Begendang, Warga SAD Tertipu Penculik Bilqis hingga Habiskan Tabungan Rp 85 Juta
Rasa iba dan ketakutan bahwa Bilqis tidak akan selamat membuat Begendang, warga Suku Anak Dalam (SAD) atau Orang Rimba di Merangin, Jambi, nekat merawat bocah korban penculikan asal Makassar, Sulawesi Selatan, itu.
Kepolosan Begendang dimanfaatkan oleh Adefrianto Syahputra S (36) dan Mery Ana (42), yang membawakan surat pernyataan palsu seolah-olah ditandatangani orangtua Bilqis. Dalam dokumen itu disebutkan bahwa keluarga tidak mampu merawat dan menyerahkan anaknya.
Kondisi ini kian memperdaya Begendang yang tidak bisa membaca maupun menulis. Ia belum pernah bertemu pelaku sebelumnya, tetapi tetap percaya karena dorongan belas kasihan. Bahkan, ia rela mengikuti permintaan pelaku untuk mengganti biaya perawatan Bilqis sebesar Rp 85 juta.
"Anaknya ada lima. Karena rasa kasihan dan khawatir Bilqis tidak selamat, maka Begendang merawatnya," ujar Tumenggung Sikar, tokoh SAD sekaligus mertua Begendang, saat ditemui Kompas.com di Desa Mentawak, Kabupaten Merangin, Jambi, Kamis (13/11/2025).
Ketika melihat kondisi Bilqis yang tidak terurus, rasa iba Begendang semakin tumbuh. Pelaku mengaku sudah tidak sanggup merawat anak itu karena tidak punya biaya, lalu membawa Bilqis berkeliling untuk ditawarkan kepada warga Merangin.
Demi menolong, Begendang menghabiskan tabungan hasil kerja kerasnya setahun penuh—dari berkebun, berdagang babi ke pengepul, hingga pekerjaan serabutan lainnya—untuk diberikan kepada sindikat penculik tersebut.
Dalam tradisi Orang Rimba, banyak anak dianggap sebagai kehormatan serta sumber kekuatan. Tak heran, Begendang memperlakukan Bilqis seperti anak kandungnya sendiri.
Kesedihan yang Membekas
Saat petugas akhirnya menjemput Bilqis untuk dipulangkan ke orangtuanya di Makassar, Begendang menangis terharu. Kepergian anak itu menorehkan luka mendalam hingga dua hari kemudian ia memutuskan melakukan melangun—tradisi berpindah tempat untuk meredakan duka besar, biasanya karena kehilangan atau kematian.
Jika sebelumnya ia hanya berpindah dari satu kebun ke kebun lain untuk mencari makanan dan air, kali ini ia memilih pergi jauh menuju perbatasan Jambi–Sumatera Barat agar rasa sedihnya mereda.
Diberitakan sebelumnya, Bilqis yang berusia empat tahun diculik saat bermain di Taman Pakui Sayang, Makassar, pada Minggu (2/11/2025) pagi. Kepolisian menyebut Bilqis telah tiga kali dijual sebelum ditemukan selamat di Provinsi Jambi. Empat pelaku ditangkap, termasuk pasangan yang membawa dan menjual Bilqis kepada warga Suku Anak Dalam di Merangin.
Dalam segala situasi, KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih dari lapangan. Ikuti terus update topik ini dan notifikasi penting di Aplikasi KOMPAS.com.