Soal Banjir Sibolga-Tapanuli, PTAR Tegaskan Tak Beroperasi di Lokasi Bencana
PT Agincourt Resources (PTAR) selaku pengelola Tambang Emas Martabe buka suara terkait kabar yang menyebutkan bahwa pihaknya berkontribusi terhadap kerusakan hutan di ekosistem Batang Toru, Sumatera Utara (Sumut).
Berdasarkan tudingan yang beredar, PTAR disebut bertanggung jawab atas laju deforestasi yang sulit dibendung dan perusahaan ini disebut terlibat aktivitas penebangan di sekitar lokasi bencana.
Terkait hal itu, PTAR menegaskan bahwa lokasi banjir bandang di Desa Garoga berada di Daerah Aliran Sungai (DAS) Garoga/Aek Ngado.
Lokasi tersebut berbeda dan tidak terhubung dengan DAS Aek Pahu yang menjadi tempat PTAR beroperasi.
“Pemantauan kami juga tidak menemukan material kayu di DAS Aek Pahu yang dapat dikaitkan dengan temuan di wilayah banjir,” kata PTAR dikutip dari laman resmi perusahaan, Jumat (28/11/2025).
“PTAR mendukung penuh kajian komprehensif yang dilakukan pemerintah atas seluruh faktor penyebab bencana ini dan siap bekerja sama secara transparan,” tambahnya.
Pihak perusahaan juga menyampaikan duka cita yang mendalam kepada masyarakat yang terdampak bencana banjir bandang dan longsor karena cuaca ekstrem di Tapanuli Tengah, Sibolga, Tapanuli Selatan, dan Padangsidimpuan.
PTAR mengucapkan bela sungkawa kepada keluarga korban, masyarakat yang mengalami gangguan kesehatan, cedera, dan warga yang terpaksa mengungsi akibat bencana ini.
“Kami berharap situasi segera terkendali dan proses pemulihan berlangsung cepat dan aman,” imbuh PTAR.
Batang Toru Jadi Lokasi Terparah
Berdasarkan laporan Antara Sumut, Jumat (28/11/2025) pukul 14.21 WIB, jumlah korban meninggal akibat banjir bandang dan tanah longsor di Kabupaten Tapanuli Selatan (Tapsel) terus bertambah menurut laporan resmi BPBD setempat.
BPBD Tapsel mencatat 32 korban ditemukan dalam kondisi meninggal, sementara belasan wilayah masih mengalami dampak berat akibat bencana.
"Korban meninggal sudah 32 orang. Bencana terjadi akibat hujan deras berintensitas tinggi yang mengguyur wilayah Tapsel sejak Senin (24/11/2025) sekitar pukul 07.00 WIB," kata Kepala BPBD Tapsel Julkarnaen Siregar.
Banjir bandang dan longsor berdampak luas pada sebelas kecamatan, termasuk Sipirok, Marancar, Batang Toru, hingga Angkola Muaratais.
Sebaran korban meninggal ada satu di Sipirok, satu di Angkola Barat, 21 di Batang Toru, serta sembilan di Angkola Sangkunur.
"Batang Toru menjadi wilayah dengan dampak paling besar, dengan jumlah korban jiwa mencapai lebih dari separuh total korban meninggal dunia sementara," ujarnya.
BPBD bersama TNI, Polri, Basarnas, dan para relawan masih mencari korban yang masih hilang, mengecek kerusakan, dan mendistribusikan bantuan darurat.
"Pemerintah daerah mengimbau warga tetap waspada mengingat potensi cuaca ekstrem masih dapat terjadi di wilayah Tapanuli Selatan dalam beberapa hari ke depan," kata Julkarnaen.
Dalam segala situasi, KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih dari lapangan. Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme. Berikan apresiasi sekarang