Longsor Terjang 4 Desa di Cianjur Dipicu Hujan Deras, Akses Antar-Kecamatan Terputus

BPBD Cianjur, Longsor Terjang 4 Desa di Cianjur Dipicu Hujan Deras, Akses Antar-Kecamatan Terputus, Apa dampak longsor terhadap permukiman warga?, Di mana saja titik longsor terjadi?, Bagaimana upaya pembukaan akses jalan dilakukan?, Apa penyebab utama longsor di Campakamulya?

 Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, bergerak cepat berkoordinasi dengan sejumlah dinas terkait untuk menangani bencana longsor yang melanda Kecamatan Campakamulya.

Salah satu langkah utama yang dilakukan adalah menurunkan alat berat guna membuka kembali jalur utama penghubung antar-kecamatan yang terputus akibat tertimbun material longsoran.

Kepala BPBD Cianjur Iwan Karyadi menjelaskan, longsor terjadi di empat desa di Kecamatan Campakamulya dan berdampak langsung pada permukiman warga serta akses transportasi.

Meski tidak menimbulkan korban jiwa, bencana tersebut menyebabkan kerusakan cukup signifikan dan mengganggu aktivitas masyarakat.

Apa dampak longsor terhadap permukiman warga?

Iwan mengatakan, berdasarkan pendataan sementara, sebanyak 15 rumah warga mengalami kerusakan akibat tertimbun longsor.

Longsor terparah terjadi di Desa Campakawarna, di mana belasan rumah warga dan satu tempat ibadah terdampak langsung.

"Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut, namun sekitar 15 Kepala Keluarga (KK) terdiri dari 36 jiwa terpaksa mengungsi, karena rumah mereka rusak tertimbun longsor, penanganan cepat dilakukan petugas gabungan TNI/Polri dan relawan," kata Iwan di Cianjur, Rabu (4/2/2026) dikutip dari Antara.

Warga yang terdampak untuk sementara mengungsi ke lokasi yang dinilai aman sambil menunggu proses penanganan dan pembersihan material longsor. 

BPBD Cianjur, Longsor Terjang 4 Desa di Cianjur Dipicu Hujan Deras, Akses Antar-Kecamatan Terputus, Apa dampak longsor terhadap permukiman warga?, Di mana saja titik longsor terjadi?, Bagaimana upaya pembukaan akses jalan dilakukan?, Apa penyebab utama longsor di Campakamulya?

Kondisi salah satu rumah warga di Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, yang rusak diterjang tanah longsor, Selasa (3/2/20206).

Di mana saja titik longsor terjadi?

Hasil pendataan petugas di lapangan menunjukkan longsor terjadi di enam titik yang tersebar di empat desa, yakni Desa Campakamulya, Campakawarna, Sukasirna, dan Cibanggala.

Dari enam titik tersebut, tiga titik longsor melanda pemukiman warga, sementara tiga titik lainnya menutup jalur utama penghubung antar-kecamatan.

Kondisi terparah berada di Desa Campakawarna, di mana material longsor menimbun jalan utama dengan ketebalan lebih dari satu meter.

Bagaimana upaya pembukaan akses jalan dilakukan?

Untuk mempercepat pemulihan akses, BPBD Cianjur berkoordinasi dengan Dinas Permukiman dan Tata Ruang guna menurunkan alat berat ke lokasi.

Langkah ini dinilai penting karena jalur yang tertutup longsor merupakan akses tercepat warga menuju jalan kabupaten dan provinsi di wilayah selatan Cianjur.

"Penanganan cepat dilakukan dengan alat berat, sehingga akses jalan dapat kembali dilalui kendaraan dan warga tidak sampai terisolir, karena jalur yang terputus merupakan akses tercepat menuju jalan kabupaten dan provinsi di wilayah selatan," ujar Iwan.

BPBD menargetkan akses jalan yang terputus dapat kembali dilalui secara normal setelah proses pembersihan selesai dilakukan pada Rabu (4/2/2026) petang. 

Apa penyebab utama longsor di Campakamulya?

Camat Campakamulya Acep Sopiandi menjelaskan, longsor dipicu oleh hujan deras dengan intensitas tinggi yang mengguyur wilayah tersebut selama beberapa jam.

Kondisi ini menyebabkan tebing-tebing tanah yang labil tidak mampu menahan beban air, sehingga terjadi longsor di sejumlah titik.

Menurut Acep, kontur tanah di Kecamatan Campakamulya memang tergolong rawan bencana, terutama saat musim hujan.

Curah hujan tinggi dengan durasi lebih dari empat jam setiap hari memperbesar potensi terjadinya longsor.

"Longsor yang terjadi menyebabkan 15 rumah rusak, tiga titik longsor menutup landasan jalan utama sehingga akses terputus sementara, 36 jiwa mengungsi ke tempat yang dinilai aman, saat ini proses penanganan cepat masih berjalan," katanya.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang