Rendam Kaki Air Hangat Bisa Redakan Migrain? Ini Penjelasan Dokter IPB

migrain, sakit kepala, Rendam Kaki Air Hangat Bisa Redakan Migrain? Ini Penjelasan Dokter IPB

Merendam kaki dalam wadah berisi air hangat menjadi salah satu cara sederhana yang berpotensi membantu mengurangi keluhan migrain. 

Hal itu disampaikan dosen Fakultas Kedokteran dan Gizi IPB University (FKGiz), dr Christy Efiyanti, SpPD, FINASIM.

Ia menjelaskan, kajian mengenai penggunaan kompres hangat maupun perendaman kaki dengan air hangat pada pasien migrain memang telah dilakukan. 

Namun, penelitian tersebut masih melibatkan jumlah partisipan yang relatif sedikit.

Lebih lanjut, ia menerangkan bahwa dugaan efek rendaman air hangat terhadap peningkatan atau perubahan aliran darah ke kepala hingga saat ini masih sebatas hipotesis dan belum memiliki bukti yang kuat.

“Penelitian mengenai kompres air hangat atau merendam kaki dalam air hangat pada pasien migrain sudah dilakukan, tetapi dengan jumlah subjek masih terbatas. Pengaruhnya terhadap aliran darah ke kepala juga masih spekulatif,” jelasnya dalam keterangan resmi yang diterima Kompas.com, Jumat (27/2/2026).

Pengaruh Merendam Kaki

Dari sisi fisiologi, rangsangan sensorik yang timbul melalui hidroterapi dapat mendominasi rangsangan nyeri dengan mengaktifkan serabut saraf bermielin berdiameter besar.

Aktivasi ini berpotensi menghilangkan gerbang terhadap impuls nosiseptif kecil.

Ia juga menyebutkan bahwa perubahan suhu tubuh, baik dalam kondisi lebih rendah (hipotermia) maupun lebih tinggi (hipertermia), memiliki dampak fisiologis serta hemodinamik yang signifikan. 

Paparan air hangat diketahui dapat menurunkan aktivitas saraf simpatik sekaligus meningkatkan tonus vagal.

Terkait penerapannya pada jenis sakit kepala lain, Christy menuturkan bahwa bukti ilmiah yang tersedia saat ini masih berfokus pada migrain. 

Untuk tipe sakit kepala selain migrain, data pendukungnya belum memadai.

Bagi masyarakat yang tertarik mencoba metode ini, ia menyarankan penggunaan air hangat dengan suhu sekitar 40 derajat Celsius.

“Dapat pula ditambahkan minyak lavender. Durasi rendaman sekitar 20 menit, setelah berendam segera keringkan kaki dengan kain kering. Intervensi ini diberikan 5 hari seminggu,” ujarnya.

Ia menekankan bahwa perendaman kaki air hangat sebaiknya diposisikan sebagai terapi tambahan. 

Konsultasi dengan tenaga medis tetap dianjurkan, terutama bagi penderita migrain yang kerap kambuh atau memiliki gejala berat.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang