Sosok 'Sister Hong Lombok' Muncul ke Publik, Klarifikasi Tudingan Soal Dirinya yang Viral di Media Sosial
Sosok Make up Artis (MUA) asal Lombok yang viral dan disebut sebagai Sister Hong Lombok muncul ke publik. Dirinya yang viral di media sosial lantaran berpenampilan seperti layaknya perempuan memberikan klarifikasi terkait informasi yang beredar di media sosial terkait dengan dirinya.
“Perkenalkan nama saya Deni Apriadi Rahmat saya berusia 23 tahun ,” kata dia dalam press conference yang digelar dikutip dari video yang diunggah di akun gosip @lambeturan, Senin 17 November 2025.
Dalam press conference yang digelar, Deni menjelaskan bahwa narasi yang disebar luaskan di media sosial hingga viral beberapa hari belakangan ini tidak mendasar. Mulai dari penista agama, hingga tudingan sebagai kaum penyuka sesama jenis. Dia menegaskan bahwa tudingan tersebut tidaklah benar.
”Banyak narasi yang disebarkan tidak sesuai dengan kenyataan bahkan menuduh saya sebagai penista agama, menuduh saya sebagai kaum sodom, Sister Hong dari Lombok dan menuduhkan hal yang tidak saya lakukan” kata dia.
Terkait dengan tudingan mengenai penistaan agama kepadanya terkait dengan penggunaan mukena hingga solat layaknya perempuan di masjid, juga dibantah oleh Deni. Deni mengaku bahwa dirinya paham akan batasan-batasan dalam agama.
”Dan menyatakan tuduhan bahwa saya menyampaikan tuduhan saya menggunakan mukena masuk ke masjid dan beribadah adalah tidak benar. Saya menghormati rumah ibadah, saya menghormati tata cara ibadah, dan memahami adab-adab dalam agama,” kata dia.
Namun di satu sisi dirinya mengakui bahwa memang dalam berbusana dirinya pernah berpenampilan layaknya perempuan muslim dengan menggunakan hijab. Tetapi kata dia, penggunaan hijab tersebut merupakan bentuk kekagumannya terhadap perempuan. Dia juga menegaskan bahwa dirinya tak pernah berniat melakukan penipuan dengan menggunakan hijab tersebut.
”Tetapi pilihan pakaian saya menyadari bahwa saya memang pernah menggunakan jilbab, bagi saya jilbab adalah simbol kecantikan, kelembutan, dan kehormatan wanita yang selalu saya kagumi sejak bertahun-tahun lalu. Saya tidak pernah berniat menjadikan busana itu sebagai barang untuk menipu, atau melecehkan siapapun,” kata dia.
Dia menyebut pemberitaan tentang dirinya yang viral di media sosial berdampak padanya secara psikologis. Deni menyebut dirinya beberapa kali mencoba untuk mengakhiri hidupnya.
”Sejak viral saya mengalami tekanan yang sangat berat bahkan beberapa kali saya sempat keehilangan kendali dan mengalami pikiran-pikiran berbagaya terhadap diri sendiri. Saya menerima ribuan komentar seperti cacian dan hinaan. Saya bahkan mendapat teror seperti ancaman pembunuhan,” kata dia.
Sebagai informasi, kasus Sister Hong Lombok ini viral setelah pengguna Instagram @nasikrawumataram mengunggah sosok Deni. Dalam unggahannya pada akhir pekan kemarin, pemilik akun tersebut, dengan penampilan Deni yang menyerupai perempuan ini digunakan untuk mengelabui sejumlah korban. Naasnya banyak klien make upnya yang merupakan wanita berhijab tidak mengetahui masalah ini.
Tak hanya itu saja, Deni menurut keterangan pemilik akun tersebut juga ketika menjalankan ibadah solat layaknya wanita dengan menggunakan mukena. Hal ini tentu merugikan para klien wanita yang menjunjung tinggi batas interaksi dengan lawan jenis yang bukan mahram.