Bobby Nasution Ajak ASN Sumut Berinvestasi di Pasar Modal, Ini Alasannya
Gubernur Sumatera Utara (Sumut), Bobby Afif Nasution, mendorong Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Pemprov Sumut untuk terlibat sebagai investor di pasar modal.
Menurutnya, dengan pemahaman yang tepat tentang investasi, ASN dapat membuka peluang baru bagi perekonomian pribadi dan daerah, serta menghindari praktik negatif seperti judi online dan korupsi.
"Saya minta dalam kesempatan ini agar para ASN kami diberi literasi tentang pasar modal. Dengan pemahaman yang baik, ASN bisa menjadi bagian dari investor pasar modal yang aman dan produktif di Sumut," ujar Bobby, Sabtu (22/11/2025) melalui keterangan tertulis.
Pernyataan tersebut disampaikan Bobby dalam sambutannya pada acara Medan Sharia Investor City di Hotel JW Marriott Medan, Jumat (21/11/2025).
Ia berharap Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan PT Bursa Efek Indonesia (BEI) dapat memberikan pelatihan kepada ASN mengenai investasi yang aman dan menguntungkan.
Investasi Pasar Modal untuk Cegah Tindakan Negatif
Bobby menjelaskan bahwa pemahaman pasar modal yang baik dapat membantu ASN meningkatkan kesejahteraan ekonomi.
Hal ini, lanjutnya, juga dapat mengurangi potensi keterlibatan ASN dalam tindakan negatif seperti judi online dan korupsi.
Dilansir dari Antara, menurut data dari Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) yang dikoordinasikan oleh Badan Kepegawaian (Bapeg) Sumut pada 2024, tercatat 1.037 ASN terlibat dalam judi daring dengan total transaksi lebih dari Rp2,18 miliar.
ASN tersebut terdiri dari PNS, pegawai harian lepas, dan tenaga honorer yang digaji dari APBD Sumut.
“Lebih baik belajar tentang pasar modal daripada terlibat dalam judi online. Ada ASN, ojol, dan pedagang yang terlibat dalam investasi ini, yang jauh lebih bermanfaat,” tegas Bobby.
Potensi Industri Halal yang Belum Teroptimalkan
Selain pasar modal, Bobby juga menyoroti potensi besar industri halal di Indonesia, khususnya di Sumut.
Menurutnya, meskipun Indonesia memiliki jumlah konsumen produk halal terbesar, sebagian besar produk halal yang beredar di pasaran justru berasal dari negara lain seperti Tiongkok dan Australia.
"Produk halal yang dikonsumsi masyarakat Indonesia kebanyakan diproduksi di luar negeri, bukan di Indonesia," kata Bobby, menekankan pentingnya pengembangan industri halal dalam negeri untuk memanfaatkan potensi pasar yang sangat besar.
Pertumbuhan Investor Pasar Modal di Sumut
Kepala OJK Sumut, Khoirul Muttaqien, mengungkapkan bahwa jumlah investor pasar modal di Sumut merupakan salah satu yang terbesar di luar Pulau Jawa, dengan sekitar 736 ribu investor dan nilai transaksi mencapai Rp21,7 triliun.
Ia menambahkan bahwa pertumbuhan investor ini tidak hanya berasal dari pembukaan rekening baru, tetapi juga dari aktivitas pengelolaan portofolio yang cukup tinggi.
"Untuk pasar modal syariah, pertumbuhan investor secara nasional mencapai 142 persen, sedangkan di Sumut meningkat hingga 270 persen dalam lima tahun terakhir," ujar Khoirul.
Sebagian artikel telah tayang di Kompas.com dengan judul: .
Dalam segala situasi, KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih dari lapangan. Ikuti terus update topik ini dan notifikasi penting di Aplikasi KOMPAS.com.