Relawan Selamatkan Anabul dan Ternak Terdampak Bencana di Tapsel, Tembus Lokasi Terisolasi
Bencana banjir dan longsor di sejumlah wilayah Sumatera tidak hanya berdampak pada kondisi warga, tetapi juga hewan peliharaan dan ternak.
Sekelompok relawan dari Animal Rescue bergerak menembus kawasan terdampak untuk mengevakuasi satwa termasuk anabul (anak bulu), seperti kucing dan anjing yang ditinggalkan pemiliknya.
Puluhan pemuda dari berbagai daerah melakukan penyisiran ke lokasi terisolasi selama lebih dari sepekan.
Upaya ini dilakukan agar hewan terdampak bisa selamat dan terjamin kebutuhannya pascabencana.
Aksi Relawan Selamatkan Satwa di Batang Toru, Tapanuli Selatan
Kisah heroik juga datang dari para relawan yang berhari-hari berjuang menyelamatkan hewan peliharaan maupun ternak.
Puluhan pemuda relawan dari Animal Rescue telah bekerja menembus sejumlah lokasi terisolasi di wilayah banjir dan longsor.
Salah satu lokasi yang mereka susuri ialah kawasan terdampak di Batang Toru, Tapanuli Selatan, Sumatera Utara.
Relawan Animal Rescue berhasil mengevakuasi berbagai jenis satwa peliharaan seperti kucing dan anjing, serta ternak warga berupa sapi dan unggas.
Satwa yang telah dievakuasi dipindahkan ke tempat yang lebih aman dan diberikan makanan layak.
Relawan Animal Rescue saat memberi makan satwa terdampak bencana di Batang Toru, Tapanuli Selatan, Sumatera Utara.
Para relawan juga menyisir area bencana untuk menemukan satwa yang meninggal dunia dan kemudian menguburkannya.
“Di sini, selama delapan hari kami telah bekerja untuk satwa yang terdampak. Kami bekerja dengan memberikan pakan dan minum yang layak untuk satwa-satwa yang terdampak,” ungkap Rahmad Fauzi, Koordinator relawan Animal Rescue Cop, seperti dilansir dari Kompas.tv, Senin (8/12/2025).
Tidak hanya itu, Rahmad juga berharap kondisi di lokasi terdampak bencana segera pulih.
“Semoga keadaan ini semakin membaik dan masyarakat pulih kembali untuk beraktivitas,” pungkasnya.
Relawan Animal Rescue saat memberi makan satwa terdampak bencana di Batang Toru, Tapanuli Selatan, Sumatera Utara.
Tips BPBD untuk Amankan Hewan Peliharaan saat Bencana
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) mengimbau warga agar mempersiapkan kebutuhan hewan peliharaan ketika ancaman bencana muncul.
Dilansir dari laman BPBD Pangkalpinang, beberapa langkah yang perlu dilakukan pemilik hewan antara lain:
1. Memastikan hewan menggunakan kalung atau tag identitas untuk memudahkan pencarian bila terpisah dari pemilik.
2. Menyimpan foto hewan peliharaan sebagai identifikasi tambahan saat hilang.
3. Mengetahui lokasi penitipan hewan yang aman dan jauh dari potensi bencana.
4. Menempelkan stiker “peringatan hewan peliharaan” di jendela, pintu, atau pagar rumah agar tim evakuasi mengetahui keberadaan hewan di dalam rumah.
5. Mempersiapkan tas darurat berisi perlengkapan hewan.
Tas darurat untuk hewan peliharaan tersebut idealnya dilengkapi kotak P3K hewan, kandang atau carrier untuk anjing, kucing, burung maupun ayam, tag identitas cadangan, kantong sekali pakai, sabun pembersih, serta makanan hewan untuk kebutuhan tiga hingga lima hari.
Dalam segala situasi, KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih dari lapangan. Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme. Berikan apresiasi sekarang