberhasilan Rektor UI dalam mengikat raksasa industri sebagai mitra strategis ini menempatkan UI pada posisi sentral pada peta jalan industrialisasi dan hilirisasi nasional. Selain fasilitas riset, kolaborasi ini akan mencakup tujuh program strategis lainnya, termasuk beasiswa, rekrutmen prioritas, kolaborasi riset, kerja sama ESG (environmental, social, dan governance), serta proyek Tripartit (UI-Tiongkok-Huayou). (LAN)