Mengapa Nyeri Bahu Bisa Jadi Tanda Kanker Hati, Ini Penjelasan Dokter

nyeri bahu, kanker hati, Mengapa Nyeri Bahu Bisa Jadi Tanda Kanker Hati, Ini Penjelasan Dokter, Mengapa Nyeri Bahu Bisa Terkait Kanker Hati?, Nyeri Bahu Biasa dan yang Perlu Diwaspadai, Ciri Nyeri Bahu yang Bisa Jadi Tanda Masalah, Gejala Kanker Hati yang Sering Tidak Disadari, Kapan Harus Periksa ke Dokter?

Nyeri bahu umumnya dikaitkan dengan masalah otot, sendi, atau cedera akibat aktivitas fisik, seperti mengangkat beban berat atau salah posisi tidur.

Namun, dalam beberapa kasus, nyeri bahu juga bisa menjadi tanda kondisi kesehatan lain yang tidak berhubungan langsung dengan bahu itu sendiri.

Dokter spesialis onkologi radiasi, Mark Ashamalla, mengungkapkan bahwa nyeri pada bahu, khususnya di sisi kanan, dapat berkaitan dengan kanker hati.

“Kanker hati dalam beberapa kasus bisa menyebabkan nyeri yang terasa di bahu kanan, meskipun bahunya sendiri sebenarnya normal,” ujar Ashamalla, dikutip dari Fox News, Jumat (10/4/2026).

Ia menjelaskan bahwa kondisi ini dikenal sebagai referred pain atau nyeri alih, yaitu ketika rasa sakit berasal dari organ lain tetapi dirasakan di bagian tubuh yang berbeda.

Mengapa Nyeri Bahu Bisa Terkait Kanker Hati?

Menurut Ashamalla, hati terletak di bagian kanan atas perut, tepat di bawah diafragma yang berperan dalam proses pernapasan.

Ketika tumor tumbuh atau menekan area sekitarnya, kondisi ini dapat mengiritasi diafragma dan saraf di sekitarnya. 

Sinyal tersebut kemudian diterjemahkan otak sebagai rasa sakit di bahu kanan atau tulang belikat, meskipun sumbernya berasal dari hati.

“Masalahnya ada di hati, tetapi sistem saraf membuat rasa sakit muncul di bahu,” jelasnya.

Nyeri Bahu Biasa dan yang Perlu Diwaspadai

Walau demikian, sebagian besar nyeri bahu disebabkan oleh hal umum seperti otot kaku dan tegang, radang sendi, atau cedera. 

Biasanya, kondisi ini memiliki pemicu yang jelas, seperti aktivitas fisik atau posisi tidur yang kurang tepat.

Menurut Ashamalla, nyeri jenis ini cenderung memburuk saat bahu digerakkan dan sering disertai rasa kaku, lemah, atau keterbatasan gerak.

Sebaliknya, gejala nyeri akibat referred pain memiliki pola berbeda. Rasa sakit tidak selalu dipicu oleh gerakan dan bisa tetap terasa meski bahu tidak digunakan. Bahkan, pemeriksaan pada bahu sering kali tidak menunjukkan adanya masalah.

Ciri Nyeri Bahu yang Bisa Jadi Tanda Masalah

Ashamalla menjelaskan bahwa nyeri yang perlu diwaspadai umumnya muncul di sisi kanan, terutama di bagian atas bahu atau sekitar tulang belikat.

Rasa nyeri biasanya tidak berkaitan dengan gerakan, cenderung terasa tumpul dan dalam, serta tidak membaik meski sudah beristirahat atau menjalani pengobatan biasa.

Nyeri juga bisa disertai gejala lain, seperti penurunan berat badan tanpa sebab, nafsu makan menurun, mual, kelelahan, hingga rasa penuh di perut.

“Yang paling penting adalah ketika nyeri tidak sesuai dengan pola masalah ortopedi biasa atau disertai gejala lain yang mengkhawatirkan,” ungkapnya.

Meskipun demikian, ia menegaskan bahwa tanda-tanda tersebut bukan berarti seseorang pasti mengalami kanker.

Gejala Kanker Hati yang Sering Tidak Disadari

Salah satu tantangan dalam mendeteksi kanker hati adalah gejalanya yang tidak spesifik dan sering muncul bertahap.

Ashamalla mengatakan bahwa kondisi ini kerap muncul sebagai kumpulan perubahan kecil yang mudah diabaikan.

“Gejalanya sering kali tidak mencolok dan mudah dianggap sepele jika dilihat satu per satu,” tuturnya.

Misalnya, seseorang bisa merasa cepat kenyang meski makan sedikit, kehilangan nafsu makan, atau mengalami penurunan berat badan tanpa sebab jelas.

Selain itu, bisa muncul ketidaknyamanan di perut bagian atas, perut membengkak, kulit atau mata menguning, urine berwarna gelap, hingga rasa gatal tanpa sebab.

Kapan Harus Periksa ke Dokter?

Meski nyeri bahu sangat umum dan sering kali tidak berbahaya, penting untuk memperhatikan pola dan durasinya.

Ashamalla menekankan agar tidak perlu panik, tetapi juga tidak boleh mengabaikan nyeri yang terasa tidak biasa.

Ia menyarankan untuk memeriksakan diri jika nyeri berlangsung lama tanpa penyebab jelas, tidak membaik setelah beberapa minggu, atau tetap terasa meski bahu tidak digunakan. 

Nyeri yang muncul saat malam hari atau saat istirahat juga perlu diwaspadai.

Jika disertai gejala lain yang mengarah pada gangguan hati, pemeriksaan sebaiknya tidak ditunda.

“Jangan panik dengan nyeri bahu biasa, tetapi jangan juga mengabaikannya jika terasa menetap, tidak wajar, dan disertai gejala-gejala yang perlu diwaspadai,” saran Ashamalla.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang