Negara Tetangga RI Ini Catat Pengangguran Terendah, Mata Uangnya Makin Kuat di Asia!

Ilustrasi Malaysia
Ilustrasi Malaysia

Malaysia baru-baru ini mencatat prestasi penting dalam pasar tenaga kerjanya. Angka pengangguran negara tersebut turun ke level terendah dalam 11 tahun, sementara mata uang ringgit menunjukkan penguatan yang menandakan kondisi ekonomi yang semakin stabil.

Menurut Departemen Statistik Malaysia, tingkat pengangguran pada November 2025 mencapai 2,9 persen, dengan jumlah pengangguran turun menjadi 518.400 orang. Terakhir kali angka pengangguran berada di bawah tiga persen adalah pada November 2014, kata kepala statistik Malaysia, Mohd Uzir Mahidin.

"Jumlah pekerja meningkat 0,2 persen menjadi 17,09 juta dari 17,06 juta pada Oktober 2025," ujar Mohd Uzir, dikutip dari Channel News Asia, Minggu, 11 Januari 2026. 

"Sementara itu, jumlah pengangguran menurun tipis 0,1 persen menjadi 518.400 dari 518.900 pada bulan sebelumnya," jelasnya. 

Mohd Uzir menambahkan bahwa kondisi ekonomi yang menguntungkan sepanjang November mendukung pertumbuhan pasar tenaga kerja yang stabil. Jumlah karyawan kategori resmi naik 0,1 persen menjadi 12,78 juta dibandingkan 12,76 juta pada Oktober.

Bendera Malaysia.

Pekerja mandiri atau “own-account” juga mengalami peningkatan 0,3 persen menjadi 3,26 juta dari 3,25 juta bulan sebelumnya. Dari total pengangguran, 79,8 persen adalah mereka yang aktif mencari pekerjaan, sementara sisanya beranggapan tidak ada pekerjaan yang tersedia. Sebagian besar pengangguran aktif (64,4 persen) telah menganggur kurang dari tiga bulan, sedangkan 5 persen menganggur lebih dari satu tahun.

Mohd Uzir memproyeksikan pasar tenaga kerja Malaysia akan tetap stabil dan tumbuh positif dalam beberapa bulan ke depan. Sektor-sektor kunci yang mencatat pertumbuhan antara lain: kesehatan dan pekerjaan sosial, perdagangan grosir dan eceran, serta akomodasi dan layanan makanan. Pertumbuhan juga terjadi di sektor pertanian, manufaktur, konstruksi, serta pertambangan dan penggalian.

Di sisi moneter, ringgit Malaysia menunjukkan penguatan yang signifikan. Pada 9 Januari 2026, ringgit menguat terhadap dolar Singapura menjadi sekitar RM3,16 (setara US$0,77), dibandingkan sekitar RM3,29 pada tanggal yang sama tahun lalu.

Pada Desember 2025, ringgit mencapai level terkuatnya terhadap dolar AS dalam lebih dari empat tahun, naik 0,5 persen menjadi 4,0860. Dengan penguatan lebih dari 9 persen terhadap dolar AS sepanjang 2025, ringgit menjadi mata uang dengan kinerja terbaik di Asia pada tahun tersebut.

Menurut Mohd Uzir, peluang kerja baru di sektor strategis dan inisiatif reskilling turut mendukung pertumbuhan pasar tenaga kerja. “Oleh karena itu, pasar tenaga kerja Malaysia diperkirakan akan tetap kompetitif, inklusif, dan tangguh dalam menghadapi tantangan global,” tambahnya.