Siapkan CV! Berikut Tanda Perusahaanmu Mau PHK Masal Karyawannya

Ilustrasi PHK
Ilustrasi PHK

Belakangan ini badai Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) melanda tanah air. Berdasarkan catatan Pusat Data dan Teknologi Informasi Ketenagakerjaan Kemnaker total pekerja yang kehilangan pekerjaan dari Januari hingga September 2025 lalu telah mencapai 45.426 orang.

Bahkan pekan ini sejumlah perusahaan besar seperti e-commerce kenamaan tanah air melakukan PHK terhadap 270 karyawannya lantaran perusahaan mengalami kerugian hingga triliunan. Belum lagi produsen ban kenamaan di tanah air juga melakukan PHK masal terhadap karyawannya.

Badai PHK yang merajalela di tanah air memberikan rasa ketidaknyamanan di masyarakat. Terlebih lagi bagi mereka yang sudah berusia di atas 30 tahun. Mengingat kualifikasi umur untuk melamar pekerjaan di Indonesia terbilang sangat ketat. Seperti diketahui di Indonesia rata-rata perusahaan memberikan kualifikasi umur untuk melamar pekerjaan di usia 25 hingga 27 tahun. 

Berkaca dari PHK masal yang masih terjadi di Indonesia, bagaimana kita bisa mengetahui apakah perusahaan tempat kita bekerja masih dalam kondisi ‘aman’ atau tidak? Berikut ini beberapa tanda yang menunjukkan perusahaan mu bersiap melakukan PHK masal seperti dilansir dari laman Times of India, Rabu 5 November 2025.

1. Perekrutan Melambat

Rekruter Jalonni Weaver dalam wawancaranya dengan CNBC menjelaskan bahwa tanda pertama yang perlu diperhatikan adalah melambatnya proses perekrutan. Jika perusahaan mulai jarang membuka lowongan baru atau menunda pengisian posisi kosong, itu bisa menjadi sinyal bahwa kondisi keuangan sedang tidak stabil.

2. Perubahan Gaya Komunikasi Perusahaan

Tanda berikutnya bisa terlihat dari cara perusahaan menyampaikan pesan internal. Perubahan nada atau bahasa komunikasi sering kali menjadi awal dari persiapan PHK. Misalnya, ketika mulai muncul frasa seperti “kita perlu bekerja lebih efisien” atau “kita akan melakukan restrukturisasi tim”, itu bisa menjadi pertanda bahwa pengurangan karyawan mungkin akan segera terjadi, ujar Rey Ramirez dari Thrive HR.

3. Pengurangan Jam Kerja

Meskipun terdengar sepele, pengurangan jam kerja pada beberapa posisi tertentu juga bisa menjadi cara halus untuk “mendorong” karyawan keluar dari perusahaan. Sebab sebagian besar orang tidak bisa bertahan dengan pengurangan jam kerja yang berdampak pada penghasilan yang menurun. Alhasil pada akhirnya mereka terpaksa mengundurkan diri.

Taktik Lain yang Perlu Diwaspadai

Selain tiga hal di atas, ada juga tanda-tanda lain yang menunjukkan perusahaan sedang kesulitan atau berencana melakukan PHK. Misalnya, kebijakan “kembali ke kantor” (return-to-office) yang tiba-tiba diberlakukan setelah lama bekerja dari rumah bisa jadi strategi tidak langsung untuk mengurangi jumlah karyawan tanpa harus melakukan PHK resmi.

Apa yang Harus Dilakukan?

Dalam situasi yang penuh ketidakpastian seperti ini, lebih baik bersiap daripada menyesal. Pastikan CV atau resume-mu selalu diperbarui, dan sesekali kirim lamaran ke perusahaan lain untuk tetap memahami tren dan kebutuhan wawancara terkini. Langkah ini bisa menjadi keunggulan kompetitif jika sewaktu-waktu PHK benar-benar terjadi sementara karyawan lain baru bereaksi ketika semuanya sudah terlambat.