Cara Tetap Produktif, Ini Saran Emil Dardak Buat Anak Muda
Wakil Gubernur Jawa Timur, Emil Elestianto Dardak, memberikan pesan khusus kepada mahasiswa dan generasi muda terkait cara meningkatkan produktivitas di tengah derasnya perkembangan teknologi. Pesan itu ia sampaikan dalam acara Side Hustle: Zero to 100 with AI, workshop kewirausahaan berbasis AI yang digelar Inkubator Bisnis Western Sydney University (WSU) Indonesia, Launch Pad, di Surabaya.
Acara ini menjadi lanjutan dari program Side Hustle sebelumnya dan kembali menarik perhatian besar dari mahasiswa hingga profesional muda. Lebih dari 100 peserta hadir, bahkan pendaftaran tercatat melebihi kapasitas, menunjukkan besarnya ketertarikan generasi muda terhadap peluang membangun usaha sampingan menggunakan teknologi. Scroll untuk tahu lebih lanjut, yuk!
Dalam sambutannya, Emil Dardak menekankan pentingnya ketangguhan dan konsistensi di era serba cepat. Ia menyoroti bahwa AI memang mampu mempercepat banyak proses bisnis, tetapi mentalitas tetap menjadi kunci keberhasilan.
“Perbedaan antara mereka yang berhasil dan yang tidak adalah ketangguhan. Di era serba instan seperti sekarang, ketekunan dan kesabaran menjadi semakin penting bagi generasi muda,” ujar Emil dalam keterangannya, dikutip Rabu 19 November 2025.

Ia juga mendorong peserta untuk tetap berkomitmen pada tujuan mereka meskipun menghadapi perubahan dan ketidakpastian teknologi.
AI sebagai Alat Pendongkrak Produktivitas
Workshop tersebut berfokus pada bagaimana kecerdasan buatan dapat membantu mahasiswa dan profesional muda menghemat waktu, menemukan pelanggan lebih cepat, hingga mengoptimalkan proses dalam membangun usaha mandiri. Peserta diajak memahami berbagai aplikasi AI yang bisa digunakan dari tahap ide hingga eksekusi bisnis.
“AI mengubah cara bisnis dibangun, dan kami ingin memastikan mahasiswa tidak hanya menjadi penonton tetapi menjadi pemimpin perubahan tersebut,” kata Inu Rana, fasilitator workshop dan Senior Manager Global Entrepreneurship di Western Sydney University.
Acara ini juga menghadirkan Kharisma Kaur, mahasiswa MBA di WSU Indonesia sekaligus pemilik restoran vegan Sitara Indian Cuisine di Surabaya. Dengan lima bisnis yang ia kelola, Kharisma membagikan pengalamannya membangun usaha dari nol, mengatur waktu, hingga tetap menjaga keseimbangan antara bisnis dan pengembangan diri.
Semangat Wirausaha Anak Muda Meningkat
Tingginya minat peserta mencerminkan semangat wirausaha generasi muda Indonesia yang terus tumbuh. Program seperti ini dinilai memberi ruang bagi mahasiswa untuk mengeksplorasi ide kreatif dan memadukannya dengan teknologi agar dapat menghasilkan peluang bisnis nyata.
Workshop ini dirancang bukan semata-mata untuk mengajarkan penggunaan AI, tetapi juga membangun pola pikir adaptif, inovatif, dan produktif—sesuai kebutuhan pasar kerja dan industri digital saat ini.