Hati-hati! Kesalahan Fatal Investasi Kripto, Sepele tapi sebabkan Investor Rugi hingga Rp1,7 Miliar
Kabar mengejutkan datang dari dunia kripto. Seorang investor Bitcoin dikabarkan rugi lebih dari Rp 1,7 miliar akibat kesalahan sepele.
Dikutip dari Cryptopolitan pada Senin, 17 November 2025, insiden tersebut bukan satu-satu sepanjang sejarah kripto. Dalam beberapa tahun terakhir, dunia kripto mencatat sejumlah kasus yang bahkan jauh lebih besar nilainya bahkan mencapai ratusan miliar.
Sehingga penting bagi para investor maupun trader kripto untuk teliti. Satu kesalahan kecil bisa berubah jadi mimpi buruk meskipun investasi kripto menjanjikan cuan besar.
Platform transaksi kripto di Tanah Air, Pintu, membagikan tiga kesalahan fatal yang harus dihindari investor agar tidak kehilangan aset kripto dalam sekejap.
1. Salah Input Biaya Transaksi
Ilustrasi transaksi digital.
Baru-baru ini terjadi peristiwa yang membuat investor ketar-ketir. Pada 11 November 2025, seorang investor Kripto salah memasukkan biaya transaksi Bitcoin hingga 0,99 BTC atau sekitar Rp1,74 miliar ke bursa Kraken.
Kesalahan ini terjadi karena pengguna mematikan fitur estimasi otomatis biaya transaksi. Alih-alih menggunakan estimasi fee standar yang biasanya hanya beberapa ribu rupiah, ia justru memasukkan angka hampir 1 BTC secara manual.
Akibatnya, kelebihan dana langsung masuk ke miner dan tidak bisa dibatalkan. Salah menginput nilai memang sederhana, namun kerugian sangat besar. Jadi berhati-hati dan teliti saat bertransaksi.
Meski tampak ekstrem, kasus di atas bukan yang terburuk. Pada 2023, seorang investor lain dilaporkan membayar 83,65 BTC sebagai biaya transaksi senilai lebih dari Rp139 miliar. Ini menjadi salah satu biaya transaksi terbesar dalam sejarah kripto.
Di jaringan Ethereum, insiden serupa juga pernah terjadi dengan fee mencapai US$24 juta pada tahun 2021. Sebagian miner pernah mengembalikan dana, namun prosesnya rumit dan mengharuskan pengguna membuktikan kepemilikan private key tetapi tidak sedikit yang gagal melakukan proses verifikasi.
2. Kurang Memahami Mekanisme Transaksi Kripto
Banyak investor kripto hanya fokus pada harga, tanpa memahami struktur transaksi seperti change dan output. Padahal, kesalahan mengisi kolom ini dapat menyebabkan dana sisa yang seharusnya kembali malah ikut terkirim ke miner.
Pakar keamanan kripto menegaskan pentingnya menggunakan fitur estimasi otomatis dan melakukan uji coba transfer kecil sebelum mengirim dana besar. Langkah sederhana ini bisa menyelamatkan investor dari potensi kerugian ratusan juta hingga miliaran rupiah.