Sejarah Teras Cihampelas: Proyek Puluhan Miliar yang Kini di Ambang Pembongkaran
Teras Cihampelas di Kota Bandung yang berdiri sejak beberapa tahun lalu kini berada di ambang pembongkaran.
Kawasan tersebut dinilai tidak lagi berfungsi sesuai tujuan awal pembangunannya.
Wali Kota Bandung Muhammad Farhan mengakui, keberadaan Teras Cihampelas saat ini gagal menjadi sarana umum bagi masyarakat.
Selain itu, kawasan tersebut juga tidak menjalankan fungsinya sebagai lokasi relokasi pedagang kaki lima (PKL).
"Tantangan dari pengelolaan Teras Cihampelas adalah kawasan ini gagal kami optimalkan sebagai tempat UMKM," kata Farhan di Pendopo Kota Bandung, Jalan Wastukencana, Kota Bandung, dikutip dari , Jumat (6/2/2026).
"Malah justru menjadi lokasi dengan ancaman keamanan yang cukup tinggi," ujarnya.
Meski wacana pembongkaran Teras Cihampelas mencuat, Farhan mengatakan Pemerintah Kota Bandung belum menetapkan langkah lanjutan terkait penataan kawasan Jalan Cihampelas apabila pembongkaran benar-benar dilakukan.
Ia menegaskan, saat ini Pemkot Bandung masih menempuh tahapan administratif berupa pengajuan penghapusan aset.
"Masih dalam proses pengajuan penelitian oleh Kejaksaan Negeri dan juga oleh KPK, dalam rangka mengantisipasi agar tidak ada potensi kerugian negara," imbuh Farhan.
Lalu seperti apa sejarah Teras Cihampelas yang awalnya digadang-gadang menjadi ikon penataan kota hingga kini justru dinilai gagal berfungsi sebagai ruang publik dan pusat UMKM?
Sejarah Teras Cihampelas
Teras Cihampelas pernah menjadi simbol penataan kota Bandung yang menuai perhatian nasional.
Kawasan pedestrian yang menyerupai jembatan layang atau skywalk itu digagas sejak 2014 dan mulai dibangun pada masa kepemimpinan Ridwan Kamil sebagai Wali Kota Bandung.
Skywalk yang membentang di atas Jalan Cihampelas tersebut terinspirasi dari konsep serupa di Jepang.
Tujuannya, menata kawasan wisata belanja yang saat itu dipenuhi lapak PKL agar lebih tertib, nyaman, dan sedap dipandang.
Gagasan pembangunan bermula dari kondisi Cihampelas yang kerap semrawut.
Aktivitas PKL di trotoar mengganggu pejalan kaki dan lalu lintas kendaraan.
Untuk mengurai persoalan itu, Ridwan Kamil menggagas pembangunan teras di atas jalur utama jalan sebagai lokasi khusus bagi PKL.
Rencana tersebut dibahas bersama Pusat Penelitian Jalan dan Jembatan (Pusjatan).
Pembangunan Teras Cihampelas Dimulai
Pembangunan tahap pertama dimulai dari kawasan Tamansari menuju Cihampelas dengan anggaran awal sekitar Rp 40 miliar.
Namun, realisasi proyek tidak berjalan mulus. Sebagian PKL sempat menolak karena khawatir kehilangan pembeli.
Proses sosialisasi dan negosiasi memakan waktu cukup panjang hingga akhirnya 192 PKL menyatakan bersedia menempati kios di atas skywalk.
Pembangunan Teras Cihampelas akhirnya rampung pada Januari 2017, lebih lambat dari target awal.
Proyek tersebut dikerjakan PT Likatama Graha Mandiri dengan total anggaran sekitar Rp 48 miliar.
Skywalk ini memiliki panjang 450 meter, lebar 9 meter, dan berada di ketinggian 4,6 meter dari permukaan jalan.
Kios-kios berwarna-warni di atas teras diisi pedagang kuliner, fesyen, hingga cendera mata khas Bandung.
Kawasan yang sebelumnya kumuh berubah menjadi ruang publik yang tertata dan sempat ramai dikunjungi wisatawan.
Teras Cihampelas Dipuji Jokowi
Presiden ke-7 RI Joko Widodo bahkan sempat meninjau langsung Teras Cihampelas pada Rabu (12/4/2017).
Saat itu, Jokowi menyusuri skywalk sekitar 20 menit bersama Ridwan Kamil.
"Teras Cihampelas yang didesain, dikerjakan oleh Wali Kota Bandung, saya kira merupakan sebuah penghargaan yang sangat baik untuk pedagang kaki lima," ujar Jokowi dikutip dari , Kamis (1/8/2019).
Menurut Jokowi, penataan kios dinilai rapi dan mendukung interaksi antara pedagang dan pengunjung.
Namun, pada masa kepemimpinan Oded M Danial, keindahan skywalk mulai memudar.
Pantauan pada 2019 lalu menunjukkan banyak tenda rusak, tanaman tidak terawat, sampah berserakan, hingga pos keamanan yang dialihfungsikan sebagai tempat penyimpanan kostum cosplay.
Masalah lain yang tak kalah serius adalah menurunnya jumlah pengunjung.
Banyak kios akhirnya tutup, sementara sebagian pedagang memilih kembali berjualan di pinggir Jalan Cihampelas.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang