Fenomena "Party Jamu" di Media Sosial, Ini Penjelasan Dokter soal Manfaatnya

Belakangan ini TikTok dipenuhi konten Gen Z yang gemar minum jamu dengan cara yang kreatif dan jenaka.
"Info party jamu," tulis salah satu akun TikTok sembari mengunggah video membeli jamu.
"Budee aku lagi stres, berikan aku paitan murni sambiroto dan brotowali," tulis akun lainnya.
"Asmara hancur, beras kencur meluncur," caption salah satu pengguna TikTok.
Jamu semakin populer di kalangan Gen Z
Ketua Umum PDPOTJI (Perkumpulan Dokter Pengembang Obat Tradisional dan Jamu Indonesia), DR. (Cand.) dr. Inggrid Tania, M.Si (Herbal), menyebut hal ini menunjukkan bahwa Gen Z mulai sadar akan kesehatan serta tertarik menggali budaya lokal.
Menurutnya, jamu atau minuman tradisional warisan Indonesia, kini kembali populer di kalangan anak muda, bukan hanya sebagai minuman kesehatan, tetapi juga bagian dari gaya hidup.
“Mereka menunjukkan kesadaran sehat sekaligus minat terhadap kearifan lokal. Gen Z memang kreatif dan cenderung anti-mainstream, jadi mereka mencari alternatif minuman yang lebih sehat,” ujarnya saat dihubungi Kompas.com, Kamis (21/11/2025).
Dokter Inggrid menyebut bahwa jamu juga cocok untuk menjadi minuman alternatif pengganti kopi.
"Misalnya, jamu pahitan dijadikan alternatif americano versi herbal, sementara beras kencur dianggap pengganti minuman manis seperti boba tetapi dengan kandungan herbal yang bermanfaat," sambungnya.
Manfaat jamu untuk kesehatan
Beberapa jenis jamu yang paling banyak muncul dalam konten TikTok memiliki manfaat yang cukup beragam. Berikut penjelasan Dokter Inggrid.
1. Beras kencur
Beras kencur bermanfaat untuk membantu meredakan pegal-pegal ringan, menenangkan tubuh, serta melegakan batuk.
Rasanya yang manis juga bisa dijadikan alternatif minuman manis yang lebih sehat, terutama bila gulanya dikontrol.
2. Kunyit asam
Kunyit asam bersifat menyegarkan dan baik untuk pencernaan.
Pada perempuan, minuman ini dapat membantu meredakan nyeri menjelang menstruasi (PMS).
laki juga tetap boleh mengonsumsinya karena khasiat utamanya tidak terbatas pada hormon.
3. Jamu pahitan (sambiloto–brotowali)
Jamu pahitan banyak diminati karena manfaat kesehatannya cukup luas, di antaranya: memperbaiki pencernaan, mengurangi gatal pada kulit, membantu mengurangi bau badan, meningkatkan imunitas, menormalkan gula darah, memperbaiki selera makan.
4. Cabai puyang
Jika pegal sudah cukup berat, bukan sekadar pegal ringan, dr. Inggrid menyarankan cabai puyang yang berbahan dasar cabai jawa dan lempuyang.
Amankah minum jamu setiap hari?
Menurut dr. Inggrid, komposisi jamu segar mirip seperti membuat jus.
Takaran bahan bisa bervariasi tergantung selera, dan umumnya tetap aman.
Namun, ada batasan konsumsi agar manfaat tetap optimal:
- Untuk menjaga kesehatan: 1–2 gelas per hari.
- Untuk mengatasi keluhan tubuh tertentu: hingga 3–4 gelas per hari.
“Maksimal empat gelas sehari, karena lebih dari itu bisa menimbulkan efek samping seperti nyeri perut atau diare,” jelasnya.
Jamu juga aman dikonsumsi jangka panjang, bahkan seumur hidup, selama penggunaan gula dibatasi.
Gula merah, gula kelapa, madu, atau stevia dinilai lebih baik dibanding gula pasir yang indeks glikemiknya tinggi.
Beras kencur merupakan salah satu minuman tradisional atau yang banyak disebut jamu oleh masyarakat.
Tips penting memilih dan minum jamu
Untuk memastikan keamanan, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan Gen Z saat membeli atau membuat jamu:
- Perhatikan wadahnya
Dr. Inggrid menekankan agar tidak menggunakan atau membeli jamu dalam botol plastik bekas air mineral.
“Risiko mikroplastiknya tinggi, apalagi kalau jamu dituangkan saat panas. Mikroplastik bisa ikut tertelan dan berisiko memicu kanker,” jelasnya.
Wadah yang direkomendasikan yaitu botol kaca atau plastik tebal BPA-free.
- Pilih pedagang jamu yang bersih
Hindari jamu yang warnanya terlalu mencolok atau mencurigakan karena bisa mengandung pewarna atau pengawet buatan.
- Batasi gula dan pilih pemanis alami
Gula aren, gula kelapa, madu, atau stevia merupakan pilihan lebih baik dibanding gula pasir.
Dalam segala situasi, KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih dari lapangan. Ikuti terus update topik ini dan notifikasi penting di Aplikasi KOMPAS.com.