Menpora Erick Fokuskan Industri Olahraga sebagai Pencipta Lapangan Kerja

Menpora Erick menghadiri Satria Muda Pertamina Bandung
Menpora Erick menghadiri Satria Muda Pertamina Bandung

 Menteri Pemuda dan Olahraga Republik Indonesia Erick Thohir mulai menggeser paradigma pembangunan olahraga nasional. Tak lagi semata berbicara soal prestasi dan medali, Kemenpora kini mengarahkan industri olahraga dan sport tourism sebagai sumber pertumbuhan ekonomi baru sekaligus pencipta lapangan kerja.

Arah kebijakan tersebut ditegaskan Erick saat menghadiri peluncuran resmi tim dan jersey Satria Muda Pertamina Bandung untuk musim 2026 di GOR C Tra Arena, Bandung, Jawa Barat, Senin 5 Januari 2026. Kehadiran Erick disebut sejalan dengan pembentukan Deputi Sport Tourism dan Hubungan Internasional di tubuh Kemenpora.

Menurut Erick, kedeputian baru tersebut dibentuk untuk memperkuat ekosistem olahraga nasional agar memberi dampak ekonomi yang lebih luas. Industri olahraga tidak lagi diposisikan sebagai sektor pendukung, melainkan bagian dari strategi pembangunan ekonomi nasional.

“Kehadiran saya di sini sesuai dengan arah kebijakan Kemenpora yang saat ini memiliki Deputi Sport Tourism dan Hubungan Internasional,” ujar Erick dalam keterangan yang dikutip Kemenpora.

Ia menjelaskan, gagasan menjadikan industri olahraga dan sport tourism sebagai pusat pertumbuhan ekonomi baru telah disepakati bersama lintas kementerian. Kesepakatan itu tercapai dalam gelaran Indonesia Sport Summit yang digelar sebelumnya.

Erick menyebut dukungan datang dari berbagai kementerian strategis, mulai dari Kementerian Keuangan, Kementerian Dalam Negeri, hingga Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah. Kolaborasi lintas sektor dinilai menjadi kunci agar industri olahraga mampu menciptakan nilai ekonomi berkelanjutan.

“Kemarin ketika saya membuat Indonesia Sport Summit, saya mengharapkan seluruh pemegang pemangku jabatan untuk industri olahraga dan sport tourism bisa menjadi pusat pertumbuhan ekonomi baru,” kata Erick.

Ia menambahkan, kesepakatan tersebut membuka jalan bagi olahraga untuk terhubung langsung dengan sektor industri kreatif, pariwisata, hingga manufaktur. Dampaknya bukan hanya pada peningkatan event olahraga, tetapi juga penyerapan tenaga kerja.

“Dan alhamdulillah kemarin dari Kemenkeu, Kementerian Dalam Negeri, Kemendikdasmen Pak Menteri Abdul Mu’ti semua datang. Kita menyepakati yang namanya industri olahraga ini bisa sebagai pusat bagian dari ekonomi baru termasuk sport tourismnya,” imbuhnya.

Dalam kesempatan itu, Erick juga menyoroti potensi Kota Bandung yang dinilai layak dikembangkan sebagai kota wisata olahraga. Ia melihat komitmen kuat dari pemerintah daerah untuk mendorong sektor tersebut.

Erick menyampaikan bahwa Wali Kota Bandung Farhan memiliki komitmen kuat untuk mengembangkan Bandung sebagai kota wisata olahraga. Menurutnya, potensi kota tersebut sangat besar dan Kemenpora siap membuka peluang kerja sama. Ia juga menegaskan dukungannya terhadap sejumlah merek lokal dengan rencana mengunjungi pabrik-pabrik terkait, karena sektor industri olahraga dinilai mampu membuka lapangan pekerjaan.

Pendekatan pengembangan industri olahraga serupa, sambung Erick, telah diterapkan di sejumlah daerah lain, seperti Sumatera Utara, Jawa Timur, dan Jakarta. Langkah ini bertujuan agar pertumbuhan ekonomi dari sektor olahraga tidak terpusat di satu wilayah saja.

Menpora menekankan bahwa industri olahraga memiliki keterkaitan erat dengan industri kreatif dan berpotensi menjadi sumber pertumbuhan ekonomi baru, tidak hanya terbatas pada sektor kreatif semata.

Sementara itu, Wali Kota Bandung Farhan menyampaikan apresiasi atas dukungan Kemenpora. Ia berharap sinergi antara pemerintah pusat dan daerah dapat memperkuat kontribusi Jawa Barat dalam melahirkan atlet-atlet berprestasi, termasuk melalui rencana pembangunan sekolah olahraga seperti yang ada di Ragunan.