Cara ASDP Peringati Hari Anak Sedunia 2025

ASDP.
ASDP.

 PT ASDP Indonesia Ferry memperingati Hari Anak Sedunia 2025 dengan meningkatkan akses layanan kesehatan bagi keluarga kurang mampu. Hal itu diimplekentasikan dengan menyalurkan bantuan operasi bibir sumbing untuk 100 anak sebagai bentuk kepedulian sosial perusahaan.

Program yang telah dilakukan sejak 2019 ini merupakan wujud komitmen nyata ASDP dalam memberikan kontribusi guna meningkatkan kualitas hidup anak di Indonesia.

"Layanan bantuan diberikan kepada 100 anak penerima manfaat dengan total sumbangan senilai Rp 650 juta," kata GM ASDP Cabang Surabaya Ronald Hutabarat dalam keterangan di Jakarta, Sabtu, 22 November 2025.

Dia menyampaikan kegiatan sosial itu dilakukan berkolaborasi dengan Smile Train dan Rumah Sakit Panti Wilasa Citarum. “Hari anak sedunia merupakan momen bagi kita semua untuk kembali mengingat akan pentingnya komitmen kita dalam melindungi hak anak serta memastikan tumbuh kembang mereka berjalan dengan sehat dan bahagia," ujar Ronaldo.

Dia menyebutkan berdasarkan data dari Smile Train menunjukkan hingga saat ini angka kelahiran bayi dengan penderita bibir sumbing dan langit-langit diperkirakan mencapai 9.000 per tahun yang tersebar di 38 Provinsi di seluruh pelosok Tanah Air Indonesia.

"Tingginya angka ini menunjukkan besarnya kebutuhan pelayanan yang tepat serta terjangkau bagi anak-anak yang mengalami kondisi terkait," tuturnya.

Adapun bantuan dana operasi itu bukan hanya sekedar program sosial, namun merupakan upaya berkelanjutan untuk membuka kesempatan anak-anak dalam menjalani kehidupan yang penuh dengan harapan dan kepercayaan diri.

Corporate Secretary ASDP Windy Andale mengatakan setiap anak dari 100 penerima akan menerima dana sebesar Rp6,5 juta dengan jumlah total keseluruhan sebesar Rp650 juta.

Dengan adanya bantuan ini, ASDP ingin memastikan setiap anak dapat merasakan kesempatan untuk mendapatkan masa depan yang lebih baik.

"Karena seratus anak yang kita bantu ini bukanlah hanya sekedar angka, melainkan juga seratus kisah perjuangan, harapan, dan senyum baru yang nantinya akan menghiasi perjalanan bangsa ke depan,” jelas Windy.

Ke depan, lanjut Windy, ASDP berkomitmen agar program itu akan terus dilakukan secara berkelanjutan dengan jangkauan yang lebih luas, sehingga bantuan dapat dirasakan oleh semakin banyak anak di Indonesia guna menciptakan masa depan yang lebih terang.

"Harapannya, bantuan operasi ini tidak hanya memberikan perbaikan secara fisik, namun juga dapat memberikan masa depan yang lebih baik bagi semua anak di Indonesia,” ucap Windy.

Sementara itu, Manajer Smile Train Indonesia Deasy Larasati menyampaikan kerja sama dengan ASDP yang telah berlangsung lama dan telah sukses menyelamatkan lebih dari 500 anak.

"Perlu diketahui kondisi bibir sumbing yang tidak segera ditangani dapat menimbulkan penyakit lainnya seperti kurang gizi hingga stunting," ujarnya.

Karena itu, lanjut Deasy, akses terhadap operasi pelayanan yang lebih luas menjadi kebutuhan yang sangat mendesak, agar setiap anak dapat menjalani perjalanan hidup dengan senyuman baru dan bahagia.

Pemberian itu ditandai dengan serah terima bantuan dilaksanakan di RS Panti Wilasa yang turut dihadiri Kepala Dinas Kesehatan Jawa Tengah Yunita Dyah Suminar, Kepala Bidang Pelayanan Kesehatan Dinkes Jawa Tengah, Bendahara PD IBI Jawa Tengah, Ketua Pokja IV PKK Kota Semarang, dan Bendahara Forum Posyandu Kota Semarang pada hari Kamis (20/11). (Ant)