Mengenal HPV yang Dialami Istri Evan Marvino Akibat Dugaan Perselingkuhan Sang Aktor, Bagaimana Penularannya?

Evan Marvino dan sang istri
Evan Marvino dan sang istri

Isu rumah tangga aktor Evan Marvino dan sang istri, Uffri Datun Nitami, baru-baru ini menjadi sorotan publik. Tidak hanya soal dugaan kekerasan dan pebwbnersoalan nafkah, Uffri juga mengungkap pengalaman pahit terkait dugaan perselingkuhan yang terjadi selama pernikahan mereka.

“Selama lima tahun pernikahan, saya sudah kenyang diselingkuhi. Dia berzina dengan beberapa perempuan di kelab malam, tempat karaoke, atau bahkan personal,” tulis Uffri Datun Nitami yang dikutip dari akun Instagram pribadinya, Jumat, 12 Juni 2026.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Dari kebiasaan tersebut, Uffri mengaku pernah terinfeksi penyakit menular seksual (PMS) pada tahun 2022. Kondisi itu disebut terjadi ketika ia tengah hamil besar, yang tentu menjadi masa paling rentan secara kesehatan.

“Saya tidak tahu harus bagaimana lagi. Saya trauma. Selama ini, yang saya dapat bukan pernikahan yang sehat, tapi neraka!” ungkapnya.

Sebelumnya, ia juga mengungkap dugaan kekerasan dalam rumah tangga yang dialaminya, termasuk tindakan fisik yang menyebabkan luka dan memar. Situasi ini semakin menambah sorotan publik terhadap dinamika rumah tangga pasangan tersebut.

Di tengah viralnya isu tersebut, perhatian publik juga tertuju pada risiko penyakit menular seksual, termasuk HPV, yang kerap dikaitkan dengan perilaku seksual berisiko.

Apa Itu HPV? 

HPV atau Human Papillomavirus merupakan kelompok virus yang sangat umum dan termasuk infeksi menular seksual yang paling banyak terjadi secara global. Lembaga kesehatan seperti CDC dan Mayo Clinic menjelaskan bahwa mayoritas individu yang aktif secara seksual berpotensi terinfeksi HPV setidaknya sekali dalam hidupnya.

HPV terdiri dari lebih dari 200 tipe virus. Sebagian bersifat ringan dan hanya menimbulkan kutil, sementara sebagian lainnya masuk kategori berisiko tinggi karena dapat menyebabkan kanker, seperti kanker serviks, kanker anus, hingga kanker pada area tenggorokan.

Penyebab dan Cara Penularan HPV

Infeksi HPV terjadi akibat masuknya virus melalui kontak langsung kulit ke kulit, terutama di area genital. Penularan paling umum terjadi saat hubungan seksual vaginal, anal, maupun oral dengan seseorang yang telah terinfeksi.

Menariknya, HPV juga dapat menyebar meski tanpa hubungan seksual penetratif. Hal ini karena virus bisa masuk melalui celah kecil atau luka mikro pada kulit dan jaringan mukosa.

Faktor inilah yang membuat HPV sering menyebar tanpa disadari, terutama karena banyak orang yang terinfeksi tidak menunjukkan gejala apa pun.

Gejala HPV yang Sering Tidak Terlihat

Sebagian besar kasus HPV bersifat tanpa gejala, sehingga penderita sering tidak mengetahui bahwa dirinya terinfeksi. Pada sebagian kasus, gejala yang muncul bisa berupa kutil di area genital atau perubahan sel yang hanya terdeteksi melalui pemeriksaan medis.

Pada wanita, HPV berisiko baru terdeteksi melalui skrining seperti Pap smear, yang berfungsi melihat perubahan sel serviks sejak dini sebelum berkembang menjadi penyakit serius.

Cara Pencegahan HPV yang Disarankan

Pencegahan HPV dapat dilakukan melalui vaksinasi yang direkomendasikan oleh berbagai lembaga kesehatan dunia. Vaksin ini mampu memberikan perlindungan terhadap tipe HPV yang paling berbahaya penyebab kanker.

Selain itu, penggunaan kondom saat berhubungan seksual dapat membantu menurunkan risiko penularan, meskipun tidak memberikan perlindungan penuh. Pemeriksaan kesehatan rutin juga penting untuk mendeteksi perubahan sel lebih awal.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Menjaga perilaku seksual yang aman, termasuk kesetiaan pada pasangan, juga menjadi langkah penting dalam mengurangi risiko penularan HPV. 

Kasus yang ramai dibicarakan ini menjadi pengingat bahwa infeksi seperti HPV dapat muncul dalam berbagai situasi kehidupan, terutama yang berkaitan dengan perilaku seksual berisiko. Edukasi dan pencegahan tetap menjadi kunci untuk melindungi kesehatan jangka panjang.