Top 6+ Tanda Penyakit Serius yang Bisa Terlihat dari Kaki, Nomor 3 Paling Sering Terjadi
Gejala suatu penyakit biasanya muncul di bagian tubuh yang terdampak langsung. Namun, penting untuk dipahami bahwa tanda-tandanya juga bisa muncul di area lain yang tampaknya tidak berkaitan.
Meski terdengar tidak biasa, hal ini sangat mungkin terjadi karena tubuh manusia merupakan satu sistem yang saling terhubung. Kaki adalah salah satu bagian tubuh yang sering kali memberikan sinyal awal adanya masalah kesehatan tersembunyi.
Dengan lebih peka terhadap perubahan yang tidak biasa, kamu bisa mendeteksinya lebih dini sebelum kondisi menjadi semakin parah. Lantas dari kaki apa saja yang bisa kita ketahui tentang kondisi kesehatan kita? Berikut ini rangkumannya dari spesialis konsultan bedah dan endovaskular di Aster RV Hospital, Dr. A. Arun Kumar dikutip dari laman Hindustan Times, Minggu 18 Januari 2026.
1. Kaki Bengkak
Jika kaki terlihat membengkak dan terasa lembek, terutama di area telapak, betis, dan pergelangan kaki, kamu perlu waspada. Penyebabnya bisa berkaitan dengan beberapa organ tubuh. Dr. Kumar menjelaskan bahwa kondisi ini bisa berhubungan dengan masalah jantung.
“Ketika aliran darah atau getah bening terganggu, tubuh akan mengalami edema. Cairan menumpuk di jaringan tubuh dan menyebabkan pembengkakan. Ini bisa menjadi tanda gagal jantung, di mana jantung tidak memompa darah dengan baik sehingga cairan berkumpul di kaki akibat gravitasi,” jelasnya.
Selain itu, pembengkakan kaki juga bisa dikaitkan dengan kondisi lain seperti bekuan darah di kaki, penyakit ginjal atau gagal ginjal, serta penyakit hati (sirosis). Kapan harus ke dokter? Menurut Kumar, jika pembengkakan terjadi secara tiba-tiba, semakin parah, atau disertai sesak napas, kondisi ini tidak boleh diabaikan. Pemeriksaan dini penting untuk mencegah komplikasi yang berpotensi mengancam nyawa.
2. Kaki Terasa Dingin
Saat cuaca dingin, kaki terasa dingin adalah hal yang umum. Namun, jika kaki tetap terasa sangat dingin meski sudah dihangatkan, ini bisa menjadi tanda serius.
Kumar menyebut kondisi ini dapat mengarah pada penyakit arteri perifer (Peripheral Artery Disease/PAD), yaitu penumpukan plak di pembuluh darah kaki. PAD mengurangi suplai oksigen ke kaki dan secara signifikan meningkatkan risiko serangan jantung dan stroke.
Masalah ini bisa semakin parah saat cuaca dingin karena pembuluh darah menyempit, sehingga aliran darah melambat dan menimbulkan kram atau luka yang sulit sembuh. Kelompok yang lebih rentan antara lain penderita hipotiroid, anemia, dan perokok.
Dalam kasus ekstrem, PAD yang tidak ditangani bisa berujung pada amputasi. Pemeriksaan sederhana pada pergelangan kaki dapat membantu mendeteksi kondisi ini sejak dini.
3. Kram Kaki di Malam Hari
Kram kaki yang muncul tiba-tiba saat malam hari, terutama di betis, bisa terasa sangat menyakitkan meski biasanya berlangsung singkat. Namun, jika kram sering terjadi, hal ini bisa menandakan masalah kesehatan tertentu.
Kumar menjelaskan bahwa kram yang sering dapat dipicu oleh dehidrasi atau efek samping obat yang menyebabkan ketidakseimbangan elektrolit. Selain itu, kondisi ini juga bisa berkaitan dengan gangguan sirkulasi darah atau masalah ginjal.
Meski kram kaki terdengar sepele, jika terjadi berulang, sebaiknya dilakukan pemeriksaan untuk menyingkirkan kemungkinan gangguan pada pembuluh darah atau saraf.
4. Perubahan Warna Kulit atau Luka yang Sulit Sembuh
Perubahan warna kulit pada kaki sering dianggap masalah kosmetik, padahal bisa menjadi tanda gangguan sirkulasi atau metabolisme.
Kumar menjelaskan kondisi yang disebut chronic venous insufficiency (CVI). Pada kondisi ini, kulit kaki bagian bawah berubah warna menjadi kecokelatan, keunguan, atau gelap akibat darah yang menumpuk di pembuluh vena yang rusak dan merembes ke jaringan kulit. Selain itu, luka kecil di kaki yang butuh waktu lama untuk sembuh juga patut diwaspadai, terutama pada penderita diabetes.
“Luka yang tidak kunjung sembuh dalam waktu lebih dari 7–10 hari sebaiknya diperiksa, terutama pada orang lanjut usia,” ujarnya.
5. Mati Rasa atau Kesemutan
Mati rasa atau kesemutan sesaat bisa terjadi akibat duduk atau berbaring terlalu lama. Namun, jika sensasinya terus-menerus, ini bisa menjadi tanda diabetes.
“Rasa seperti ditusuk-tusuk jarum di kaki menunjukkan neuropati diabetik, yang terjadi ketika kadar gula darah tinggi dalam jangka panjang merusak saraf,” jelas Kumar.
Kondisi ini juga berkaitan dengan peningkatan risiko penyakit jantung, meskipun tidak selalu disertai rasa nyeri. Deteksi dini sangat penting karena kondisi ini dapat meningkatkan risiko luka dan borok, yang menjadi salah satu penyebab utama amputasi.
6. Kemerahan Mendadak
Jika kaki tiba-tiba tampak sangat merah, kondisi ini tidak boleh diabaikan. Kumar menyebutnya sebagai kemungkinan tanda deep vein thrombosis (DVT) atau bekuan darah di pembuluh vena dalam. DVT adalah kondisi serius yang membutuhkan penanganan segera. Jika tidak diobati, bekuan darah dapat berpindah ke paru-paru dan berakibat fatal.