Deteksi Stroke Hingga Kanker Kini Bisa Lebih Cepat, Begini Caranya!

Ilustrasi stroke
Ilustrasi stroke

 Teknologi Artificial Intelligence (AI) kini semakin banyak dimanfaatkan di dunia kesehatan, termasuk dalam pemeriksaan medis yang membutuhkan tingkat akurasi tinggi seperti MRI. Perkembangan ini dinilai mampu membantu dokter mendeteksi penyakit lebih cepat sekaligus meningkatkan kenyamanan pasien saat menjalani pemeriksaan.

Selama ini, prosedur MRI kerap menjadi momok bagi sebagian orang. Ruang pemindaian yang sempit dan proses pemeriksaan yang cukup lama sering memicu rasa cemas hingga klaustrofobia pada pasien. Di sisi lain, kebutuhan akan hasil pencitraan yang detail semakin penting untuk menangani berbagai penyakit serius seperti stroke, tumor otak, gangguan jantung, hingga kanker. Scroll untuk tahu lebih lanjut, yuk!

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Melihat kebutuhan tersebut, teknologi MRI 3 Tesla SIGNA™ Hero berbasis AI dari GE HealthCare dihadirkan. Teknologi ini dirancang untuk membantu menghasilkan gambar pencitraan medis yang lebih tajam sekaligus mempercepat proses pemeriksaan.

Direktur Bethsaida Hospital Gading Serpong, dr. Margareth Aryani Santoso, menjelaskan bahwa inovasi tersebut merupakan bagian dari upaya menghadirkan layanan diagnostik yang lebih modern dan sesuai kebutuhan pasien saat ini.

“Kami terus memperkuat fasilitas medis melalui pemanfaatan teknologi diagnostik terkini yang mendukung ketepatan, kecepatan, serta keselamatan pasien. Kehadiran MRI 3 Tesla SIGNA™ Hero ini semakin memperkuat layanan Bethsaida Hospital Gading Serpong dalam melayani berbagai kebutuhan klinis, khususnya pada kasus-kasus kompleks seperti gangguan saraf (stroke dan tumor otak), jantung, ortopedi, hingga onkologi (kanker) serta layanan lain yang memerlukan pencitraan medis dengan tingkat akurasi dan presisi tinggi,” ujar dr. Margareth saat peluncuran MRI 3 Tesla di Bethsaida Hospital Gading Serpong, Kamis 21 Mei 2026. 

Salah satu hal yang menjadi sorotan dari teknologi ini adalah penggunaan AI untuk meningkatkan kualitas hasil pencitraan sekaligus mempercepat waktu pemeriksaan. Teknologi AIR™ Recon DL dan Sonic DL™ disebut mampu membantu menghasilkan gambar yang lebih detail, termasuk untuk organ yang terus bergerak seperti jantung.

Selain itu, desain alat MRI terbaru ini juga dibuat lebih nyaman bagi pasien. Dengan diameter lubang pemindaian mencapai 70 cm, pasien diharapkan bisa merasa lebih lega selama proses pemeriksaan berlangsung.

Menurut dr. Thio Ananda Steven, Dokter Spesialis Radiologi Bethsaida Hospital Gading Serpong, teknologi MRI 3 Tesla berbasis AI dapat membantu proses evaluasi medis menjadi lebih presisi tanpa mengorbankan kenyamanan pasien.

“Dengan MRI 3 Tesla yang didukung teknologi AI, hasil pencitraan dapat diperoleh dengan kualitas yang lebih detail dan waktu pemeriksaan yang lebih efisien tanpa mengurangi kenyamanan pasien. Hal ini membantu kami dalam melakukan evaluasi secara lebih presisi, sekaligus mendukung dokter klinisi dalam menentukan langkah penanganan yang tepat bagi pasien," jelasnya.

MRI 3 Tesla sendiri dapat digunakan untuk membantu pemeriksaan berbagai kondisi kesehatan. Di bidang saraf misalnya, teknologi ini membantu mendeteksi stroke, tumor otak, epilepsi, hingga gangguan tulang belakang. Sementara di bidang ortopedi, MRI digunakan untuk melihat kondisi ligamen, tendon, otot, hingga cedera olahraga secara lebih detail.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

CEO GE HealthCare Indonesia, Kriswanto Trimoeljo, menyebut teknologi ini mampu mempercepat waktu pemeriksaan hingga 50 persen dibanding sistem sebelumnya.

“Sistem ini dilengkapi teknologi AI seperti Sonic DL dan AIR Recon DL yang dapat membantu meningkatkan kualitas gambar secara signifikan, mempercepat waktu pemeriksaan hingga 50 persen, serta memberikan pengalaman pemeriksaan yang lebih baik bagi pasien,” ujar Kriswanto.