Sering Bunyikan Leher Saat Pegal? Hati-hati Bisa Picu Stroke

Ilustrasi leher
Ilustrasi leher

 Membunyikan atau ‘mengkretek’ leher sudah menjadi kebiasaan banyak orang untuk meredakan rasa kaku atau pegal. Tapi, apakah kalian ketahui bahwa kebiasaan sederhana ini justru bisa membawa dampak buruk?

Dalam unggahan Instagram pada 14 Januari, seorang dokter spesialis anestesiologi dan kedokteran nyeri intervensi tersertifikat, Dr. Kunal Sood  menjelaskan kebiasaan mematahkan leher dapat meningkatkan risiko stroke.

Apa yang Sebenarnya Terjadi Saat Leher Dikretek

Dia menjelaskan apa yang sebenarnya terjadi di dalam tubuh, ketika seseorang memebunyikan leher mereka.

“Jika kamu terbiasa membunyikan atau mematahkan leher karena terasa lega, penting untuk memahami apa yang sebenarnya terjadi di balik sensasi tersebut. Rasa lega sementara itu muncul karena sendi diregangkan dengan cepat sehingga gelembung gas di dalam cairan sinovial dilepaskan. Bunyi yang terdengar sendiri tidak berbahaya,” jelasnya.

Di sisi lain, risiko sebenarnya, kata Dr. Sood, terletak pada seberapa sering dan seberapa kuat leher digerakkan.

“Masalah muncul ketika leher terus-menerus dipaksa bergerak melewati batas gerak normalnya. Dalam jangka panjang, hal ini bisa membuat ligamen menjadi kendur dan tulang belakang leher (servikal) kehilangan stabilitas, sehingga gerakannya menjadi lebih tidak terkontrol saat diputar secara tiba-tiba,” jelasnya.

Bagaimana Kebiasaan Ini Bisa Meningkatkan Risiko Cedera atau Stroke

Ketika stabilitas berkurang, struktur penting di dalam leher menjadi lebih rentan. Gerakan leher yang tajam atau terlalu kuat dapat memberikan tekanan geser yang tidak normal pada arteri vertebralis dan karotis yang berada di leher, kata Dr. Sood. Dalam kasus yang jarang terjadi, tekanan ini bisa berujung pada komplikasi serius.

“Lapisan dalam pembuluh darah bisa robek, kondisi yang dikenal sebagai diseksi arteri servikal. Jika ini terjadi, darah dapat berkumpul di area yang cedera, membentuk bekuan, dan berpotensi mengalir ke otak, menyumbat aliran darah, serta menyebabkan stroke,” jelasnya.

Cara Lebih Aman Meredakan Leher Kaku Tanpa Dikretek

Meski begitu, Dr. Sood menegaskan bahwa kejadian seperti ini jarang terjadi.

“Sebagian besar orang yang membunyikan leher tidak akan pernah mengalami masalah tersebut. Namun, mekanismenya sudah terdokumentasi dengan baik, sehingga manipulasi leher yang berulang dan terlalu kuatterutama jika dilakukan sendiri tidak disarankan,” tambahnya.

Bagi mereka yang sering mengalami leher kaku atau tegang, ada pilihan yang lebih aman.

“Latihan mobilitas ringan, memperbaiki postur tubuh, penguatan otot yang terarah, atau terapi dengan pendampingan jauh lebih baik dibandingkan kebiasaan memaksa leher sampai berbunyi,” saran Dr. Sood.

Ia menutup dengan pengingat sederhana jika muncul dorongan untuk mengkretek leher, ada baiknya bertanya pada diri sendiri apa yang sebenarnya sedang terjadi di dalam leher Anda.