Kak Seto Dapat Pantangan Ketat Usai Alami Stroke, Harus Istirahat 2 Bulan
Kabar mengejutkan datang dari pemerhati anak nasional, Kak Seto Mulyadi, yang baru-baru ini mengungkap bahwa dirinya sempat mengalami stroke ringan. Pria berusia 72 tahun itu mengatakan bahwa serangan tersebut menyerang fungsi kognitifnya, sehingga sempat membuatnya merasa linglung dan bingung sebelum akhirnya memutuskan untuk memeriksakan diri ke dokter.
Dengan kondisi yang semakin membaik, Kak Seto menceritakan bagaimana gejala itu awalnya ia rasakan tanpa disadari sebagai tanda stroke. Scroll lebih lanjut yuk!
“Iya, kena stroke ringan, tapi yang terkena kognitifnya. Jadi kemampuan berpikir, jadi sempat seperti linglung, seperti bingung gitu ya, beberapa saat lalu ternyata harus segera diperiksa dan ditangani dengan obat ya,” ujar Kak Seto, saat ditemui di Jakarta, Selasa 4 November 2025.
Meski kondisinya kini mulai membaik, dokter tetap memberikan sejumlah pantangan ketat agar proses pemulihan berjalan optimal.
Kak Seto mengaku diminta untuk benar-benar beristirahat dan membatasi aktivitas yang selama ini menjadi rutinitasnya. Kak Seto diminta beristirahat sekitar 1 sampai 2 bulan ke depan.
“Pantangannya mungkin jangan terlalu capek dulu, jangan terlalu banyak kegiatan dulu, lalu harus istirahat. Malah disarankan istirahat 1 bulan sampai 2 bulan ya,” katanya.
Namun, karakter energik dan aktif yang melekat pada sosok Kak Seto membuatnya tidak betah berdiam diri terlalu lama. Kak Seto merasa tetap ingin beraktivitas seperti biasa karena ia merasa sudah semakin sehat.
“Tapi ya, saya kadang-kadang kalau enggak bergerak, kalau enggak berkegiatan, enggak nendang, ya, rasanya. Jadi, terus berusaha ya, dipadukanlah antara istirahat, lalu ada kegiatan, istirahat, ada kegiatan, begitu,” tambahnya.
Kak Seto juga mengungkap bahwa dirinya sempat terlambat memeriksakan diri. Ia baru mengetahui kondisi kesehatannya tersebut setelah empat hari berlalu dari masa kritis serangan stroke.
“Saya memang agak terlambat, ya. Masa kritisnya itu 4,5 jam, saya terlambat 4 hari baru diperiksa, di-MRI, dan ternyata harus dirawat selama ya, 3-4 hari begitu dan setelah itu istirahat di rumah,” tuturnya.
Saat ini, dokter menyarankan agar Kak Seto hanya melakukan aktivitas ringan seperti berjalan kaki selama masa pemulihan.
Meski begitu, semangatnya untuk terus aktif dan menginspirasi anak-anak Indonesia tetap tidak surut. Ia menegaskan bahwa keseimbangan antara istirahat dan aktivitas ringan menjadi kunci dalam menjaga kesehatan setelah melewati masa sulit tersebut.