Hari Kelima di Tapteng, Bobby Nasution Fokus Buka Akses ke Kecamatan Tukka yang Masih Terisolir

Akses ke Kecamatan Tukka di Tapanuli Tengah
Akses ke Kecamatan Tukka di Tapanuli Tengah

Memasuki hari kelima pascabencana, Kecamatan Tukka di Tapanuli Tengah masih berada dalam kondisi darurat. Akses menuju wilayah tersebut terputus akibat tumpukan material longsor dan aliran sungai yang tersumbat.

Kondisi ini membuat distribusi bantuan berjalan lambat dan warga semakin kesulitan memenuhi kebutuhan dasar. Warga Tukka mendesak pemerintah menghadirkan alat berat untuk menyingkirkan material longsor yang menimbun rumah serta membuka kembali akses jalan yang menjadi satu-satunya jalur masuk ke wilayah itu.

Gubernur Sumatera Utara, Bobby Nasution menegaskan bahwa pemerintah provinsi terus bekerja keras menormalkan kembali jalur yang terputus.

“Kami sedang berupaya keras membuka jalur, namun masih diperlukan kerja sama dan kesabaran untuk mencapai wilayah terdampak,” ujar Bobby, Selasa, 5 Desember 2025.

Sementara itu, di posko pengungsian SMA Negeri 1 Tukka, pasokan logistik mulai mengalir. Bahan makanan dan akses internet sementara telah tersedia untuk membantu warga berkomunikasi dengan keluarga mereka. Namun kebutuhan air bersih masih menjadi persoalan mendesak yang belum sepenuhnya terpenuhi.

Pemerintah Provinsi Sumatera Utara juga melakukan koordinasi dengan pemerintah kabupaten dan berbagai lembaga untuk mempercepat pemulihan akses jalan, listrik, dan jaringan komunikasi di wilayah terdampak.

“Kami akan terus berupaya keras untuk membantu warga terdampak dan memastikan bantuan tepat sasaran,” kata Bobby.

Di tengah upaya pembukaan akses dan penyaluran bantuan, pemerintah mengimbau warga tetap waspada terhadap potensi bencana susulan. Gubernur Bobby turut mengajak masyarakat untuk mendoakan agar Tukka dan seluruh Tapanuli Tengah segera pulih dan dapat kembali beraktivitas seperti semula.