Rapimnas Kadin, Anindya Bakrie Soroti Tingginya Pengangguran Usia Muda
Ketua Umum Kadin Indonesia, Anindya Bakrie, menyoroti tingginya tingkat pengangguran di kalangan masyarakat usia muda, meskipun menurutnya kondisi ekonomi saat ini sudah jauh lebih baik dibanding periode krisis sebelumnya.
Hal itu diutarakannya dalam sambutan di Rapat Pimpinan Nasional (Rapimnas) Kadin Indonesia 2025, yang digelar di kawasan Kebon Sirih, Jakarta Pusat.
Menurut Anin, masalah pengangguran ini merupakan salah satu tantangan serius yang harus dihadapi masyarakat dan pemerintah Indonesia, karena saat ini tingkat pengangguran nasional berada di angka 4,85 persen dengan 17 persen di antaranya berasal dari kelompok usia muda.
"Kita percaya dan optimistis bahwa keadaan sekarang jauh lebih baik daripada keadaan-keadaan sebelumnya. Tapi pengangguran memang masih ada di kisaran 4,85 persen, dan 17 persen itu datang dari usia muda, 16-24 tahun," kata Anindya.
Anindya Bakrie at MKI - RI-Peru
Selain itu, Anindya juga menyoroti rasio ICOR Indonesia yang mencapai 6,3, atau lebih tinggi dibanding Vietnam (4,6), Thailand (4,4), maupun Malaysia. Sebab, tingginya rasio ICOR menunjukkan bahwa efisiensi pemanfaatan investasi masih perlu ditingkatkan.
"Ini yang akan kita coba gerakkan bersama-sama dalam pembenahan regulasi untuk memastikan setiap dolar investasi bisa lebih efektif,” ujarnya.
Kemudian, Anindya juga mengatakan bahwa sekitar 69 persen tenaga kerja Indonesia masih berada di sektor berproduktivitas rendah, termasuk sektor informal. Karenanya, kondisi ini membuat upaya mencapai pertumbuhan ekonomi 6-8 persen menjadi semakin menantang.
“Hal-hal ini yang menyebabkan good is not good enough. Jadi kita mesti kerja lebih keras untuk menghasilkan apa yang diinginkan oleh Pak Presiden mencapai 8 persen. Tapi bukan hanya mencapai, tapi pemerataan juga terjadi, kesejahteraan terjadi," kata Anindya.
Dia menambahkan, pemberdayaan UMKM juga harus menjadi fokus utama Kadin saat ini, karena hal tersebut sangat penting untuk memastikan ekonomi Indonesia tumbuh lebih inklusif dan berkelanjutan.
"Sekarang bagaimana di Kadin fokusnya ke mikro ekonomi," ujarnya.