Respons Eks Pelatih Timnas Spanyol soal Tudingan Pakai AI Saat Besut Sochi

Robert Moreno, Respons Eks Pelatih Timnas Spanyol soal Tudingan Pakai AI Saat Besut Sochi

Mantan pelatih tim nasional Spanyol Robert Moreno membantah keras tudingan bahwa ia menggunakan ChatGPT untuk mempersiapkan pertandingan selama menangani klub Rusia, Sochi.

Bantahan tersebut disampaikan Moreno pada Senin (26/1/2026) waktu setempat menyusul beredarnya laporan media Rusia yang menuding dirinya sangat bergantung pada ChatGPT dalam pekerjaannya sebagai pelatih kepala.

Robert Moreno sebelumnya meninggalkan klub Liga Rusia, Sochi, pada September 2025 setelah timnya mencatatkan rangkaian hasil buruk di kompetisi domestik.

Laporan yang beredar di Rusia menyebut Moreno memakai bantuan AI alias kecerdasan buatan untuk menentukan calon rekrutan baru.

Moreno menepis seluruh tuduhan tersebut melalui surat terbuka yang ia kirimkan kepada surat kabar Spanyol, Marca.

“Saya tidak pernah menggunakan ChatGPT atau kecerdasan buatan apa pun untuk mempersiapkan pertandingan, menentukan susunan pemain, atau memilih pemain, dan itu sepenuhnya tidak benar.”

Pelatih berusia 48 tahun itu mengakui bahwa teknologi merupakan bagian dari pekerjaannya.

Namun, ia menekankan bahwa seluruh keputusan tetap diambil secara langsung olehnya bersama staf kepelatihan.

“Karier saya di sepak bola justru dimulai melalui analisis data dan video, dan itulah bidang spesialisasi saya serta hal yang membuat perbedaan pada masa-masa awal.”

Penggunan Teknologi Lazim di Sepak Bola Modern

Ia menambahkan bahwa pemanfaatan teknologi merupakan praktik umum dalam sepak bola modern.

“Seperti halnya staf pelatih profesional lainnya, kami menggunakan alat analisis seperti GPS, Wyscout yang merupakan basis data analitik sepak bola, video, serta platform pencarian bakat,” ucap Moreno.

Menurutnya, teknologi hanya berfungsi sebagai alat bantu untuk mempercepat pengolahan informasi, bukan pengambil keputusan utama.

“Teknologi membantu memproses informasi dengan lebih cepat, tetapi keputusan olahraga selalu diambil oleh staf pelatih,” ucapnya.

Pelatih Spanyol, Robert Moreno mendampingi anak asuhnya kala menghajat Malta dengan skor telak 7-0 pada Kualifikasi Piala Euro 2020, Sabtu (16/11/2019)

Pernah Terlibat Ketegangan dengan Luis Enrique

Moreno juga mengungkapkan bahwa isu penggunaan ChatGPT tersebut bersumber dari mantan eksekutif klub Sochi, Andrei Orlov, yang disebutnya memiliki perbedaan pandangan dengannya.

Hubungan kerja antara Moreno dan manajemen klub diklaim tidak berjalan mulus menjelang akhir masa jabatannya.

“Kepergian saya terjadi berdasarkan kesepakatan bersama pada saat hasil pertandingan tidak konsisten dan terdapat perbedaan pendapat mengenai perencanaan olahraga, sebagaimana hal yang lazim terjadi dalam sepak bola.”

“Menggambarkannya sebagai ‘dipecat karena menggunakan ChatGPT’ menyederhanakan sesuatu yang jauh lebih kompleks dan juga tidak benar.”

Karier kepelatihan Moreno tidak hanya terbatas di Rusia, karena ia juga pernah menangani klub-klub Eropa lainnya.

Selain Sochi, Moreno tercatat pernah melatih AS Monaco di Prancis dan Granada di Spanyol.

Pengalaman internasional Moreno juga mencakup peran penting di level tim nasional Spanyol.

Ia sempat mengambil alih posisi pelatih timnas Spanyol secara sementara pada 2019 setelah Luis Enrique mundur dari jabatannya.

Luis Enrique kala itu mengundurkan diri karena putrinya, Xana, didiagnosis menderita kanker tulang langka.

Pada Juni 2019, Moreno kemudian diangkat sebagai pelatih tim nasional Spanyol secara penuh.

Namun, kebersamaan Moreno dengan tim nasional tidak berlangsung lama. Federasi Sepak Bola Spanyol memutuskan untuk kembali menunjuk Luis Enrique sebagai pelatih kepala pada November 2019.

Keputusan tersebut diambil setelah Luis Enrique kembali tersedia menyusul wafatnya sang putri.

Situasi tersebut memicu polemik di internal tim nasional Spanyol. Luis Enrique secara terbuka menuding Moreno bersikap tidak loyal karena berupaya mempertahankan posisinya sebagai pelatih kepala menjelang Euro 2020.

Dalam segala situasi, KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih dari lapangan. Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme. Berikan apresiasi sekarang