Selain Jalan Kaki, 8 Olahraga Ringan Ini Bisa Bikin Tubuh Fit Selama Ramadhan

Ilustrasi jalan kaki.
Ilustrasi jalan kaki.

Banyak orang merasa energi menurun saat berpuasa, sehingga olahraga sering diabaikan. Padahal, dengan memilih jenis latihan yang tepat dan waktu yang sesuai, aktivitas fisik selama puasa bisa tetap aman dan bermanfaat. 

Olahraga tidak hanya membantu membakar kalori, tapi juga menjaga kebugaran jantung, otot, dan fleksibilitas tubuh. Scroll untuk info lebih lanjut...

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Selain itu, berolahraga saat Ramadan bisa meningkatkan kualitas tidur, membantu mengelola stres, dan menjaga metabolisme tetap optimal. Untuk itu, penting memilih jenis latihan yang ringan hingga sedang, serta menyesuaikan intensitas dengan kondisi tubuh saat berpuasa. 

Berikut beberapa jenis olahraga yang bisa dilakukan selain jalan kaki.

Ilustrasi yoga.

1. Yoga dan Peregangan Ringan

Yoga dan peregangan adalah pilihan sempurna saat puasa karena intensitasnya rendah dan aman untuk tubuh. Latihan ini membantu meningkatkan fleksibilitas, pernapasan, serta relaksasi, sehingga tubuh tetap lentur dan nyaman. Yoga bisa dilakukan sebelum sahur untuk membangunkan tubuh atau setelah Tarawih untuk menenangkan otot dan pikiran.

2. Bersepeda Santai

Bersepeda dengan tempo ringan merupakan olahraga kardio yang tidak terlalu melelahkan. Aktivitas ini membantu menjaga kebugaran jantung, meningkatkan sirkulasi darah, dan membakar kalori secara aman tanpa membuat tubuh terlalu lelah. Cocok dilakukan di sore hari menjelang berbuka atau malam hari setelah makan.

3. Pilates

Pilates sangat baik untuk memperkuat otot inti, postur tubuh, dan stabilitas. Aktivitas ini bisa dilakukan setelah berbuka karena tubuh sudah memiliki energi dan hidrasi yang cukup. Pilates ringan membantu menjaga kekuatan otot tanpa menimbulkan kelelahan berlebihan.

4. Jogging Ringan atau Kardio Intensitas Rendah

Latihan kardio ringan seperti jogging atau LISS (Low-Intensity Steady State) cocok dilakukan saat puasa untuk menjaga kesehatan jantung dan metabolisme. Tempo ringan membantu tubuh tetap aktif tanpa menguras cadangan energi secara drastis.

5. Latihan Berat Badan / Bodyweight

Setelah berbuka, latihan menggunakan berat badan sendiri seperti squat, lunges, push-up, dan plank membantu mempertahankan kekuatan otot. Latihan ini efektif dilakukan dalam sesi singkat 20–40 menit dan tidak membutuhkan peralatan khusus.

6. Renang Ringan

Renang merupakan olahraga seluruh tubuh yang lembut di sendi. Aktivitas ini baik dilakukan setelah berbuka karena tubuh sudah terhidrasi, dan air membantu mengurangi tekanan pada otot dan sendi sambil tetap memperkuat kardiovaskular.

7. HIIT Ringan (Post-Iftar)

Latihan interval intensitas tinggi (HIIT) bisa diterapkan setelah berbuka puasa. Alternasi antara gerakan cepat dan lambat membuat otot bekerja lebih keras dan membakar kalori lebih efektif. Namun, latihan ini sebaiknya dilakukan dengan durasi pendek agar tubuh tidak kelelahan.

8. Aktivitas Ringan dari Ibadah

Gerakan saat salat, berdiri, rukuk, sujud, dan duduk, memberikan aktivitas fisik ringan. Meskipun bukan olahraga konvensional, gerakan ini membantu meningkatkan fleksibilitas, koordinasi, dan sirkulasi darah selama Ramadan.

Waktu Terbaik Berolahraga saat Puasa

1. Sebelum Sahur: Yoga atau peregangan ringan

2. Menjelang Iftar: Kardio ringan atau bodyweight

3. Setelah Iftar: Latihan lebih intens seperti strength training atau HIIT

Tips Aman Berolahraga saat Ramadan

1. Hindari olahraga berat saat siang hari tanpa asupan cairan

2. Pastikan hidrasi cukup antara berbuka dan sahur

3. Dengarkan tubuh; hentikan aktivitas jika pusing atau lemas

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

4. Sesuaikan intensitas latihan dengan kondisi puasa

Berpuasa tidak menghalangi Anda untuk tetap aktif dan sehat. Mulailah dari aktivitas ringan, tingkatkan intensitas secara bertahap, dan nikmati Ramadhan yang lebih bugar dan bertenaga.