Hari Bapak Pramuka 12 April: Sejarah dan Kiprah Sultan HB IX

Setiap 12 April diperingati Hari Bapak Pramuka Indonesia, yakni Sri Sultan Hamengku Buwono (HB) IX.
Peringatan ini ditujukan untuk mengenang jasa Sultan HB IX sebagai tokoh penting di balik berdirinya Gerakan Pramuka di Indonesia.
Sosoknya dikenal luas sebagai tokoh yang berperan dalam menyatukan berbagai organisasi kepanduan menjadi satu wadah nasional yang dikenal sebagai Gerakan Pramuka Indonesia.
Alasan 12 April Diperingati Hari Bapak Pramuka Indonesia
Dilansir dari laman Pramuka DIY, tanggal 12 April diperingati sebagai Hari Bapak Pramuka Indonesia sebagaimana ditetapkan oleh Kwartir Nasional melalui Surat Keputusan Nomor 046 Tahun 2018.
Surat Keputusan tersebut juga menginstruksikan kepada seluruh jajaran Gerakan Pramuka untuk menyosialisasikan dan memperingati hari besar tersebut dengan mengadakan suatu kegiatan berupa renungan untuk mengenang jasa-jasa Sultan HB IX.
Tanggal 12 April ditetapkan sebagai Hari Bapak Pramuka Indonesia karena bertepatan dengan hari lahir Raja Keraton Yogyakarta era 1940-1988 itu pada tahun 1912 silam.
Hari Bapak Pramuka Indonesia diperingati sebagai bentuk penghormatan atas dedikasi dan kontribusi Sultan HB IX terhadap Gerakan Pramuka di Indonesia.
Kiprah Sultan HB IX dalam Gerakan Pramuka
Sultan HB IX dikenal aktif mengikuti Kepanduan sejak usia belia dan di setiap jenjang pendidikannya, mulai dari sekolah dasar hingga perkuliahan.
Kemudian menjelang 1960, ia dinobatkan sebagai Pandu Agung (Pemimpin Kepanduan)karena keaktifannya dalam menyebarkan semangat kepanduan pada masa perjuangan.
Pada 9 Maret 1961, Sultan HB IX bersama dengan beberapa tokoh lainnya membentuk Panitia Pembentukan Gerakan Pramuka, yang mengolah Anggaran Dasar Gerakan Pramuka dan mengeluarkan Keputusan Presiden RI No. 238 Tahun 1961.
Setelah itu, pada 14 Agustus 1961, Gerakan Pramuka diperkenalkan secara resmi kepada masyarakat luas dalam suatu upacara di halaman Istana Negara.
Ditandai dengan penyerahan Panji Gerakan Pramuka dari Presiden Soekarno kepada Sultan HB IX yang juga menjadi Ketua pertama Kwartir Nasional (Kwarnas) Gerakan Pramuka.
Adapun ia memimpin Kwarnas selama empat periode, yakni 1961–1963, 1963–1967, 1967–1970, dan 1970–1974, atau sekitar 13 tahun.
Di bawah kepemimpinannya, Gerakan Pramuka Indonesia mengalami berbagai pembaruan dan perkembangan signifikan hingga meraih pengakuan di tingkat nasional maupun internasional.
Salah satu gagasan pentingnya adalah perubahan istilah “kepanduan” menjadi “kepramukaan” melalui konsep Renewing of Scouting.
Ia juga merumuskan janji Pramuka yang dikenal sebagai Tri Satya serta menetapkan sepuluh pedoman moral anggota yang disebut Dasa Dharma Pramuka.
Selain itu, Sultan HB IX menentukan identitas seragam Pramuka Indonesia dengan atasan cokelat muda dan bawahan cokelat tua, yang melambangkan unsur alam seperti tanah dan air.
Selama menjabat, sejumlah program dan kegiatan turut digagas, di antaranya Perkemahan Wirakarya pada 1968 serta Gerakan Tabungan Pramuka yang diluncurkan pada 1974.
Program tabungan ini menjadi bagian dari upaya pembinaan generasi muda dan pelajar dalam mendukung program nasional.
Dalam aspek kelembagaan, ia melakukan pembenahan sistem organisasi dan administrasi bersama Ketua Kwarnas Harian, Brigjen TNI Dr. Aziz Saleh.
Memasuki periode kedua kepemimpinannya (1963–1967), Sultan HB IX menerapkan pola kerja Panca Warsa. Pada fase ini, Kwarnas juga mengintensifkan pelatihan bagi para pembina guna memperkuat pendidikan kepramukaan.
Selain itu, berbagai kebijakan teknis diterbitkan, seperti Petunjuk Penyelenggaraan Tanda Kecakapan Khusus.
Kegiatan regional juga diikuti sebagai bagian dari pengembangan anggota. Pada masa ini pula digelar Perkemahan Satya Darma sebagai bentuk pengabdian kepada masyarakat.
Tak hanya itu, dibentuk pula Kompi Pramuka yang kemudian menjadi cikal bakal Satuan Karya Pramuka (Saka), sebagai wadah pengembangan keterampilan di berbagai bidang.
Adapun kontribusi besar Sultan HB IX dalam memajukan Gerakan Pramuka mendapat pengakuan dunia.
Pada 1973, ia menerima Bronze Wolf Award dari World Organization of the Scout Movement, yang merupakan penghargaan tertinggi dalam dunia kepramukaan internasional.
Setahun sebelumnya, Sultan HB IX juga dianugerahi Silver World Award dari Boy Scouts of America.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang