Sejarah Hari Anak Sedunia, Apa Bedanya dengan Hari Anak Nasional?

Hari Anak Sedunia, hari anak nasional, sejarah Hari Anak Sedunia, hari anak sedunia 2025, tema hari anak sedunia 2025, perbedaan hari anak nasional dan hari anak sedunia, my body my rights, Sejarah Hari Anak Sedunia, Apa Bedanya dengan Hari Anak Nasional?, Tujuan Hari Anak Sedunia, Sejarah Hari Anak Nasional di Indonesia, Tujuan Hari Anak Nasional, Apa bedanya Hari Anak Sedunia dan Hari Anak Nasional?

Setiap tahun, ada dua momen penting yang identik dengan perayaan anak, yaitu Hari Anak Sedunia (World Children’s Day) dan Hari Anak Nasional.

sama menyoroti isu kesejahteraan, perlindungan, dan pemenuhan hak anak.

Namun, keduanya memiliki sejarah, latar belakang, dan tujuan yang berbeda.

Agar tidak keliru, penting untuk memahami bagaimana kedua hari besar ini lahir dan apa fokus masing-masing peringatannya.

Sejarah Hari Anak Sedunia

Dikutip dari laman UNICEF, Hari Anak Sedunia diperingati setiap 20 November dan merupakan agenda global yang diinisiasi oleh Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) melalui UNICEF.

Tanggal ini dipilih karena bertepatan dengan dua peristiwa penting dalam sejarah perlindungan anak internasional, yaitu:

  • 20 November 1959 : Majelis Umum PBB mengadopsi Declaration of the Rights of the Child (Deklarasi Hak Anak).
  • 20 November 1989 : Majelis Umum PBB kembali mengadopsi Convention on the Rights of the Child (Konvensi Hak Anak), dokumen internasional paling komprehensif yang mengatur hak-hak anak dan mewajibkan negara-negara penandatangan untuk melindunginya.

Dalam Convention on the Rights of the Child, anak didefinisikan sebagai setiap individu berusia di bawah 18 tahun. Konvensi ini menegaskan empat prinsip dasar:

  • Non-diskriminasi
  • Kepentingan terbaik bagi anak
  • Hak untuk hidup, tumbuh, dan berkembang
  • Penghormatan terhadap pandangan anak.

Dengan latar sejarah ini, Hari Anak Sedunia menjadi momentum dunia untuk mengevaluasi kondisi anak dan memastikan pemenuhan hak mereka dilakukan secara nyata.

Setiap tahun, UNICEF menetapkan tema global, seperti tema 2025 "My Day, My Rights" yang menekankan bahwa anak adalah pemilik suara dan hak.

Tujuan Hari Anak Sedunia

Walau sering dianggap hanya ajang perayaan, Hari Anak Sedunia memiliki tujuan yang lebih luas. Beberapa tujuan utamanya meliputi:

Mendorong kesadaran global tentang isu yang mempengaruhi kesejahteraan anak, seperti pendidikan, kesehatan mental, kemiskinan, dan perlindungan dari kekerasan.

Menguatkan komitmen negara dalam menjalankan konvensi hak anak.

Memberi ruang bagi anak untuk berpartisipasi menyuarakan pendapat mereka tentang isu penting.

Mengajak masyarakat dunia menciptakan lingkungan yang lebih aman dan mendukung bagi setiap anak.

Dengan kata lain, Hari Anak Sedunia adalah kampanye global yang menekankan pentingnya kekuatan suara anak dalam menentukan masa depan mereka.

Hari Anak Sedunia, hari anak nasional, sejarah Hari Anak Sedunia, hari anak sedunia 2025, tema hari anak sedunia 2025, perbedaan hari anak nasional dan hari anak sedunia, my body my rights, Sejarah Hari Anak Sedunia, Apa Bedanya dengan Hari Anak Nasional?, Tujuan Hari Anak Sedunia, Sejarah Hari Anak Nasional di Indonesia, Tujuan Hari Anak Nasional, Apa bedanya Hari Anak Sedunia dan Hari Anak Nasional?

Contoh Ucapan Hari Anak Sedunia 2025

Sejarah Hari Anak Nasional di Indonesia

Berbeda dengan Hari Anak Sedunia, Indonesia memiliki peringatan tersendiri, yaitu Hari Anak Nasional (HAN) yang diperingati setiap 23 Juli.

Peringatan ini ditetapkan melalui Keputusan Presiden RI Nomor 44 Tahun 1984 pada masa pemerintahan Presiden Soeharto.

Pemilihan tanggal 23 Juli merujuk pada:

  • Momentum lahirnya Undang-Undang tentang Kesejahteraan Anak pada tahun tersebut.
  • Komitmen Indonesia untuk meningkatkan kualitas anak sebagai generasi penerus bangsa.

Sejak saat itu, Hari Anak Nasional diperingati setiap tahun dengan tema yang berbeda-beda, umumnya berfokus pada perlindungan anak Indonesia dari kekerasan, eksploitasi, pernikahan dini, perundungan, hingga penguatan pendidikan karakter.

Tujuan Hari Anak Nasional

Dikutip dari Antara, Hari Anak Nasional bertujuan untuk:

  • Mengajak keluarga, sekolah, pemerintah, dan masyarakat meningkatkan perhatian terhadap tumbuh kembang anak Indonesia.
  • Menguatkan peran orangtua sebagai pendidik utama.
  • Mendorong perlindungan anak dari kekerasan fisik, emosional, maupun digital.
  • Mengapresiasi kreativitas dan potensi anak Indonesia.
  • Jika Hari Anak Sedunia menyoroti agenda global, Hari Anak Nasional fokus pada isu lokal, kebijakan negara, dan kondisi spesifik anak Indonesia.

Apa bedanya Hari Anak Sedunia dan Hari Anak Nasional?

Meskipun keduanya sama-sama mengutamakan kesejahteraan anak, terdapat beberapa perbedaan mendasar:

1. Latar belakang

Hari Anak Sedunia: Dibentuk oleh PBB/UNICEF, berlandaskan deklarasi dan konvensi hak anak.

Hari Anak Nasional: Ditentukan pemerintah Indonesia, berlandaskan kebijakan nasional.

2. Fokus peringatan

  • Hari Anak Sedunia: Mengangkat isu global seperti perubahan iklim, akses pendidikan dunia, konflik, kesehatan mental global.
  • Hari Anak Nasional: Mengangkat isu domestik seperti kekerasan anak Indonesia, stunting, kesenjangan pendidikan, pernikahan dini.

3. Tanggal peringatan

  • Hari Anak Sedunia: 20 November.
  • Hari AnakNasional: 23 Juli.

Hari Anak Sedunia dan Hari Anak Nasional sama-sama mengingatkan bahwa anak adalah subjek yang harus dihormati, didengar, dan dilindungi.

Meski memiliki sejarah dan fokus berbeda, keduanya mencerminkan komitmen yang sama: memastikan setiap anak dapat tumbuh sehat, aman, dan bebas mengembangkan potensi terbaiknya.

Dua peringatan ini menjadi pengingat bahwa masa depan bangsa dan dunia sangat ditentukan oleh bagaimana kita memperlakukan anak hari ini.

Dalam segala situasi, KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih dari lapangan. Ikuti terus update topik ini dan notifikasi penting di Aplikasi KOMPAS.com.