Sering Membunyikan Leher? Hati-hati Bisa Berujung Stroke

Ilustrasi sakit leher
Ilustrasi sakit leher

 Bagi banyak orang, membunyikan leher saat lelah memberi sensasi lega. Suara ‘krek’ yang keluar saat itu seolah menandakan ketegangan yang terlepas. Namun, hati-hati kebiasaan ini bisa berdampak serius pada kesehatan.

Spesialis orthopedi dan traumatologoi memperingatkan bahwa kebiasaan membunyikan leher, apalagi dengan cara yang kasar atau terlalu sering, bisa merusak struktur halus di area leher atau cervical spine. Bahkan dalam kasus yang sangat jarang, kebiasaan tersebut dapat menyebabkan komplikasi serius seperti robekan arteri atau arterial dissection hingga bahkan stroke.

Lantas apa yang sebenarnya terjadi ketika membunyikan leher? Melansir laman Times of India, Rabu 5 November 2025, saat bunyi suara ‘krek’ terdengar ketika meregakan leher ternyata bukan berasal dari tulang, melainkan dari proses fisiologis di dalam sendi sinovial. Sendi jenis ini terbungkus oleh kapsul berisi cairan yang berfungsi melumasi dan mempermudah pergerakan antar tulang. Ketika sendi ditarik melebihi batas normalnya, tekanan negatif terbentuk di dalam kapsul, menyebabkan gas terlarut di dalam cairan sinovial dilepaskan secara tiba-tiba.

Selain itu, suara ‘krek’ saat membunyikan leher juga bisa disebabkan oleh pergeseran ligamen atau tendon di atas permukaan tulang, atau pemisahan ringan antara kulit dan jaringan ikat (fascia) di bawahnya. Meskipun membunyikan leher sesekali biasanya tidak berbahaya, kebiasaan melakukannya berulang-ulang dapat menimbulkan tekanan pada jaringan di sekitarnya, sehingga berpotensi melemahkan ligamen yang berfungsi menstabilkan tulang leher. Keseimbangan alami tubuh antara fleksibilitas dan kestabilan bisa terganggu, sehingga seseorang lebih rentan mengalami ketidakstabilan struktural dan rasa tidak nyaman kronis.

Bahaya Membunyikan Leher Terlalu Sering

Penelitian di bidang muskuloskeletal menunjukkan bahwa tindakan membunyikan leher secara berulang dan disengaja dapat menyebabkan kerusakan kumulatif pada sendi dan pembuluh darah. Manipulasi berlebihan bisa meregangkan ligamen yang menjaga posisi tulang belakang, menyebabkan kelonggaran sendi atau joint laxity, yakni kondisi ketika sendi menjadi terlalu longgar dan mudah cedera. Akibatnya, saraf di sekitar leher bisa terjepit dan menimbulkan cervical radiculopathy, yang ditandai dengan nyeri menjalar, kesemutan, atau kelemahan pada bahu dan lengan.

Namun hal yang lebih berbahaya lagi dengan membunyikan leher adalah potensi cedera pembuluh darah. Meski jarang, gerakan memutar leher secara mendadak dan kuat dapat menyebabkan diseksi arteri vertebralis, robekan pada salah satu arteri yang memasok darah ke otak. Cedera ini bisa menghambat aliran darah dan meningkatkan risiko pembentukan gumpalan yang berujung pada stroke.

Beberapa laporan kasus bahkan menemukan orang dewasa sehat yang mengalami gejala neurologis parah setelah membunyikan leher secara agresif. Meski insiden seperti ini jarang terjadi, hal tersebut menunjukkan betapa rentannya arteri vertebralis terhadap tekanan berlebih di area leher.

Lantas bagaimana mengatasi pegal pada leher? Cukup dengan mengatur posisi kerja yang ergonomis, menjaga layar sejajar dengan mata, serta duduk tegak dapat membantu mengurangi penumpukan ketegangan. Fisioterapi dan latihan peregangan terarah juga terbukti efektif mengurangi rasa tidak nyaman tanpa harus membunyikan leher.

Latihan mobilitas ringan di bawah bimbingan terapis dapat memperlancar sirkulasi dan mengatasi kekakuan dengan aman. Penyesuaian tulang belakang oleh ahli kiropraktik juga bisa membantu, asalkan dilakukan secara profesional dan tidak berlebihan, karena terlalu sering membunyikan leher tetap berisiko melonggarkan ligamen.

Para dokter biasanya menyarankan agar terapi manipulatif seperti ini dibatasi maksimal sekali seminggu untuk menghindari tekanan berulang.

Bagi mereka yang sering merasa tegang atau memiliki dorongan kuat untuk membunyikan leher, kombinasi antara perbaikan postur, peregangan rutin, dan penguatan otot penopang leher dapat memberikan hasil jangka panjang. Tujuannya bukan menahan gerakan, melainkan menjaga keseimbangan dan kestabilan area leher agar tidak bergantung pada tindakan manipulatif yang bisa membahayakan pembuluh darah maupun saraf.