Nilai Kerusakan Halte Transjakarta Capai Puluhan Miliar

 Kerusakan infrastruktur yang terjadi setelah terjadinya kerusuhan di akhir Agustus 2025 terbilang sangat besar. Pemerintah DKI Jakarta mengungkap bahwa kerusakan pada halte, jembatan pengebrangan orang hingga beberapa faslitas lain mencapai Rp 80 miliar.

Jumlah itu melambung dari perkiraan sebelumnya yang sebesar Rp 55 miliar. Perubahan itu terjadi karena pemerintah DKI Jakarta belum memasukkan kerugian akibat kerusakan halte Transjakarta di Senen dan Polda Metro Jaya.

“Kalau termasuk dua JPO (Jembatan Penyeberangan Orang) di Senen juga Polda Metro Jaya, sekarang menjadi R p80 miliar,” ungkap Pramono Anung Wibowo, Gubernur DKI Jakarta dilansir Antara (03/09).

Besarnya kerugian tersebut tentunya sangat disayangkan karena seharusnya bisa digunakan untuk pembangunan di berbagai sektor.

Halte Transjakarta

Selain kerusakan halte dan JPI, Pramono juga menyebut ada beberapa kerusakan lain yang harus ditangani. Salah satunya adalah CCTV serta 18 lampu lalu lintas di sejumlah lokasi.

Untuk perbaikan infrastruktur tersebut, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta berkoordinasi dengan Kementerian Pekerjaan Umum (PU).

"Saya juga meminta bantuan kepada Kementerian PU untuk JPO di Senen serta di Polda Metro Jaya dibantu oleh pemerintah pusat. Kami telah berdiskusi dan beliau langsung memberikan respons," kata Pramono.

Pramono merinci alokasi anggaran revitalisasi JPO yang dilengkapi lift dan ramah penyandang disabilitas itu mencapai Rp 19 miliar.

Meski kerugian cukup besar Dody Hanggodo, Menteri Pekerjaan Umum (PU) mengungkap pemerintah pusat bakal menanggung perbaikan JPO dan halte Transjakarta di Senen serta Polda Metro Jaya.

“Perbaikan pada dua fasilitas itu akan kami kerjakan dengan cepat. Harapannya bisa digunakan secara fungsional kurang dari tujuh hari,” kata Dody.

Halte Transjakarta

Dody mengatakan biaya perbaikan dari JPO dan halte Transjakarta di Senen serta Polda Metro Jaya akan menggunakan anggaran PU yang sudah disiapkan untuk keadaan darurat.

“Kami sudah menganggarkan Rp 900 miliar untuk seluruh Indonesia, bukan hanya untuk Jakarta,” kata Dody.