Kenapa Tubuh Lemas di Awal Diet? Normalkah?
Apakah kamu merasa tubuh jadi kurang bertenaga setelah memulai diet? Memulai pola makan baru memang sering kali terasa semangat, apalagi jika tujuannya ingin mencapai target kebugaran.
Namun, rasa lemas dan kurang energi justru bisa menjadi tantangan tersendiri. Aktivitas sederhana terasa melelahkan, semangat pun menurun. Tak jarang, kondisi ini membuat orang mulai ragu apakah diet yang dijalani benar-benar efektif, bahkan tergoda untuk berhenti di tengah jalan.
Lantaskah ini normal? Kepala Departemen Diabetologi di KIMS Hospitals, Thane, Dr Vijay Negalur angkat bicara. Menurut Negalur, kondisi ini cukup sering dialami, terutama pada tahap awal saat asupan kalori mulai dibatasi.
“Ya, ini hal yang umum terjadi di hari-hari awal diet. Tubuh terbiasa mendapatkan energi dari glukosa hasil makanan rutin, terutama dari karbohidrat,” ujarnya dikutip dari laman Hindustan Times, Rabi 4 Februari 2026.
Ia menjelaskan lebih lanjut bahwa ketika jumlah kalori tiba-tiba berkurang, pasokan energi yang biasanya stabil ikut menurun. Tubuh pun perlu waktu untuk beradaptasi dan beralih menggunakan lemak sebagai sumber energi utama. Selama masa transisi ini, seseorang bisa merasa lesu, sulit fokus, atau lemah, meskipun sebenarnya dalam kondisi sehat.
Negalur juga menjelaskan bahwa saat asupan kalori dikurangi, tubuh akan berusaha menyesuaikan diri dan menjaga keseimbangan energi. Respons ini bisa memicu peningkatan hormon stres serta sedikit memperlambat kerja kelenjar tiroid, yang bertujuan menghemat energi. Akibatnya, rasa lelah bisa muncul meski penurunan berat badan baru saja dimulai.
Apakah kekurangan zat gizi tertentu bisa menyebabkan seseorang lemas saat diet?
Ternyata, rasa lelah tidak selalu semata-mata karena makan lebih sedikit. Negalur menjelaskan bahwa kadar zat besi yang rendah dapat mengurangi suplai oksigen ke otot dan otak, sehingga tubuh terasa cepat lelah. Selain itu, magnesium dan vitamin juga berperan penting.
“Kekurangan magnesium dapat memengaruhi fungsi otot dan kualitas tidur. Sementara vitamin B berperan dalam mengubah makanan menjadi energi. Jika beberapa kelompok makanan dikurangi, asupan zat gizi ini bisa ikut menurun tanpa disadari dan membuat tubuh terasa kurang bertenaga,” jelasnya.
Pengaturan waktu makan atau asupan karbohidrat bisa membantu?
Negalur menyarankan agar waktu makan tetap teratur. Mengonsumsi karbohidrat di pagi hari dapat membantu menjaga energi sepanjang hari. Ia juga merekomendasikan mengombinasikan karbohidrat dengan protein dan lemak sehat agar kadar gula darah lebih stabil, sehingga tubuh terasa lebih segar, aktif, dan fokus.