Dipecat Jadi Pelatih Timnas Sebelum Habis Kontrak, Pesangon Patrick Kluivert sampai Puluhan Miliar

Pelatih Timnas Indonesia Patrick Kluivert
Pelatih Timnas Indonesia Patrick Kluivert

 Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI) mengumumkan pemecatan resmi pelatih utama Timnas Indonesia, Patrick Kluivert, termasuk para staf kepelatihan lainnya. Kabar ini menjadi sorotan para pecinta kulit bundar, terlebih soal pesangon mengingat Kluivert didepak sebelum masa kontraknya habis pada Desember 2027.

Dalam situs resminya, PSSI menerangkan bahwa pemutusan hubungan kerja didasari hasil diskusi intens bersama Kluivert dengan pertimbangakn sejumlah gejolak internal serta pengembangan Timnas di masa mendatang. Kedua pihak sepakat untuk berpisah secara baik-baik (mutual termination). 

Kluivert baru menjalani sekitar sepuluh bulan sebagai komandan Timnas Garuda sehingga masih tersisa sekitar 14 bulan masa kerjanya. Pemecatannya sebelum masa kontrak habis maka federasi sepak bola nasional diwajibkan untuk memberikan kompensasi. 

Pelatih Timnas Indonesia, Patrick Kluivert

Berdasarkan dari berbagai sumber yang dikutip VIVA, mantan pemain bintang AC Milan itu menerima gaji fantastis sekitar Rp1,3 miliar hingga Rp1,5 miliar setiap bulan. Alhasil, Kluivert mengantongi Rp18 miliar dalam setahun dari pekerjaannya melatih Skuad Garuda. 

Jika mengacu pada nilai tersebut maka nilai kontrak Kluivert selama dua tahun diperkirakan mencapai Rp36 miliar. Namun, PSSI tidak memberikan pengumuman resmi terkait angka pasti gaji bulanan Kluivert. 

Dengan asumsi gaji Rp1,3 miliar hingga Rp1,5 miliar dikalikan dengan sisa masa kerja maka pesangon Patrick Kluivert diperkirakan mencapai Rp33,8 miliar hingga Rp39 miliar. Nominal tersebut belum termasuk penalti pemutusan kontrak, bonus loyalitas, dan biaya administrasi yang umumnya ada di dalam perjanjian pengangkatan pelatih asing. 

Sebagaimana diketahui bersama, seruan pemecatan Kluivert menggema di media sosial melalui tagar #PatrickKluivertOut sebagai seruan agar federasi memecat pelatih asal Belanda itu. Alasannya tidak lain karena kekecewaan Timnas Indonesia gagal melenggang ke Piala Dunia.