Korban Jiwa Terbanyak Banjir Sumatra di Sumut, Tembus 116 Jiwa

Korban Jiwa Terbanyak Banjir Sumatra di Sumut, Tembus 116 Jiwa

Wilayah Sumatra Utara menjadi daerah terparah akibat bencana alam yang melanda tiga provinsi di Pulau Sumatra, termasuk Aceh dan Sumatra Barat (Sumbar) dalam sepekan terakhir.

Hingga Jumat sore, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menyatakan Sumut mencatat korban jiwa terbanyak dengan jumlah mencapai tembus 116 orang dan 42 orang masih dalam pencarian. Adapun wilayah dengan kondisi paling parah di Kabupaten Tapanuli Tengah.

“Rinciannya Tapanuli Utara meninggal 11, Tapanuli Tengah meninggal 47, Tapanuli Selatan 32 meninggal dunia, Kota Sibolga ada 17 yang meninggal dunia, Humbang Hasundutan ada 6 meninggal dunia, kemudian Kota Padang Sidempuan ada 1, Pakpak Bharat ada 2,” kata Kepala BNPB Suharyanto, saat jumpa pers di Jakarta, Jumat (28/11).

Namun, Suhariyanto menambahkan kondisi jalur komunikasi dan transportasi di Sumut mulai membaik dibandingkan tiga hari sebelumnya.

Hanya saja, lanjut dia, jalur utama dari Tarutung menuju Sibolga masih dalam proses pembukaan oleh satgas gabungan. “Ini adalah urat nadi atau jalan yang sangat vital, tetapi sekarang masih proses untuk pembukaan,” tandasnya, dikutip Antara.

Terkait warga terdampak, BNPN mendata saat ini telah lebih dari 1000 keluarga di Provinsi Sumut terpaksa harus mengungsi. Ribuan warga itu tersebar di sejumlah titik pengungsian.

Titik Pengungsian Ribuan Warga Sumut

  • Tapanuli Utara: sekitar 600 KK mengungsi di sebuah gereja di jalur Tarutung–Sibolga.
  • Tapanuli Tengah: 1.100 KK mengungsi di fasilitas milik pemerintah daerah, meski siang hari sebagian warga kembali membantu membuka jalur yang terputus.
  • Tapanuli Selatan: sekitar 250 KK.
  • Kota Sibolga: sekitar 200 KK.
  • Humbang Hasundutan: sekitar 150 KK.
  • Mandailing Natal: sekitar 1.500 KK tersebar di lima titik pengungsian.