Kisah Pria Muda Vietnam Terkena Stroke akibat Mandi Malam, Koma 20 Hari dan Lumpuh 6 Tahun

Siapa sangka hal sepele bisa berujung fatal, seperti mandi di malam hari.
Au Van Hieu (20), pria muda tanpa riwayat penyakit, tiba-tiba mengalami stroke hemoragik setelah mandi larut malam.
Pemuda asal Minh Tien, Dai Tu, di Provinsi Thai Nguyen, Vietnam utara itu sebelumnya selalu sehat dan aktif.
Namun, nahas menimpanya di tahun 2019, yang membuatnya harus terbaring di tempat tidur selama 6 tahun.
Diberitakan VN Express, Minggu (7/12/2025), di suatu malam tahun 2019, Hieu pulang ke kamar sewa setelah lembur dan masuk ke kamar mandi sekitar pukul 23.00 waktu setempat.
Setelah mandi dan berbaring di kasur, ia tiba-tiba merasakan sakit kepala, mual, hilang kendali, serta kelemahan di sisi kiri tubuh sebelum akhirnya pingsan.
Teman-temannya baru mengetahui keesokan paginya dan segera membawanya ke IGD Rumah Sakit Umum Provinsi Bac Giang.
Dokter memberikan prediksi suram, memperkirakan peluang hidupnya hanya 1–2 persen.
Koma 20 hari
Namun keluarga Hieu tak menyerah. Mereka membawanya ke Rumah Sakit Bach Mai di Hanoi, tempat dokter mendiagnosisnya mengalami stroke hemoragik.
Kondisi ini sering berujung fatal akibat pecahnya pembuluh darah di otak, dan jarang terjadi pada orang muda tanpa penyakit bawaan.
Untuk melarutkan bekuan darah dan menurunkan tekanan intrakranial, dokter harus melakukan kraniektomi pada Hieu.
Meski tanpa riwayat medis, gaya hidup Hieu memang kurang sehat. Ia sering begadang, mengalami stres pekerjaan, makan tak teratur, dan sering mandi larut malam.
Hieu sadar kembali setelah 20 hari koma, tetapi kehilangan sebagian besar fungsi kognitif dan motorik.
Pengaruh mandi malam hari pada otak
Menurut Kementerian Kesehatan Vietnam, mandi air dingin pada malam hari dapat memicu vasospasme dan lonjakan tekanan darah yang berujung pada pecahnya pembuluh darah serta stroke hemoragik.
Suhu dingin juga dapat mengentalkan darah dan meningkatkan produksi sel darah merah serta putih, sehingga memicu pembentukan bekuan yang dapat menyumbat pembuluh darah dan menyebabkan infark serebral.
Kementerian Kesehatan menganjurkan agar tidak mandi setelah pukul 22.00, dan agar menggunakan air hangat terutama pada musim dingin.
Dr Nguyen Thi Dung, direktur Departemen Terapi Fisik dan Okupasi di Hanoi French Hospital mengatakan, harga yang harus dibayar akibat stroke sering kali berupa gejala sisa permanen.
Data menunjukkan hanya 25–30 persen pasien stroke yang pulih dan kembali mandiri. Sisanya hidup bergantung pada orang lain, dengan 15–20 persen membutuhkan bantuan bahkan untuk aktivitas harian.
Hieu sendiri mengaku harus belajar kembali keterampilan dasar seperti makan, berbicara, dan berjalan dari awal.
Hieu mengakui sempat mengalami depresi dan bahkan terpikir mengakhiri hidup demi meringankan beban keluarganya.
Sebuah meta-analisis yang diterbitkan di The Lancet menunjukkan hampir sepertiga penyintas stroke mengalami depresi dalam lima tahun pertama.
Enam tahun menjalani perawatan, Hieu masih belum mampu kembali bersosialisasi.
Ia mengatakan lengan kirinya masih sangat terbatas fungsinya dan diperkirakan membutuhkan waktu bertahun-tahun untuk pulih hingga 70–80 persen.
Hieu berharap kisahnya menjadi peringatan bagi anak muda, terutama mereka yang menjalani gaya hidup tidak sehat.
Kasus lain di Vietnam
Dilansir dari Laodong News (19/12/2024), pada 6 Desember 2024 malam yang dingin, pasien laki-laki DVD (45) dari Hanoi tanpa riwayat penyakit, tiba-tiba dilarikan ke ruang gawat darurat dalam keadaan koma setelah mandi larut malam.
Hasil diagnosis menunjukkan perdarahan otak dengan volume darah 90 cm³.
Pasien harus menjalani operasi pembukaan tulang tengkorak untuk mengurangi tekanan pada otak. DVD menjalani perawatan intensif, menggunakan ventilator, dan prognosisnya sangat buruk.
Kasus lain, pasien NXK (42 tahun) dari Hai Duong, mandi pada malam hari tanggal 17 Desember 2024.
Setelah itu, pasien tiba-tiba mengalami sakit kepala, kesadaran menurun, dan kemudian jatuh koma.
Ia mendapat pertolongan pertama di fasilitas kesehatan setempat dan dipindahkan ke Rumah Sakit Pusat Militer 108 pukul 15.00.
Meski telah dilakukan resusitasi secara aktif, perdarahan otak yang dialaminya terlalu parah, dan pasien berada dalam kondisi koma dalam sehingga tidak bisa diselamatkan.
Kedua kasus di atas adalah pasien berusia relatif muda, tanpa penyakit kronis, dan kejadian muncul setelah paparan dingin mendadak, yang meninggalkan gejala sisa berat dan mengancam jiwa.
Gejala stroke karena cuaca dingin
Dr Thai Dam Dung dari Departemen Gawat Darurat RS Pusat Militer 108 mengatakan bahwa paparan udara dingin merupakan faktor risiko yang meningkatkan kejadian stroke, baik stroke hemoragik maupun iskemik, melalui mekanisme vasospasme.
Tanda-tanda stroke saat cuaca dingin sama seperti gejala umumnya.
Yaitu wajah mencong atau baal pada satu sisi, kelemahan atau ketidakmampuan mengangkat satu lengan, sulit berbicara, pelo, atau tidak memahami ucapan.
Penanganan darurat harus segera dilakukan, karena waktu emas 6 jam pertama sangat menentukan efektivitas perawatan.
Selain itu, gejala lain yang mungkin timbul adalah sakit kepala hebat, pusing, gangguan penglihatan, atau hilang keseimbangan secara tiba-tiba.
Dalam segala situasi, KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih dari lapangan. Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme. Berikan apresiasi sekarang