Singgung Ucapan Gus Dur, Gelar Pahlawan Soeharto Dinilai Sudah Lewati Banyak Pertimbangan

PC GP Ansor Jaksel gelar diskusi 'Apakah Gelar Pahlawan Akan Menghapus Jejak Sejarah Masa Lalu?'
PC GP Ansor Jaksel gelar diskusi 'Apakah Gelar Pahlawan Akan Menghapus Jejak Sejarah Masa Lalu?'

Pro kontra pemberian gelar pahlawan nasional terhadap Presiden ke-2 RI Soeharto masih banyak terjadi. Padahal, pemberian gelar pahlawan itu diyakini telah melalui pertimbangan yang panjang.

Demikian disampaikan Founder Rumah Kreasi Jakarta, Abdil Aziz dalam diskusi yang digelar PC GP Ansor Jakarta Selatan bertajuk 'Apakah Gelar Pahlawan Akan Menghapus Jejak Sejarah Masa Lalu?'.

"Pemberian gelar pahlawan oleh pemerintah kepada Presiden ke-2 Indonesia, Soeharto sudah pasti melewati banyak pertimbangan atas jasa yang beliau berikan untuk negara," ucap dia di kawasan Jakarta Selatan, Minggu, 16 November 2025.

Dia pun menyinggung ucapan Presiden ke-4 RI Abdurrahman Wahid atau Gus Dur mengenai sosok Soeharto.

"Seperti yang almarhum Gus Dur pernah sampaikan, Soeharto itu jasanya banyak untuk Indonesia walaupun dosanya juga banyak," tutur dia. 

Abdul Aziz pun menekankan bahwa masyarakat harus mengambil hal positif dari jasa Soeharto untuk menyongsong Indonesia Emas 2045.

Di samping itu, Bendahara DPD KNPI Provinsi DKI Jakarta, A. Wihi Wibianto dan Peneliti Network Society Indonesia, Ihsan Zuri sepakat dengan apa yang disampaikan Abdul Aziz.

Meski begitu, keduanya tetap menekankan pentingnya generasi muda untuk tidak menutup mata atas pelanggaran yang terjadi di era Soeharto.

Hal ini juga ditekankan oleh Ketua Pimpinan Cabang GP Ansor Jakarta Selatan, Sufyan Hadi, bahwa generasi muda boleh memaafkan, tapi tidak boleh melupakan apa yang terjadi sebagai pembelajaran bangsa agar kedepan Indonesia menjadi negara yang lebih baik.

Sebelumnya diberitakan, Presiden Prabowo Subianto menyerahkan gelar Pahlawan Nasional kepada Presiden ke-2 Republik Indonesia Soeharto, yang diterima oleh putri sulungnya Siti Hardijanti Rukmana atau Tutut Soeharto selaku ahli waris, di Istana Negara, Jakarta, Senin.

Presiden Prabowo Subianto menyerahkan gelar Pahlawan Nasional kepada Soeharto

Berdasarkan tayangan langsung kanal YouTube Sekretariat Presiden, Senin, dalam prosesi penyerahan gelar pahlawan tersebut, Tutut didampingi oleh sang adik yaitu Bambang Trihatmodjo.

Penganugerahan tersebut berdasarkan Keputusan Presiden Republik Indonesia (Keppres) Nomor 116/TK/Tahun 2025 tentang Penganugerahan Gelar Pahlawan Nasional. Soeharto menerima gelar sebagai pahlawan di bidang Perjuangan Bersenjata dan Politik, atas jasa dan peran menonjolnya sejak masa kemerdekaan.

Halaman Selanjutnya
Sebagai wakil komandan BKR Yogyakarta, Jenderal Soeharto tercatat memimpin pelucutan senjata pasukan Jepang di Kota Baru pada tahun 1945.
Halaman Selanjutnya